
Mereka pun sampai di rumah orangtua Abang Zaenal, dan langsung di sambut hangat Bunda Cici.
"Asamualaikum, "Ucap mereka.
"Walaikumsalam kalian dari mana ko baru pulang? " Ucap Bunda Cici, mereka pun mencium tangan nya.
"Dari rumah baru kita habis beres-beres, tadi sekalian beli perabotan jadi sekalian saja, "
"Ya sudah ayo kita makan, Ayah sudah menunggu di sana, "
Mereka pun berjalan keruang makan, sudah ada Ayah di sana.
"Kalian sudah datang ayo kita langsung makan saja kalian pasti sudah lapar kan? " Ucap Ayah, lantas mereka pun mencium tangannya.
"Maaf kami terlambat, Ayah pasti sudah lapar ," Ujar Icha sendu.
"Tidak apa-apa ayo duduk, Bunda sengaja masak banyak buat kalian," Ujar Ayah, mereka pun duduk bersebelahan,setelah itu Icha pun mengambilkan nasi untuk suaminya.
"Ayo makan yang banyak, jangan sungkan, " Ucap Bunda, dan Icha pun hanya mengangguk.
"Nenek sama tante Nur kemana kok gak gabung di sini?" Tanya Icha,Abang pun hanya mengangkat bahu.
"Pulang kampung, Ibu maksa Nur pulang bersamanya, kalo sudah begitu kami bisa apa, Nur merengek pada kami tidak mau pulang namun Ibu kan gak pernah bisa di bantah ," Jawab Bunda .
"Bagus juga Nur pulang biar kalian bisa tenang, Ayah minta maaf sama kamu Cha karna Nur suka gangguin kamu, " Ujar Ayah Edi.
"Tidak apa-apa Ayah, Icha malah seneng ko kasian Dia kan baru di sini gak punya temen, " Ucap Icha.
Mereka pun menghabiskan makanan nya setelah itu Icha pamit duluan ke kamar.
"Dit baru pulang kamu nak? " ucap Ayah melihat Adit baru saja datang.
"He.. he.. iya Yah biasa habis Futsal dulu, "Jawabnya cengengesan.
"Ya sudah mandi sana terus makan, " Adit pun mengangguk dan menaiki tangga menuju kamarnya.
"Kapan kamu akan pindah ? biar kami yang menyiapkan semuanya," tanya Ayah Edi.
"Hari minggu mungkin sebelum kita masuk kerja Icha sudah ingin pindah, tapi kita mau liburan dulu sebelum masuk kerja," Ujarnya.
"Kalian mau liburan kemana biar Ayah yang bayar sebagai hadiah pernikahan kalian?"
"Ayah gak perlu repot kami sudah punya tiket gratis dari teman nya Icha, Dia membelikan kami tiket liburan ke bali, "
__ADS_1
"Wah hebat dong teman Icha sepertinya orang kaya, " Ucap Bunda antusias.
"Tentu saja, perusahaannya ada di mana-mana, " Jawabnya tersenyum masam.
"Apa jangan-jangan teman Icha itu pri dan kamu cemburu? " Tanya Bunda Cici tergelak sedangkan Ayah hanya geleng-geleng kepala.
"Ya cemburu lah apalagi itu mantan pacarnya, tapi aku bisa apa kalo gak mau berangkat Icha pasti kecewa, "
"Sudahlah kalian kan sudah menikah lagian Icha istri kamu sekarang kamu harus percaya kalo Dia mencintaimu, kamu juga jangan gampang marah atau cemburu harus sabar jangan sampai kecemburuan kamu membuat Icha gak nyaman, " Ucap Ayah bijak.
"Baiklah, aku akan sabar, "
"Bagaimana Distro mu, apa ada kemajuan? "
"Alhamdulilah Yah, mudah-mudahan semuanya lancar. "
Selama ini Abang memilih menjalani bisnis kecil-kecilannya hingga menjadi besar sampai sekarang.
Mereka pun berbincang hangat hingga tak terasa sudah mulai larut, Abang pun pamit ke kamar duluan.
.
Icha sendiri sudah mulai mengantuk Dia merebahkan tubuhnya di kasur, dan tak lama Dia pun terlelap.
"Kasian pasti kecapean," Ujarnya mengelus kepala Icha sayang ,melihat Icha memakai kemeja kebesaran miliknya.
"Aku sampai lupa bawa baju kamu di mobil sayang, maaf ya, " Ujarnya.
Lantas Dia ke kamar mandi dan mengganti baju nya dengan piama tidur.
Setelah itu Dia merebahkan tubuhnya di samping Icha dan memeluk tubuh istrinya itu, Icha pun semakin nyenyak dalam pelukannya.
Hingga pagi menyapa Icha tidur dengan nyenyak saat terbangun sudah mulai terdengar Adzan subuh, Dia pun segera bagun setelah terlepas dari pelukan suaminya .
Icha pun membersihkan diri, setelah itu Dia membangunkan suaminya yang masih terlelap.
"Sayang bangun, " Ujarnya menciumi pipi suaminya.
Abang pun menggeliat dan malah memeluk Icha dalam pelukannya, Dia menenggelamkan leher nya di curuk leher istrinya itu.
"Kamu wangi banget sayang, " Ujarnya memberikan beberapa tanda di sana.
"Issshh... sayang bangun gak? aku udah mandi nih kamu mah bikin rusuh aja, " Ujarnya melepaskan diri dari sana.
__ADS_1
Icha pun berlari menjauh dari sana, sedangkan Abang hanya terkekeh melihatnya.
"Awas ya sayang habis ini habis kamu, " Ujarnya terbangun dan masuk ke kamar mandi sedangkan Icha hanya geleng-geleng kepala.
Dia membereskan kamar tidur nya, Abang pun selesai mandi dan Icha pun kembali ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Mereka pun sholat subuh berjamaah di rumah, setelah selesai Icha seperti biasa mencium tangan suaminya.
"Cantik banget sih istri siapa ini? makin hari Aa makin sayang, " Ujar nya mencium kening nya dan Icha pun tersipu malu.
"Aa, maaf bisa tolong ambilin baju aku di mobil, aku lupa bawa ganti, " Ujarnya memelas.
"Tentu saja sayang apa sih yang enggak buat kamu, tunggu bentar ya nanti Aa ambilin tapi setelah ini, " Ucap nya tersenyum nakal.
Dia pun membopong istrinya ke atas kasur, meskipun Icha masih cape tapi Dia harus menjalankan kewajibannya.
Suara ******* mengiringi peluh yang bercucuran, meskipun udara dingin tapi mereka malah basah dengan keringat.
"Makasih sayang, " Ucapnya mencium kening Icha, setelah mereka bercinta Abang pun merebahkan tubuhnya di samping Icha.
"Kenapa sih gak kedengeran suara nya, Aa kan kangen sama ******* kamu sayang, " Ujarnya, namun Icha malah menutup wajah nya yang bersemu merah dengan tangan sungguh Dia sangat malu.
"Kenapa, ko malah di tutup Aa suka liat wajah kamu seperti itu imut banget, " Ujar nya terkekeh.
"Isshh.. apaan sih A, " Ujarnya mencubit pinggang suaminya itu.
"Aduh sayang ko KDRT sih, baru juga 3 hari menikah harus nya di sayang kaya gini, " Ujarnya merusuh di leher Icha.
"Sayang ihh udah geli tau..., ayo bangun liat udah siang tuh, " Ujarnya menunjuk jendela yang mulai terlihat terang.
"Lagi yuk? " Ucap nya menaik turunkan alisnya sambil tersenyum nakal.
"Enggakk.... " Ucap Icha menarik selimut dan berlari ke kamar mandi.
"Kamu tuh bikin gemes tau yang, makin love-love deh, " Ujarnya seraya memakai boxernya, tak lupa Dia juga mengambil kaos dan juga trening langsung memakainya, Dia segera ke bawah mengambil baju istrinya di mobil.
Untung saja di bawah masih sepi dan belum ada siapa-siapa jadi Abang bisa tenang, dan cepat kembali ke kamar.
Icha pun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang tergurai basah.
"Sayang tuh baju kamu, Aa mandi dulu, " Ujarnya menunjuk paperbag di atas kasur,Icha pun mengangguk.
Setelah rapi Icha mengeringkan rambutnya dengan hairdryer sambil menunggu suaminya mandi.
__ADS_1
"Sayang baju kamu udah aku siapin di atas kasur,"Ucapnya setelah mendengar pintu kamar mandi terbuka sedangkan Dia sibuk memoles wajahnya.