
"Whatt? "
"Jangan gila lo nembak gw. " Ucap Ifa tersenyum sinin.
"Gw serius fa, gw cinta sama lo."
"Haha.. gw tau lo gak seriuskan, lagian sejak kapan lo cinta sama gw? kita gak sedekat itu ya, justru gw penasaran apa jangan-jangan lo kehabisan obat jadi kaya gini. " Ifa pun berdiri sambil gelung geleng kepala.
"Ge serius Fa, gw ngelakuin itu karna gw pengen dapet perhatian dari lo, gw suka sama lo dari dulu hingga sarang fa. " Ucap nya memeluk Ifa dari belakang.
"Terus mau di kemain cewe-cewe yang suka nempel sama lo, bukanya mereka pacar-pacar lo, gw gak mau mereka ganggu gw karna lo. " Ujarnya seraya melapas pelukan Rey, namun Rey semakin erat memeluknya.
"Gw gak punya pacar, gw sengaja bayarmereka agar deket sama gw agar lo cemburu namun lo seperti nya biasa saja hingga akhirnya gw menyerah, gw cinta sama lo. "
Ifa pun membalikan tubuhnya menghadap Rey, menatap matanya sungguh tidak ada kebohongan sama sekali.
"Gw percaya sama lo, tapi gw gak tau harus jawab apa gw takut ngecewain lo, karana gw gak ada sedikit pun perasaan sama lo Rey. "
"Apakah selama ini lo gak pernah anggap gw ada Fa, dari dulu gw selalu perhatiin lo sampai akhirnya lo memilih pacaran dengan Zaki. "
"Apa maksud lo, kenapa lo bisa tau gw pacaran sama Zaki, apa kita pernah satu sekolah. " jawabnya bingung.
"Tentu saja, gw yang tiap pagi ke kelas lo nyimpen bunga mawar di sana dan beberapa surat cinta,apa lo ingat? "
Kini mereka duduk bersebelahan di kursi.
"Apa jangan-jangan lo yang nolongin gw waktu kecebur di kolam renang? " Tanya Ifa, seraya menerawang saat dirinya kelas 11 penah tercebur ke kolam renang saat berantem dengan temannya sepulang sekola, Dia tidak ingat siapa yang menyelamatkannya, hanya melihat sekilas dan tidak jelas.
Dia mengira itu Zaki karna hanya Dia yang dekat dengan Ifa waktu itu, berbagai surat yang Ifa temukan di dalam bangku nya pun mengarah pada Zaki hingga akhirnya Ifa berpacaran dengan Zaki.
Rey pun menganggukan kepalanya" Maafin gw karna gak berani ungkapin perasaan gw dari dulu, setelah gw mendengar lo pacaran dengan Zaki gw perlahan mundur dan berusaha lupain lo, namun Tuhan berkehendak lain kita di pertemukan lagi sekarang. "
"Gw gak nyangka ko jadi kaya gini sih, gw mengira zaki yang kirim surat cinta tiap pagi,hingga gw tak pernah bertanya kepadanya. "
"Sekarang lo percaya kan, gw harap lo mau jadi pacar gw. "
Ifa pun merasa bersalah karna sudah menyakiti hati Ray dulu Dia pun akhirnya menganggukan kepalanya yakin menerima Rey sebagai pacarnya.
Melihat Ifa mengangguk Rey pun tersenyum dan memeluk Ifa erat, sungguh Dia sangt bahagia bisa menjadi pacarnya Ifa.
Rey pun mendekatkan bibirnya mencium bibir Ifa lama hingga Ifa tersadar dan sedikit mendorong dada Rey.
__ADS_1
Dia pun menunduk merasa malu dengan sikap nya yang seperti itu.
"Udah gak usah malu aku pernah ngerasain bibir kamu dulu, saat memberimu nafas buatan. "Ucapnya terkekeh.
Kini mereka pun bergegas pulang saat melihat sudah jam 9 lebih.
Mereka pun sampai di depan gerbang.
"Besok aku jemput ya,kamu ada kuliah agi kan? "
"Iya. " jawabnya.
"Sana masuk di luar dingin, aku langsung pemit ya. " ujarnya mengelus kepala Ifa lantas menancap gas ny dan pergi meninggalkan Ifa.
Saat akan masuk gerbang suara mobil menghentiakannya.
"Astaga Abang, sialan lo ngapain juga ngagetin gw. " ucap nya kesal,Abang sendiri hanya terkekeh setelah membuka kaca mobilnya.
"Ngapain coba makin malem di luar gak dingin apa lo. " Ucap nya.
Ifa pun kesal, saat akan membalas omongan Abang Ifa melirik seorang perempuan yang duduk menyender sepertinya tertidur di sebelah Abang.
"Sial siapa tu cewek, awas lo Bang gw bilangin teh Icha. " ujar nya kesal masuk ke rumah setelah mengunci gerbang.
Suasana rumah sudah sepi ternyata sudah jam 10 malam,Ifa pun bergegas masuk ke dalam kamar nya namun melihat pintu kamar Icha terbuka Dia pun mengurungkannya malah masuk kamar Icha.
"Teteh belum tidur. " Tanya Ifa nyelonong masuk melihat Icha memangku leptopnya di kasur.
"Baru bangun tadi habis Isha teteh ketiduran eh sekarang malah bangun dan gak bisa ridur lagi. " Jawbanya yang masih fokus pada leptopnya.
"Teh, Abang bilang sesuatu gak sama teteh? "
"Bilang soal apa, teteh malah belum ketemu dari kemaren. "
"Tentang cewek yang bersama Dia barusan. "
"Maksudnya cewek siapa, kalo ngasih tau jangan serengeh setengah. "
"Barusan aku liat Dia baru pulang dan bawa cewek di samping nya lagi tidur. "ujar nya hati hati.
"Masa sih, ko aku gak di kasih tau ya, apa jangan-jangan Dia nyambunyiin sesuatu lagi dari aku. "
__ADS_1
"Teteh jangan salah paham dulu, mending tanyain aja biar jelas. " ujarnya.
Icha pun mengangguk dan meneliti jaket yang di pakai Ifa seperti jaket laki-laki.
"Eh punya siapa nih wangi banget. " Tanya Icha mendekatkan wajahnya.
"Emmm ini, ini punya temen, udah ya aku ngantuk bye. " jawabnya salah tingkah dan bergegas masuk kamarnya.
"Awas ya dek, gak mau jujur teteh akan cari tau sendiri. " gumannya terkekeh.
Icha pun mematikan leptopnya dan segera mengambil ponselnya diatas nakas, tak ada satu panggilan pun dari Abang hanya beberapa Chat tadi siang, Icha pun menunggu telpon namun tak ada yang masuk .
Icha pun merebahkan tubuhnya sambil mengingat siapa wanita yang bersama Abang, namun malah memningatkannya dengan masalalu nya bersama Desta yang harus kandas karna orang ke tiga.
Icha punmenggelengkan kepalanya mencoba berpikir positif tapi Dia juga mempunyai rencana takut kemungkinan yang akan terjadi.
Dia pun tertidur setelah merebahkan tubuhnya berharap esok lebih baik.
🍀🍀
Pagi ini Icha sudah siap di ruang makan bersama keluarga nya.
"Dek kamu masuk kuliah pagi. "
"Iya teh. " jawabnya mengungayah roti isi.
"Ayo bareng kita satu arah. "Ajak Icha namun Ifa menggeleng.
"Ya udah teteh berangkat kalo gitu, kamu hati hati ya jangan ngebut bawa motornya." ujarnya seraya menyalami orang tuanya dan bergegas keluar ruang.
Namun ada pemandangan baru yang Icha lihat,seorang pemuda duduk di atas motor.
Icha pun memuka lebar gerbang rumahnya dan bergegas masuk kembali ke mobil.
Tanpa bertanya Icha melanjutkan mobilnya setelah mengelakson,pemuda itu pun hanya mengangguk melihat Icha tersenyum karna kaca jendela nya di biarkan terbuka.
Tak lama kemudia Ifa pun datang dan menutup gerbang.
"Maaf lama ya. " Ucapnya, sambil menerima helm dari tangan Rey.
"Gak papa ayo naik. "Ucap nya, Ifa pun naik dan motor pun melesat membelah jalan raya.
__ADS_1