Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Tak sengaja bertemu


__ADS_3

Tak terasa tiga bulan berlalu Kaila sudah terbiasa dengan kampus nya itu, dia juga semakin dekat dengan Cerry kemana-mana selalu bersama.


Cerry mengingatkan nya pada Desi sahabat nya, saat dia memutuskan kuliah di Jakarta Desi nampak marah dan ingin ikut bersama Kaila kuliah di sana namun orang tua nya melarang karna Desi tak punya saudara di Jakarta kasihan nanti kalo harus menyusah kan Kaila.


Desi memang belum tahu kalo Kaila sudah menikah dan ikut bersama suami nya karna semua orang merahasia kan nya.


Begitu pula dengan Satria dia juga kesal karna Kaila tak memberi tahu keberangkatan Kaila ke Jakarta, merasa di hianati itulah yang Satria katakan.


Namun Kaila mengingatkan kalo dia sudah punya suami dan harus menuruti kemauan suami nya termasuk harus pindah rumah dan kuliah di sana.


Hari ini dia akan pergi ke Mall bersama Revan, karna selama tinggal di sana Revan tak pernah mengajak nya kemana-mana.


"Mau beli apa?" tanya Revan.


"Aku mau beli baju hangat," jawab nya sambil tersenyum.


Mereka pun membeli beberapa baju hangat untuk Kaila dan juga tas baru untuk nya kuliah, pada saat asyik memilih tas Kaila nampak syok melihat ada perempuan yang memeluk suami nya.


"Revan gue kangen banget sama loe," ujar nya.


Reflek Revan pun mendorong wanita itu, untung saja tidak terjatuh.


"Kok kamu kasar sih sama aku, bukannya kamu cinta banget sama aku," ujar wanita itu.


Dan Kaila menggelengkan kepala nya, apa ini alasan Revan tidak mau mengajak nya jalan- jalan?


"Mishel ngapain kamu di sini, kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi," ucap Revan kesal.


"Bukannya kamu janji gak bakal ninggalin aku, kamu bilang cinta mati sama aku," ungkap nya namun Revan menggelengkan kepala nya.


"Kita sudah berakhir dan jangan pernah berharap lagi aku mau kembali padamu,"


"Revan apa kamu lupa kita udah tidur bersama itu adalah bukti cinta kita," ujar nya.


Deg


"Apa kata nya?" batin Kaila.


Kaila pun segera pergi dari sana untuk menangkan hati nya yang kacau.

__ADS_1


Dia keluar dari Mall itu namun naas karna tak hati-hati dia pun terserempet mobil.


"Aww," ringis nya memegangi tangan nya yang nampak berdarah karna mencium aspal.


"Loe gak pa pa, sorry gue buru-buru gak liat kalo loe nyebrang," ucap Pria itu.


"Gak papa ko saya yang salah," jawab nya segera berdiri.


Pria itu nampak mengingat wajah Kaila."Loh kamu Kaila kan?"


Kaila pun reflek menoleh saat mendengar nama nya."Kak Remon maaf kak aku gak papa kok," ucap nya sedikit meringis.


"Ayo aku antar ke klinik sekalian jempuy saudara," ucap nya menarik tangan Kaila agar masuk ke dalam mobil.


"Gak usah kak aku gak papa kok," jawab nya.


"Ayolah Kaila liat luka kamu pasti sakit banget kan," ujar nya memberikan sapu tangan nya untuk menutup luka.


Kaila pun akhirnya menuruti apa yang Remon mau, dia duduk di samping Remon yang sibuk mengemudi.


Hanya sepeluh menit mereka sudah sampai di klinik tersebut namun mata nya langsung menatap sosok wanita cantik yang sedang berdiri di tempat obat.


Belum Kaila bertanya Remon sudah mendahului nya."Mba udah selesai?" tanya Remon meninggal kan Kaila yang nampak mematung.


Kaila pun langsung berlari memeluk wanita itu."Kak Naura aku kangen sama Kakak," ungkap nya sambil menangis.


Sedangkan Remon nampak tercengang melihat Kaila mengenal kakak ipar nya itu.


"Kaila kamu di sini sama siapa?" tanya Naura sedikit gugup, dia sudah lama tidak berkomunikasi dengan keluarga nya semenjak menikah suami nya melarang nya memakai ponsel.


"Aku sama Kak Remon," jawab nya sambil menunjuk ke arah Remon.


"Rey kamu kenal sama Kaila dimana?" tanya Naura.


"Kaila kuliah di kampus ku gak sengaja tadi ketemu.. ya ampun sampe lupa ayo kita obatin dulu luka kamu," ujar nya menarik tangan Kaila agar segera di periksa.


Setelah di periksa Kaila mengajak Naura ngobrol di salah satu bangku di taman yang tak jauh dari sana, sedangkan Remon sengaja meninggal kan mereka berdua alasan nya ingin membeli minum.


"Kamu tinggal dimana?" tanya Naura.

__ADS_1


"Aku tinggal di rumah Mama Dini Kak," jawab nya membuat Naura mengeryitkan dahi nya."cerita nya panjang aku kangen sama kakak,"


"Iya kakak juga kengen sama kamu," jawab nya sendu.


"Kakak tinggal dimana, apa aku boleh main ke rumah kakak?" tanya Kaila, namun Naura nampak diam seperti nya dia bingunh harus menjawab apa.


Melihat Naura kebingungan Kaila malah menceritakan tentang dirinya yang sudah menikah, dan itu membuat Naura syok namun Kaila mengatakan bahwa selama menikah dia tidak pernah melakukan selayak nya suami istri.


"Apa kalian tidur bersama?" tanya Naura heran dan Kaila pun mengangguk.


"Apa suami kamu itu tidak normal?" tanya nya lagi.


"Ya normal lah emang kenaps sih Kak kok tanya begitu?" tanya Kaila bingung.


"Biasa nya kalo tidur bersama pasti akan ada nafsu yang menggangu, apa selama ini suami kamu tidak pernah meminta hak nya?" Kaila pun menggeleng.


"Kenapa kamu saja yang minta itu sudah menjadi kewajiban kamu Kai melayani suami kamu, jangan sampai dia jajan di luar," ungkap nya.


Kaila pun teringat dengan ucapan Bunda nya yang selalu mengingat kan nya sebagai istri harus menuruti suami nya.


"Aku udah sering kok mancing dia pake baju **** tapi dia malah marah sama aku kak, mungkin dia takut aku hamil di usia muda" jawab nya sendu.


"Aneh banget suami kamu itu, kalo pun dia takut kamu hamil sekarang kan banyak alat kontrasepsi," ujar nya tak habis pikir atau jangan-jangan suami Kaila sama seperti suami nya yang tak mencintai nya.


Karna status mereka sama, menikah karna perjodohan.


Kaila nampak diam mendengar penjelasan Kakak sepupu nya itu.


"Kakak ngapain ke dokter sakit, sakit apa?" tanya Kiala menetralkan persaan nya.


"Cuma pusing," jawab nya.


Namun saat ingin bertanya lagi ternyata Remon datang dan mengajak Naura pulang.


"Kakak pulang dulu yah sudah sore," ujar nya dan Kaila pun mengangguk melihat Naura memeluk nya sebentar lantas meninggalkan nya.


"Apa yang terjadi dengan Kak Naura, seperti nya ada yang dia sembunyikan kenapa dia tadi bilang begitu yah?" guman nya.


Kaila tak sengaja melihat pipi Naura nampak memar dan ada sedikit darah kering di bibir nya, apa yang terjadi dengan Naura selama dua tahun menikah tak pernah ada kabar apa dia tidak baik baik saja.

__ADS_1


Kaila pun memutuskan untuk pulang karna waktu sudah mulai sore, ternyata lumayan lama dia di sana, Kaila meraih ponsel nya yang baru terasa bergetar oleh nya ternyats suami nya yang menelpon.


Kaila membiarkan nya saja lantas menyetop taxi agar segera sampai di rumah, sungguh pikiran nya sangat kacau sekali.


__ADS_2