Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Kebingungan Naura


__ADS_3

Revan pun akhirnya memutuskan membeli bubur secara online, karna dia tak tega melihat kondisi Kaila yang masih nampak lemah bahkan wajah nya pun terlihat pucat.


Revan pun akhirnya memanggil dokter keluarga untuk memeriksa keadaan istri nya itu.


"Gimana keadaan istri saya Om?" tanya Revan kepada Dokter Harun.


Revan menceritakan tentang luka yang di terima istrinya itu akibat pemukulan dari perampok tadi malam.


Dokter paruh baya itu nampak tersenyum melihat Revan yang nampak sangat khawatir kepada istrinya itu.


"Tenang lah dia baik-baik saja, mungkin luka nya akan hilang dalam beberapa hari kedepan tapi kamu jangan khawatir gak ada luka yang serius ko," jawab nya memberikan beberapa obat Kaila butuhkan termasuk salep untuk luka luar nya.


Untung saja sebelum datang Revan mencaritakan keadaan Kaila dan luka memar nya.


Revan pun bernafas lega karna Kaila tidak kenapa-napa, dia pun mengantar kan Dokter Harun sampai ke depan pintu unit dan mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih banyak Om," ujar nya.


"Iya sama-sama, biarkan dia istirahat yang cukup agar tubuh nya bisa cepat pulih," jawab nya menepuk pundak Revan pelan.


Revan pun mengangguk Dokter Harun pun pergi meninggalkan nya, saat Revan akan kembali masuk dia di kaget kan dengan kurir yang mengantarkan bubur untuk Kaila.


"Terimakasih Pak," ucap nya memberikan uang kepada pak tua itu.


"Iya mas sama-sama, saya langsung pamit," ujar nya langsung di angguki oleh Revan.


Revan pun segera masuk dan membawa bubur itu ke dapur dia meletakan nya di dalam mangkuk sengaja membeli bubur dengan wadah plastik karna Kaila tak suka kalo beli bubur pake strepom.Tak lupa bumbu nya pun di pisah dengan plastik yang lain.


Revan pun membawa bubur ke dalam kamar, terlihat Kaila sedang duduk menyandarkan punggung nya di atas tempat tidur sambil bermain ponsel.


Dia sedang berkirim pesan dengan Cerry kalo hari ini dia tidak bisa masuk kuliah karna sedang sakit.


"Sayang ayo sarapan dulu kamu harus minum obat biar cepat sembuh," ujar nya duduk di depan Kaila dan siap menyuapi nya.


"Biar aku aja Mas, aku bisa sendiri kok," ujar nya merasa tidak enak.

__ADS_1


Apalagi Revan harus cuti kerja karna harus menemani nya di rumah, kalo saja tubuh nya sudah sehat Kaila pasti akan pergi ke kampus.Namun ternyata badan nya tak bisa di ajak kompromi rasanya badan nya sakit semua.


"Udah biar Mas aja, tangan kamu pasti masih sakit kan jangan terlalu banyak gerak biar cepet sembuh," ujar nya.


Walau pun tangan nya sedikit sakit namun dia masih bisa kalo hanya untuk memengang sendok. Namun Revan tetap memaksa menyuapi nya.


Kaila pun pastrah menerima apa yang Revan mau, gak tahu kenapa Kaila senang melihat Revan sangat menghawatirkan nya.


"Makasih mas, maaf merepotkan," ujar nya di sela makan nya.


Revan pun mengelus pipi Kaila dengan sangat sambil tersenyum, dia sangat senang karna Kaila mau menuruti nya.


Dering ponsel Kaila pun terdengar memecah keheningan diantara mereka ternyata Bunda Icha yang menelpon nya.


[Hallo asalamualaikum Cha] ucap Bunda di sebrang sana.


[Walaikumsalam Bun, gimana kabar nya] tanya Kaila, dia sangat senang sekali mendengar suara Bunda nya karna sudah lama dia jarang telponan karna Kaila sibuk dengan kuliah nya.


[Kabar Bunda sama yang lain nya alhamdulilah baik, gimana sama kamu sayang Bunda inget terus sama kamu takut kenapa-napa] ucap nya khawatir.


[Ya sudah kamu istrahat ya, cepat sembuh nanti main ke sini kalo libur semester] ucap Bunda Icha penuh harap.


Kaila pun menatap ke arah Revan dan suami nya pun menganggukan kepala nya tanda setuju.


[Baiklah Bun, salam untuk yang lain ya] jawab nya.


[Iya sayang, ya sudah bunda tutup ya Ayah kamu udah manggil asalamualaikum]


[Walaikumsalam] jawab nya.


Terlihat sambungan telpon sudah tertutup, Kaila pun menatap suami nya yang sedari tadi menatap nya.


"Kenapa?" tanya Kaila bingung.


"Enggak kok, ayo minum obat nya terus istirahat," ucap nya memberikan dua buah obat kepada nya.

__ADS_1


Kaila pun segera meminum nya dengan satu kali teguk, Revan pun tersenyum lalu mengelus pucuk kepala nya.


Setelah itu dia mengoleskan salep di pipi Kaila dengan pelan dan telaten, luka nya juga sudah tidak terlalu bengkak.


Setelah itu dia membiarkan Kaila berbaring istirahat.Revan tak membiarkan Kaila beranjak dari tempat tidur dia seharian ini menjaga nya sambil mengerjakan beberapa pekerjaan yang Sean kirimkan kepadanya.


.


Di tempat lain Naura nampak bingung melihat Mama Widya tiba-tiba melarang hubungan nya dengan Sean dengan alasan yang tidak jelas.


Beberapa hari yang lalu Naura memang sudah resmi bercerai dengan Ronal, dia sudah menyandang status janda dan itu tidak menyurutkan niat Sean yang ingin memperistri nya.


Sean bahkan berniat secepatnya akan menikahi nya,


"Kenapa sih Ma kok berubah pikiran bukannya Mama sama Papa udah setuju aku sama Sean?" tanya Naura bingung.


Sean memang sempat memberi tahukan bahwa Mama nya akan berkunjung minggu depan untuk melamar nya.


Namun tak tahu kenapa perasaan Naura tidak enak akan hal itu, dia juga bingung kenapa tiba-tiba Mama nya kekeh menolak Sean dalam hidup nya.


"Sayang dengerin Mama ya, kamu berhak bahagia tapi tidak dengan Sean dia bukan pria yang tepat untuk kamu sayang," ujar nya sendu.


"Maksud Mama apa sih Naura gak ngerti sama jalan pikiran Mama, jelasian apa alasan nya Ma," ucap Naura bingung.


"Pokok nya tidak ya tidak, Mama gak mau kamu sakit hati nanti nya," ujar Widya sedikit kesal dan masuk kedalam kamar nya.


Naura pun bingung harua bagaimana di sisi lain dia sangat berharap Sean menjadi suami nya, namun di sisi lain dia juga tidak mau kalo sampai Mama nya marah padanya.


"Sayang kamu kok di sini, dimana Mama kamu?" tanya Ivan yang baru saja pulang dari kantor.


Dia melihat Naura sedang duduk di depan rumah, tadi nya dia dan Mama Widya sedang menyiram bunga yang ada di depan namun karna pembicaraan nya Mama Widya sedikit marah dan langsung masuk meninggalkan nya


"Mama di kamar Pah," jawab nya.


Ivan pun mengangguk dan masuk ke dalam kamar, Naura pun bingung harus bagaimana dia pun berjalan naik ke atas tangga sambil melirik pintu kamar orang tua nya yanh tertutup rapat.

__ADS_1


Sebenarnya dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Mama nya hari ini, karna tak seperti biasanya dia akan marah.


__ADS_2