Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Senam pagi


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Icha, Mega pun segera mandi dan ganti baju Dia memakai tangtop dan juga hot pan satu jengkal di atas paha, hari ini Dia memasak untuk Iqbal, biasanya Iqbal akan pulang dan makan siang di rumah.


"Asamualaikum, "Ucap Iqbal membuka pintu rumah dan menguncinya Dia berjalan mendekati Mega yang sedang memasak di dapur , Mega tak menyadari menyadari kalo suaminya sudah pulang.


"Sayang ngangagetin aja, " Ucap Mega setelah merasakan ada tangan melingkar di perutnya, Mega hampir saja menjerit namun saat mencium parpum suaminya Dia pun melirik sambil tersenyum.


"Maaf, kamu lagi masak apa harum banget, " Ujarnya menciumi pipi Mega gemas.


"Sayang duduk dulu ya aku benar-benar geli, " Mega pun menghidang kan beberapa menu di sana.


Kini mereka menempati peninggalan neneknya Iqbal,rumah dua tingkat dengan dua kamar di atas dan tiga kamar di bawah, biasanya pada saat hari raya anak cucunya akan berkumpul di sana.


Iqbal pun duduk di sana, sambil menompang dagu menyaksiakan istri kecilnya sedang memasak.


Mega pun menghidangkan berbagai macam lauk di sana, tak lupa Dia juga mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Segini cukup? " Ujar Mega menyendok nasi untuk suaminya.


"Udah cukup, lauknya ini aja dan ini, " Ujarnya dan Mega pun menuruti permintaannya,setelah memberikannya kepada Iqbal, Dia juga mengambil untuk dirinya.


"Tadi ketemu sama Icha? " Tanya Iqbal di sela makannya.


"Ketemu, kita juga ngobrol banyak Dia semakin sibuk apalagi acara pernikahannya sudah mulai dekat, " Ujarnya.


"Ya begitu lah kalo menikah penuh persiapan ini lah itu lah tetap saja ada yang kurang, beda dengan kita yang dadakan gak terlalu pusing mikirin, " Ucap Mega tersenyum.


"Maaf ya belum bisa bikin resepsi buat kamu, dan belum bisa bahagiakan kamu, "Ujar Iqbal mengambil tangan kiri Mega menggenggam nya erat.


"Jangan seperti itu, aku yakin suatu saat Ayahku pasti akan merestui kita,ayo yakin semua akan baik-baik saja, " Ujarnya.

__ADS_1


Mereka pun meghabiskan makanannya dan Mega segera mencuci piring bekas nya.


Namun Iqbal bukannya pergi, Dia malah memeluk tubuh istrinya itu dari belakang, membuat Mega risih.


"Sayang diem dong,ini udah mau selesai kok, " ujarnya, namun Iqbal malah semakin aktip menyusuri leher istrinya itu sedikit menghisap nya membuat Mega meremang.


Setelah selesai Mega pun mencuci tangan nya sambil menahan sesuatu yang membuat nya geli,Dia pun berbalik dan berhadapan dengan Iqbal.


Iqbal pun memberanikan diri mencium istrinya itu, meskipun ini bukan ciuman pertama bagi mereka, karna mereka sering melakukannya sebelum menikah namun saat sudah sah mereka menjadi canggung.


Mega pun merespon dan membalas ciuman itu, membuat Iqbal semakin bergairah Dia pun mengangkat tangannya masuk ke dalam kaos meraba punggung istrinya itu.


Iqbal pun melepaskan tali bra nya mengangkat kaos yang Mega pakai hingga terlepas,suasana sangat sepi membuatnya leluasa karna di rumah itu mereka cuma berdua.


Iqbal menggendong Mega ke kamar mereka yang tak jauh dari sana, Mega pun merasa malu karna pakaian atas nya sudah terlepas Dia pun menyembunyikan wajahnya di dada suaminya itu.


Mereka pun sampai di kamar, Iqbal pun merebahkan tubuh Mega di sana, Dia yang sudah tidak sabar pun membuka bajunya, dan pergulatan panas pun di mulai.


Di sisi lain Icha sedang berada di kamarnya, Dia sedang bersiap akan pergi bersama Abang.


"Teh lagi apa? " Ujar Ifa yang baru saja datang.


"Lagi bersiap, teteh mau pergi sama Abang, " Ujarnya. " Kamu tumben gak keluar? "


"Ini kan udah keluar, baru juga sampai, " Jawabnya merebahkan tubuhnya di kasur, Ifa baru saja pulang dari rumah Mita, sedangkan sehabis senam Icha langsung pulang.


"Maksud teteh tuh, keluar sama pacar kamu, " Karna selama di rumah Icha tidak pernah sekali pun melihat Ifa membawa pacar.


"Ifa jomlo teh, cariin Ifa cowok dong ,pasti di kantor teteh banyak cowok cakepnya, "Ujarnya menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Hadeh, kakak senior mu mau di kemanain bukanya kalian dekat, " ucap Icha karna Dia pernah melihat seorang pemuda menunggu Ifa di depan gerbang.


"Ah itu mah cuma teman teh gak lebih, Ifa pengan nyari yang serius kaya teteh, " Ujarnya membuat Icha geleng-geleng kepala.


"Kamu tuh ya, kuliah yang bener bukannya mikirin cowok mulu lagian masih kecil juga, " ujar nya membuat Ifa kesal.


"Tu kan teteh mah ,siapa juga yang mikirin cowok, "


"Ya udah, teteh berangkat ya ," ujarnya dan Ifa pun mengangguk.


Icha pun pamit kepada Orang tuanya ,Dia ada urusan sebentar bersama Abang.


"Icha pamit ya, Asamualaikum, " Ucapnya setelah menyalami dan mencium tangan kedua orang tuanya.


"Walaikum salam, hati-hati di jalan, " Ujar Bu Yani.


Icha pun keluar rumah, sudah ada Abang di sana menunggu di mobil depan gerbang rumahnya, Icha pun segera masuk dan mobil pun melaju.


Di sisi lain Pa Edi sedang berdebat dengan ibunya yang baru satu minggu tinggal di sana.


"Ed kamu yakin akan menikahkan Abang dengan anak tetangga mu itu, apa kamu sudah tau sifatnya? " Ujar Bu Asmar, Dia selalu saja membuat masalah bersama Nur.


"Sudahlah Bu, jangan mulai kenapa sih, biarkan saja Abang memilih kebahagiaannya, "Ujarnya malas, Dia akan pergi kondangan dengan istrinya, sedangakan,Adit bermain futsan dari pagi sudah berangkat.


Bu Asmar pun heran, wanita seperti apa yang akan di nikahi cucunya itu karna Dia belum pernah bertemu dengan Icha.


Abang juga lupa mengenalkan calon istrinya itu kepada neneknya, sehingga membuat nenek berprasangka buruk terhadap Icha.


"Pasti wanita itu memakai guna-guna mana bisa wanita bar-bar masuk ke dalam keluarga kita, " Ujarnya, karna Nenek pernah bertemu dengan Ifa, jadi nenek yakin kalo sifat Icha sama dengan adiknya itu.

__ADS_1


"Ibu pasti akan tau,nanti juga Abang pasti mengenalkan calon istrinya, dan Ibu juga harus tau kalo calonnya itu sangat manja dan juga sombong, masa cuma gara-gara Nur numpang ke kampus aja gak boleh,"Ujar Nur terus menjelek-jelekan Icha.


Bu Asmar pun semakin tidak menyukai calon cucu mantu nya itu, walau pun Dia belum bertemu tapi Dia yakin kalo Icha bukan yang terbaik untuk cucunya.


__ADS_2