Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Akhirnya bertemu


__ADS_3

Ifa pun akhirnya sampai di rumahnya sore hari.


"Masuk dulu yuk mungpung orang tuaku ada di rumah," Ajaknya, mereka masih di dalam mobil.


"Apa gak papa, aku ko ngerasa takut ya, Bapak mu galak gak?" ucap Rey membuat Ifa terkekeh.


"Ya enggak lah ayo masukin mobilnya ke dalam," ujarnya membuka pintu mobil dan segera membuka pintu gerbang.


Rey pun mau tak mau ikut masuk ke dalam, Dia pun merapihkan baju dan juga rambutnya sebelum masuk rumah.


"Asamualaikum," ucap Ifa depan pintu.


"Walaikumsalam," ucap Bi Yani membuka pintu.


Eh Ifa baru pulang nak? Bawa tamu ayo masuk," ucap Ibu ramah.


Mereka pun masuk dan beramah tamah dengan Bapanya Ifa yang kebetulan ada di rumah.


Rey di sambut hangat di sana hanya pembicaraan ringan yang terjadi antara mereka.


Setelah itu Rey pun pamit pulang karna waktu sudah mulai gelap.


.


Amel pamit setelah Sholat magrib, Dia naik pesawat malam dan akan di antar oleh tetangga nya ke Bandara.


"Kamu hati-hati ya kalo ada apa-apa hubungi aku, jangan banyak pikiran jaga kandungan kamu baik-baik," ucap Amel memeluknya.


"kamu juga hati-hati kalo udah nyampe kasih kabar, sekali lagi terimakasih ya," ucap nya.


Setelah berpelukan Amel pun memeluk Nenek nya.


"Amel pamit ya Nek, Amel akan sering-sering pulang kalo ada waktu libur, kalo ada apa-apa hubungi Amel ya Nenek sehat-sehat di sini Do'akan Amel agar bisa di pindahkan ke kantor cabang di sini," ujarnya.


"Do'a terbaik untukmu, cucu Nenek anak yang baik semoga Tuhan selalu melindungimu nak," ujarnya mengelus rambut Amel.


Setelah Itu Amel pun berangkat bersama Andra.


"Ayo nak masuk di luar sangat dingin gak baik untuk kesehatan kamu," ujarnya mendengar Icha bersin-bersin.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, tak lama kemudian pintu pun di ketuk dari luar membuat mereka saling menatap.


"Apa Amel balik lagi Nek? mungkin saja ada yang tertinggal," ucap Icha.

__ADS_1


"Mungkin saja, biar Nenek yang buka kamu masuk duluan ya," ujarnya Icha.


Icha pun masuk ke dalam kamar nya karna mendengar bunyi telpon.


Sedangkan Nenek sari membuka pintu rumah.


"Asamualaikum," ucap nya.


"Walaikumsalam," jawab Nenek heran, siapa laki-laki itu malam-malam bertamu ke rumahnya.


"Maaf menggangu apa istri saya ada di sini?" tanya Abang ramah.


" Maaf istri, maksud saya siapa?" Nenek malah balik tanya.


"Icha maksud saya Nek, apa Icha masih ada di sini?" ucap nya.


"Oh Icha, apa kamu suaminya?" selidik Nenek memperhatikan penampilan Abang yang agak berantakan.


"Iya saya suaminya mau jemput Dia pulang," ujarnya, Abang pun menunjukan poto pernikahannya karna melihat wajah Nenek sedikit tak mempercayainya.


Setelah itu Nenek mengajak Abang masuk, Nenek menyuruhnya menyusul Icha ke kamar karna biasanya Dia akan ke masjid untuk Sholat Isya berjamaah.


"Masuk lah nak, istrimu ada di kamar, Nenek tinggal ke mesjid bentar ya, " Ujarnya.


"Tidak nak, Nenek senang ada yang mau berkunjung ke gubuk nenek ini," ujarnya, Setelah itu Nenek masuk ke dalam kamarnya dan keluar kembali.


"Ayo masuk kenapa diam saja," ucap Nenek melihat Abang ragu untuk menemui Icha.


"Nenek tinggal ya, Asamualaikum," ucapnya.


"Walikumsalam," jawab Abang.


Pembicaraan mereka mungkin tak terdengar ke kamar Icha, karna Icha tidur di kamar belakang agak jauh dari ruang tamu mau pun kamar nenek. Karna kamar tamu di sana hanya ada satu.


Abang pun mendekat ke kamar yang nenek tunjukan tadi.


Dia pun masih ragu untuk masuk, namun terlihat kamar terbuka sedikit sehingga terlihat Icha sedang berbicara di telpon.


"Maaf Mas tapi Icha gak bisa," ucap nya.


"...."


" Issh.. Mas mah gitu ih sama adek sendiri, kenapa juga bukan kak Ivan yang pergi, Icha kan udah ngundurin diri,"

__ADS_1


"..."


"Ihh nyogokk, oke kali ini aja ini juga Icha terpaksa, nanti kirimin alamatnya sekalian, udah ya Asamualaikum," Icha pun mematikan ponselnya.


Dan Abang hanya memperhatikan Icha dari belakang, sedangkan Icha belum menyadari kedatangan suaminya karna Dia menghadap ke jendela.


Abang pun memberanikan diri mendekat dan memeluk Icha dari belakang, dan Itu membuat Icha kegat.


"Ya Tuhan, lepasin Apa-apaan ini,jangan sentuh aku," teriaknya, Icha pun berontak ingin lepas karna Dia tau yang memeluknya adalah suaminya dari wangi parpum yang di pakainya.


"Sayang ini Aa, diem ya ini di rumah orang


jangan buat tetangga salah paham," bisik Abang, dan Icha pun berhenti berontak .


"Udah, lepasin aku lagian tau dari mana kalo aku di sin" tanya Icha heran karna tidak ada yang tau selain Amel.


"Sayang jangan marah lagi ya, aku minta maaf dan kamu salah paham tentang wanita itu, aku gak pernah selingkuh dengan siapa pun dan aku juga tau kamu setia padaku, ini hanya salah paham saja sayang, kumohon maafkan aku," Sesalnya mengelus perut rata istrinya, namun Icha hanya diam saja, hanya terdengar isakan kecil.


Abang pun membalikan tubuh Icha agar menghadap nya, Dia mengusap air mata Icha dengan ibu jarinya.


"Jangan nangis ya, kasian anak kita nanti Dia juga ikut sedih, "


"Dari mana kamu tau kalo aku hamil," ujarnya di balik isakan, Icha menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Aku sudah tau semuanya, maaf aku benar-benar bodoh dan gak peka, aku benar-benar menyesal," Abang pun memeluk Icha erat, jujur saja Icha sangat mengharapkan ini, karna Dia juga merindukan pelukan hangat suaminya.


"Udah ya jangan nangis lagi, Aa minta maaf jangan pernah pergi lagi," ujarnya mengelus rambut Icha yang tergerai.


Suasana terasa haru, Icha mau pun Abang sama-sama salah paham sehingga terjadi seperti ini, mereka pun duduk di kasur.


" Aa benar-benar minta maaf ya, jangan pernah tinggalin Aa lagi kamu harus tau wanita yang kamu lihat membawa bayi itu bukan siapa-siapa Aa, Dia Anita Zara istri dari orang yang tak sengaja Aa tabrak saat di Jogja." ujarnya.


"Terus gimana kondisinya?" tanya Icha.


"Dia koma dan di rawat di rumah mereka Aa bawa ke Bandung karna di Jogja mereka tak punya saudara, kejadiannya terjadi sebelum kita menika, kamu ingat Aa suka ke luar kota tiba-tiba itu karna melihat kondisinya," ujarnya dan Icha pun hanya menyimak.


"Kamu ko bisa kepikiran kabur kesini? apa kamu cuma sendiri?"


"Aku maksa Amel buat anterin aku ke sini, Amel temen kuliah aku waktu di jogja Dia sekarang kerja di Bandung, Dia asli orang sini yang tadi adalah Nenek nya, Amel langsung balik lagi karna besok harus bekerja," jawabnya.


"Maaf buat semua nya jujur Aa cemburu liat Rama bersamamu, dan maaf karna gak terus terang tentang masalah itu Aa belum sempat cerita " ujarnya.


"Aku juga minta maaf karna keluar rumah tanpa izin," ukar Icha menunduk.

__ADS_1


"Kamu gak salah sayang, Aa yang salah karna tidak mengerti kamu, semoga ini menjadi pelajaran untuk kita," Icha pun mengangguk.


__ADS_2