Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Pulang ke rumah


__ADS_3

Sore hari mereka akhirnya pulang ke rumah setelah membereskan beberapa kado ke dalam dua tas besar ,Abang membawanya di bantu security di sana memasukan ke dalam mobil.


"Kita langsung pulang kan, atau ada sesuatu yang mau di beli? "


"Iya langsung pulang aja A, gak tau kenapa Icha pengen langsung tidur agak sedikit pusing, " Jawabnya.


Abang pun menoleh." Kamu gak papa kam sayang, atau kita ki rumasakit muka kamu pucat, "


"Gak papa nanti di rumah minum obat juga sembuh pusing nya, "


Icha pun terus memejamkan matanya hingga tak terasa sudah sampai di depan rumahnya.


"Sayang ayo turun, kamu gak papa kan? " Ucapnya menyentuh bahu Icha, membuat Icha terbangun.


"Ahh sudah sampai ya, maaf Icha ketiduran, " Jawabnya tersenyum.


Mereka pun keluar mobil dan langsung masuk ke dalam rumah yang sudah terbuka pintunya.


"Asamualaikum? " Ujar mereka.


"Walaikumsalam, " Jawab mereka serempak, ternyata orang tua Abang pun ada di sana sedang berkunjung.


"Ini Dia pengantin baru kita baru datang, " ujar Adit.


"Bunda sama Ayah di sini juga?" Ujar Icha, menyambut tangan mereka bergantian setelah menyalami orang tuanya.


"Iya, biasa lah ngerumpi ya kan Bun? "


"Iya, kebetulan Ayah tadi cuma setengah hari ke kantornya pas liat Pak Harun ada di rumah ya udah kita minum teh bareng, " Jawab Bunda Cici.


Icha pun hanya tersenyum menahan pusing di kepalanya, membuat Abang segera bertindak.


"Kita ke kamar dulu ya, " Ujar nya, melirik Icha hanya diam saja.


"Ayo masuk, kalian pasti cape kan, " Ujar Ibunya.


Mereka pun masuk ke dalam kamar, Icha segera merebahkan dirinya di kasur setelah minum obat.


"A maaf, Icha minta tolong boleh ya pijitin kening Icha bentar, "


"Yakin gak mau ke dokter? aku khawatir takut kenapa-napa, " Ujar nya memijat kening Icha pelan.


Icha pun menggeleng, setelah beberapa menit berlalu Icha pun terlelap, dan Abang pun keluar dari kamar bergabung dengan yang lain.

__ADS_1


"Loh Icha mana? ko gak keliatan?" Ucap mereka heran.


"Tidur, katanya sakit kepala, "


"Ya sudah biarkan Dia istrirahat, mungkin kelelahan di tambah badan nya sedang tidak fit, gimana luka di kening nya apa sudah kering? "


"Sudah, tapi belum di lepas perbannya besok kita mau ke rumasakit sekalian cek, "


"Setelah kejadian kemarin Icha sering mengeluh sakit kepala, besok sekalian periksa lagi takut nya ada apa-apa, " Ucap Pa Harun, dan Abang pun mengangguk.


"Oh ya, mungpung lagi ngumpul Abang mau bicara sesuatu tentang kita kedepannya, Abang udah beli rumah di dekat kantor, biar gak terlalu jauh juga dari kantornya Icha mungkin lusa kami akan pindah, "


"Terus rumah yang di depan komplek gimana? bukannya udah kalian beli? " Ujar Bunda Cici.


"Udah, biar Adit yang tempatin kalo mau, "


Mereka membeli rumah itu satu bulan yang lalu saat teman Abang menawarkan nya dengan harga yang murah,dengan senang hati Abang membelinya karna rumah nya minimalis dan dekat dengan pusat kota juga dekat dengan kantornya.


Rumah dengan lantai dua itu, terdiri dari dua kamar di bawah dan satu kamar di atas.



Abang pun memperlihatkan poto rumah baru nya itu .


"Bagaimana menurut kalian? "


"Kami sangat bangga pada kalian yang ingin mandiri, tapi apa Icha setuju kalian secepatnya pindah?" Ucap Ayah Edi.


"Kami udah omongin tapi kalo masalah hari apa-apa nya belum, cuma Icha bilang iya aja gitu pas di ajak langsung pindah. " Jawabnya.


"Ya sudah kami serahkan semua pada kalian, kapan pun itu, "


Mereka pun terus berbincang hingga Adzan magrib berkumandang, Abang masuk ke dalam kamar nya setelah orang tuanya pamit.


Abang pun menyalakan lampu kamar dan segera membangunkan Icha yang masih terlelap.


"Sayang bangun, udah magrib, " Ujarnya menggoyangkan pundak Icha.


Icha pun mengerjap seraya membenarkan kerudung nya.


"Maaf, aku terlalu pulas ," Jawabnya langsung duduk bersandar di ranjang.


"Apa masih pusing? " Icha pun menggeleng.

__ADS_1


"Udah mendingan ko, ayo kita berjamaah magrib , Aa dulu yang ke kamar mandinya nanti Icha, " Abang pun mengangguk dan mengelus kepala Icha dengan sayang.


Setelah sholat berjamaah mereka pun bergabung makan malam dengan keluarga nya di bawah.


Icha pun mengambilkan nasi untuk suaminya. " Segini cukup A? " Abang pun mengangguk, Icha pun mengambilkan beberapa lauk dan menyerahkan pada suaminya.


Lalu mengambil untuk dirinya sendiri, Icha cukup tau tata cara melayani suami karna melihat Ibunya yang seperti itu setiap hari.


"Gimana kepala mu masih sakit nak? " tanya Ibu.


"Udah sembuh Bu, Icha tadi udah minum obat, " Jawabnya.


"Makan yang banyak, dan minum vitamin ingat kata dokter jangan kecapean apalagi banyak pikiran, sekarang kalian sudah menikah saling jujur dan terbuka biar gak saling curiga, dan kamu Cha kalo ada masalah jangan kamu pendam sendiri ," Pa Harun pun memberi wejengan.


"Iya Pa, Icha ingat ko, "


"Pokonya kalo punya masalah jangan sampai di pendam sendiri sampe sakit baru cerita, Ibu gak mau itu terjadi Bude udah mewanti-wanti kalo kamu suka gitu dari dulu jangan di biasakan, "


"Iya iya ih bawel pisan, Icha kan udah gede bu gak perlu di ingetin lagian kan ada suami Icha yang ngingetin Iya gak A, " Ujarnya memainkan alis nya, sedangkan Abang hanya tersenyum.


"Ifa kemana kok gak keliatan? apa belum pulang, " tanya nya lagi,melirik kursi adik nya kosong.


Mereka pun akhirnya selesai makan, saat akan masuk kamar Icha berpapasan dengan Ifa yang baru saja datang.


"Dari mana jam segini baru pulang? "


"Dari bengkel teh motor Ifa mogok sekalian aja servis yang lainnya, eh ketemu temen lama malah ngerumpi deh,"


"Ah kebisaan kamu mah, mandi sana bau acem jangan di biasakan keluyuran habis kuliah langsung pulang, "


"Siap teteh ku, Ifa masuk kamar ya selamat malam. "


"Eh tunggu, "


"Apa lagi, Ifa udah gerah nih."


"Kemarin yang ngasih kado warna pink siapa? "


"Gak tau Ifa lupa, lagian kado nya banyak banget ihh yang Ifa ingat cuma yang tadi pagi aja, apa isinya kak kotak nya kecil banget?"


"Gak tau belum di buka, teteh juga lupa untung kamu ingetin, "


"Ya udah gak ada lagi yang mau di tanyain kan? barang-barang seserahan ada di kamar teh Irma, besok Ifa bantu beresin, "

__ADS_1


"Ya udah, terserah kamu aja lah, "


Mereka pun masuk kamar masing-masing, Abang masih bergabung bersama keluarga di bawah.


__ADS_2