
Acara pun semakin malam semakin ramai para tamu semakin banyak yang menghadiri.
Icha dan Ivan pun mengucapkan selamat pada pengusaha Muda itu, Pemuda itu baru saja menjabat sebagai CEO di perusahaan Ayahnya, sedangkan Abang menunggu bersama orang tuanya.
"Selamat Pak Adrian," ucap Icha ke pada Ayah pemuda itu.
"Sama-sama Nak Icha, Pak Ivan atas kehadirannya dan Ini Adam anak saya yang akan menggantikan saya saat Metting bersama Pak Hermawan dan kalian," ucap Pa Adrian.
Dan mereka pun mengangguk sambil menyalami Adam yang terlihat gagah.
Namun Icha merasa risih karna Adam terus memperhatikannya sambil tersenyum.
"Ya sudah kalo begitu kami permisi," ucap Icha sopan dan diangguki pak Adrian, Dia pun menarik tangan Ivan pergi dari sana.
"Apaan sih Cha?" bisik Ivan.
"Aku gak nyaman ih berada di sana, lagian kasian ih suami aku di tinggal sendiri," ucap nya.
"Yehh kirain apaan, sana temuin laki kamu aku mau ke sana dulu," ucap nya dan Icha pun mengangguk.
Icha pun berjalan menemui Abang yang sedang duduk.
"Udah sayang?" Icha pun mengangguk.
"Aa ketoilet bentar ya," ucapnya.
"Jangan lama-lama," ucapnya dan Abang pun mengangguk.
Saat Dia akan duduk seseorang menepuk punggung nya pelan, dan Icha pun menoleh.
"Icha kamu di sini juga, apa kabar?" tanya wanita cantik yang terlihat cantik meski sudah berbadan dua itu.
"Ya Tuhan Ka Viona, kabar ku baik kangen ih," ucap nya langsung memeluk Viona, Dulu saat di Jogja Dia sangat dekat dengan keluarga Viona apalagi dengan Anisa ibunya.
"Kakak juga kangen sama kamu sayang, kamu sama siapa ke sini?" tanya nya .
"Sama suami aku dan juga Kak Ivan teman kantor ku, kakak sama Siapa?" ucapnya basa basi, Icha sudah tau pasti Viona bersama Desta .
"Sama Desta, itu Dia," tunjuknya pada sekumpulan pria yang sedang berbincang.
"Dah gak enak nih filing gue, Ya Tuhan jangan sampai perang ke 3, Aa paling gak suka kalo gue ketemu mantan, tapi gak salah gue kan ini kebetulan. batin Icha.
__ADS_1
"Yuk duduk, kakak pasti pegal," ujarnya membantu Viona duduk di kursi .
"Aku seneng banget bisa ketemu kamu di sini Cha, kamu jarang banget ke Jogja ya sekarang?"
"Aku sibuk kerja kak, lagian udah rumah tangga mah mana bebas kaya dulu atuh," jawabnya sambil terkekeh.
Tiba-tiba Abang datang menghampiri mereka,sedikit bingung ada wanita yang dekat dengan istrinya.
"Sayang siapa?" bisiknya.
"Masih ingat gak A, ini kak Viona Dia teman aku kita udah pernah ketemu waktu di Jogja," ucapnya.
Senang bertemu denganmu," ucap Abang mengulurkan tangannya, Viona pun menyambutnya dan tersenyum.
"Suami mu cakep Cha kaya oppa-oppa korea," ucap nya sambil mengelus perutnya.
"Hhaa... Kakak bisa aja, ngomong-ngomong udah berapa bulan?" tanya Icha.
"Mau jalan 7 bulan Cha, kamu sendiri gimana udah isi?" ucap Viona, sedangkan Abang hanya diam menyimak.
"Alhmdulilah udah 2 bulan kak," jawabnya.
"Syukurlah kalo begitu, kapan-kapan main dong ke rumah Mama nanyain kamu terus" Ucapnya dan Icha pun hanya mengangguk.
"Ayo duduk liat nih aku ketemu siapa?" ujarnya menunjuk ke arah Icha dengan matanya sambil tersenyum.
Desta pun replek menoleh lumayan kaget dan sedikit kaku bisa ketemu lagi dengan Icha.
"Icha... " ucap Desta sepontan.
"Iya, mantan terindah kamu," jawabnya sambil tertawa pelan.
"Kakak ih jangan gitu, itu mah masalalu gak usah dibahas," ucap Icha tersenyum hambar sambil menepuk tangan Viona yang masih terkekeh.
"Bagaimana kabarmu Cha?" tanya Desta basa-basi.
"Baik, kakak sendiri bagaimana?" tanya Icha balik.
"Alhamduliah aku juga baik," Desta pun berbaur bersama mereka walaupun dengan suasana canggung.
Icha yang duduk di sebelah Viona kini mereka berbincang hangat seputar kehamilan.
__ADS_1
"Kamu makin cantik aja Cha setelah menikah, aku kira kamu bohong saat bilang mau nikah eh tau nya patahati sedunia," ujarnya tertawa.
"Ahh kakak mah bisa aja, siapa juga yang patah hati sama aku ?"
"Tuh suamiku sama Kak Rama, tau gak saat Dia dengar kamu punya pacar baru Dia marah tau kasian banget saat liat kondisinya saat itu, gak tau kenapa akhirnya kita bisa berjodoh, Dia selalu bilang selalu sayang sama kamu Cha," ucap nya terkekeh dan sedikit berbisik.
"Terus kakak gak marah gitu suami sendiri masih sayang sama wanita lain?" tanya Icha menggelengkan kepalanya dengan suara nya yang pelan juga.
"Kita itu berbeda Cha, kamu nikah atas dasar cinta sedangkan aku hanya sebagai popularitas saja kita menikah kontrak, sama-sama saling menguntungkan aku juga tidak cinta kepadanya,"
"Ya Tuhan Apa-apaan ini, jangan becanda kak terus anak ini gimana?" tanya Icha.
"Ini terjadi karna kesalahan kita Cha, dan Kami juga tau akan hal itu kita sama-sama dewasa dan saling membebaskan apalagi aku masih ingin berkarir mungkin setelah melahirkan Mama yang akan mengasuh anak ini," ujarnya.
Hal itu membuat Icha tak percaya, Dia menutup mulut nya semua kemesraan yang Dia lihat hanya pura-pura.
"Kakak kenapa gak buka hati kakak buat Dia, kasian anak kalian," usulnya.
"Hhaha itu gak mungkin Cha, Dia bukan tipe aku dan aku juga bukan tipe Dia tau kan Tipe Dia kaya kamu mana bisa aku," jawabnya.
Icha pun hanya tersenyum hambar, tidak bisa mengerti dengan pasangan ini, untung saja pembicaraan mereka tidak terdengar oleh orang lain.
Di sisi lain Desta ngobrol bersama Abang mereka hanya terhalang meja namun pembicaraan mereka tidak terdengar oleh Icha dan Viona.
"Hebat kamu bisa dapetin Dia, aku harap kamu bisa bahagiakan nya," ucap Desta.
"Tentu saja, kami akan selalu bahagia karna kami tumbuh bersama jadi aku tau sifat Icha bagaimana dan Aku berterima kasih padamu telah menjaga jodohku selama ini," ujar Abang tersenyum bangga, sedangkan Desta tersenyum masam.
Jujur dalam lubuh hati Desta yang paling dalam Dia masih sangat menyayangi Icha, namun Dia sadar kalo cinta tak harus memiliki.
"Aku titip Dia, selalu buat Dia tersenyum jangan pernah mengecewakannya apalagi buat Dia menangis," ucapnya dan Abang pun mengangguk .
"Jangan pernah membenci orang-orang yang pernah mencintai Icha atau pun mantannya karna Dia dewasa dan kuat seperti ini karna kepahitan di masalalunya, aku yakin kamu orang yang tepat untuknya, karna selama dua taun aku bersamanya Dia tidak pernah benar-benar mengungkapkan perasaannya padaku, bahkan untuk memegang tangannya pun aku ragu, Dia seperti menganggapku Kakak sama seperti ke Mas Febri," ungkapnya dan Abang pun mengangguk.
Dan hal itu membuat Abang bahagia, karna Dia yakin walaupun Icha pernah berpacaran dengan yang lain, tapi hati nya hanya untuk dirinya seorang.
"Sayang ayo kita pulang," Ajak Icha yang mulai mengantuk.
"Istri kamu nih gak bisa kalo di ajak begadang," ucap Viona.
"Ya begitu lah Kak," jawab Abang.
__ADS_1
"Ya sudah kita duluan ya Kak," ucap Icha memeluk viona, terus bersalaman dengan Desta.
Dan Abang pun ikut bersalaman dengan mereka setelah itu pergi meninggalkan pesta yang terlihat masih ramai.