
Icha pun terbangun dan memegangi kepalanya yang yang masih sakit.
"Dimana ini.Kepalaku sakit sekali," gumannya.
Tak lama kemudian Dokter Anisa masuk ke dalam ruang rawat Icha.
"Anda sudah sadar, apa ada yang sakit?" tanya Dokter cantik itu.
"Kepala saya sakit, kenapa saya bisa ada di sini?" tanya nya.
"Tadi anda pinsan, dan suster membawa anda kemari," jawabnya.
"Oh iya saya ingat, terimakasih banyak Dokter,"
"Sebaiknya anda di rawat saja di sini,biar kondisinya setabil," ucap Dokter itu.
"Saya sudah sehat Dok, saya ingin pulang saja," jawabnya.
"Baiklah kalo begitu, jangan terlalu cape dan banyak pikiran kasian bayi yang anda kandung masih lemah," ujarnya dan Icha pun mengangguk.
Dokter pun keluar setelah memberikan resep obat yang aman untuk nya.
Icha pun di bantu suster membuka infusnya, dan segera menebus obat.
Setelah selesai Dia segera pulang mengendarai mobil nya dan hari pun sudah mulai sore.
"Asalamualaikum," ucap Icha membuka pintu yang tidak terkunci, terlihat mobil suaminya juga sudah ada di sana.
"Walaikumsalam," jawab Abang dari dapur.
Icha pun masuk ke dalam kamar, Dia masih merasakan pusing di kepalanya, mungkin epek belum makan jadi pusing.
"Ko jam segini baru pulang?" tanya Abang bersandar di pintu kamar melipat kedua tangannya di dada.
"Iya tadi ada urusan dulu," jawab Icha membuka hijabnya.
"Pantas saja gak mau di antar jadi habis ketemuan sama mantan," ucap Abang kesal.
"Maksud kamu apa, mantan siapa?" Icha pun menoleh Dia nampak bingung dengan ucapan suaminya.
"Bukannya kamu tadi habis ketemuan sama mantan kamu di Cafe," ujarnya tersenyum sinis.
__ADS_1
"Aku gak tau kalo ka Rama yang jadi Klien nya Mas Awan, kalo tau juga gak apa-apa kan aku kesana tidak sendiri ada kak Ivan dan Mas Awan juga kak Bagas, tanya pada mereka apa yang aku lakukan di sana," ucap Icha kesal, Dia langsung masuk ke kamar mandi dan menguncinya.
Icha pun menangis memegangi dada nya yang terasa sesak.
"YaTuhan kenapa jadi begini, kalo aja aku tau dari awal aku gak bakalan mau ketemu sama ka Rama," gumannya sambil terisak.
Icha pun mengguyur kepalanya dengan Sower agar sedikit tenang.
Setelah mandi Icha keluar dari kamar sudah memakai baju lengkap.
Abang pun sudah tidak ada di sana, Icha pun ke dapur mencari buah dalam lemari es.
"Kemana Dia, harusnya aku yang marah melihat Dia dengan wanita lain tadi," gerutunya kesal.
"Kenapa sih aku gak bisa marah, dan selalu saja kalah sama Dia," tambahnya, Icha pun memotong buah apel dan memakannya.
.
Di sisi lain Abang sedang berada di mini market Dia belanja beberpa minuman keleng dan juga cemilan.
Abang pun duduk di depan minimarket itu sambil menghisap satu batang rokok, sudah lama Dia berhenti merokok namun saat sedang kesal Dia akan berlari lagi ke Rokok.
Saat Icha pergi Abang pun membuntutinya saat melihat Icha masuk ke dalam Cafe dia juga melihat Rama yang juga ada di sana, pikirannya kemana-mana, Dia berpikir Icha sengaja bertemu dengan Rama tanpa sepengetahuannya.
Setelah melihat Rama masuk ke dalam Cafe, Dia langsung pulang dengan wajah kesal nya Dia langsung ke rimasakit saat ingat dengan wanita yang kemarin melahirkan.
Kemarin Abang di telpon wanita itu yang mengeluh sakit perut, Abang pun membawanya langsung ke rumasakit sampe lupa menjemput Icha di kantor.
"Terimakasih banyak Kak, sudah membiayai kami selama ini," ucap Wanita itu.
"Tidak Apa-apa sudah jadi tugas saya menggantikan kewajiban suami kamu yang terbaring koma di rumah," ucapnya,
Abang sangat menyesal karna telah menabrak suami dari wanita itu selama satu bulan Abang bolak balik ke Jogja untuk menjenguk laki-laki yang bernama Arman itu, hingga Dia membawanya ke Bandung karna di sana mereka tidak punya saudara.
"Apa kita akan pulang sekarang?" tanya Anita ~ Ya wanita yang sering Abang kirim uang adalah Dia Anita zara.
"Iya saya sudah membayar semuanya, Mari saya antar kamu pulang," ujarnya Anita duduk di kursi roda dan Abang pun membantu mendorong nya.
Saat sedang di luar kota Abang tak sengaja menabrak laki-laki muda itu, hingga saat ini lali- laki itu terbaring koma, Abang sudah membawanya ke Bandung untuk berobat di sana, dan tanpa di sangka istri dari laki-laki itu sedang hamil muda saat suaminya kecelakaan,Abang pun merasa bersalah dengan semua itu.
Setelah sampai di rumah Anita, Abang pun segera pulang kerumahnya.
__ADS_1
Flasback Off
Abang pun kembali ke rumah nya, sudah ada makanan di meja makan pasti istri nya yang masak Dia pun masuk ke dalam kamar mereka namun tak menemukannya.
Dia pun mencari Icha kemana-mana namun tidak ketemu.
"Kemana Dia mobil nya ada tapi orang nya hilang ntah kemana," gerutu nya kesal.
Icha sendiri sedang mengerjakan pekerjaannya di kamar tamu Dia sangat malas sekali bertemu dengan suaminya itu.
"Terserah apa mau mu aku tidak peduli," ujar Icha yang sama kesal nya, mungkin karna sedang hamil hormonnya naik turun tidak seperti biasanya Dia yang selalu mengalah.
Hari pun sudah mulai gelap, Icha pun keluar kamar menuju musola karna di kamar tamu tidak ada mukena.
Saat akan sholat Dia berpapasan dengan suaminya, namun Icha hanya diam saja tanpa berkata sepatah kata pun.
Dia pun sholat seperti biasa tanpa menghiraukan suaminya namun saat sudah selesai Abang memulai pembicaraan.
"Sampai kapan kamu diemin aku terus, bukanya minta maaf ko malah kaya gini," ucapnya membuat Icha semakin geram.
"Atas dasar apa kamu nyuruh aku minta maaf, aku akan minta maaf kalo aku salah tapi kalo ini aku gak ngerasa salah dan tuduhan yang kamu bilang itu gak benar," ucap Icha membenarkan hijabnya.
"Terus aku harus percaya gitu aku liat dengan mataku kalo kalian bertemu di Cafe," Abang pun tersulut emosi.
"Sudahlah aku pusing, cuma masalah sepele aja kamu bikin ribet gimana dengan kamu yang gak jujur sama aku selama ini, katakan apa yang kamu sembunyikan dari aku," ucap Icha terisak.
"Apa maksud kamu, aku tidak pernah menyembunyikan apa pun dari mu, aku selalu jujur," jawabnya.
"Oke terserah kamu," ujar Icha meninggalkannya.
"Icha tunggu mau kemana kamu, aku belum selesai bicara kamu nuduh aku berbohong agar kamu bisa menyembunyikan kesalahan kamu iya,"
"Apa lagi sih A, udah ya aku cape malas bertengkar dengan masalah yang hanya sepele ini,"
"Kamu bilang sepele hah.. jika kamu tidak nyaman denganku pergi sana temui laki-laki itu dan jangan pernah kembali," Abang pun menaikan nada bicara nya, membuat Icha diam baru kali ini Dia di sentak oleh suaminya.
"Terus Aa mau nya apa, aku harus apa, apa aku harus bersujud di kakimu dan meminta maaf dengan kesalahan yang tidak aku perbuat, sekarang Aa ngusir aku iya oke aku akan pergi sesuai dengan yang kamu mau agar kamu bisa membawa perempuan lain ke rumah ini," ujar Icha sambil terisak.
"Bukan begitu maksud ku," ucap Abang sedikit menyesal karna sudah berbicara seperti itu pada istrinya.
"Sudah lah aku cape ingin istrahat jangan ganggu aku," ucap Icha masuk ke kamar tamu dan menguncinya dari dalam.
__ADS_1