
Revan dan Clara memutuskan untuk menginap di sana, Kaila meminta Clara pulang namun dia menolak.
Kaila pun akhirnya hanya bisa pasrah namun dia menyuruh mereka merahasiakan keadaan nya kepada mertua nya dan Oma karna kalo sampai mereka tahu pasti nanti Mama Dini akan memberi tahu kan Bunda Icha.
Dia gak mau melihat Ayah dan Bunda nya cemas apalagi akhir-akhir ini mereka sedang banyak pekerjaan, Bunda Icha baru saja kena tipu puluhan juta oleh rekan usaha nya.
Bunda Icha memang suka sekali bantu orang namun kebaikan nya di salah gunakan oleh orang itu, jadi Icha yang harus kena imbas ny ganti rugi uang Distro yang terpakai untung saja suami nya mengerti keadaan nya dan tidak memarahinya.
Kaila pun terbangun dari tidur nya dia melirik sudah jam 4 pagi dan dia melihat Revan tidur di sebelahnya dia pun tersenyun.
Memang Revan memilih ruang Vip dan ruangan itu sangat luas tempat tidur nya pun sedikit luas.
Sedangkan Clara memilih tidur di sofa, dia kekeh mau menunggu Kaila di sana dan gak mau pulang.
Revan yang menyadari pergerakan dari tangan Kaila pun lantas membuka mata nya.
"Sayang kamu udah bangun, apa yang kamu butuhkan," ujar nya segera bangun dari tempat tidur lantas dia membantu Kaila duduk.
"Aku mau pipis," jawab nya.
"Ya sudah ayo aku bantu bawa infus nya," ucap Revan dan Kaila pun mengangguk.
Saat sampai dia depan pintu kamar mandi Kaila menyuruh Revan menunggu nya di depan pintu dan Revan pun mengangguk dia memberikan infusan itu kepada Kaila.
Ingin rasanya dia masuk ikut membantu karna tangan Kaila pasti sakit,namun Kaila melarang nya cukup nunggu saja.
Beberapa saat kemudian Kaila pun nampak mual dia muntah-muntah membuat Revan kaget dia langsung membuka pintu kamar mandi dan mengelus pundak nya.
"Kamu kenapa?" tanya Revan.
"Rasanya mual banget perut ku gak enak," ujar nya segera berkumur membersihkan mulut nya dengan tisu.
"Ya sudah ayo kamu istirahat lagi yah takut nya kenapa-napa, semalam kan belum di cek semua nya hanya luka tangan kamu yang di periksa sedangkan badan kamu belum di cek," ujar nya.
Revan ingat beberapa hari yang lalu Kaila nampak memar di punggung nya, dan sepertinya luka itu semakin parah karna tadi saat dia memijat punggung nya Kaila nampal meringis.
Kaila pun membaringkan lagi tubuhnya namun mual kembali menderanya dia membekap mulut nya dan segera belari kekamar mandi.
"Sayang kamu mual lagi?" tanya Revan menemaninya kekamar mandi.
__ADS_1
Revan mengusap kening Kaila yang nampak berkeringat wajah Kaila juga semakin pucat.
Clara yang mendengar suara muntah-muntah pun terpaksa membuka mata nya karna penasaran apa yang terjadi.
Dia bangun dan duduk di sofa sesekali menguap dan mengucek mata nya yang masih mengantuk.
Dia melihat Kaila baru saja keluar dari kamar mandi.
"Mas sholat di musola sana biar aku sholat di sini," ucap Kaila.
"Tapi kamu gimana nanti gak ada yang jaga, takut nya mual-mual lagi," ucap nya namun Kaila meyakinkan kalo dia baik-baik saja.
"Aku gak papa kok lagian kan Mas juga gak akan lama, udah sana ini sudah adzan," ujar nya dan Revan pun kemudian mengangguk dan mencium kening Kaila.
"Ya sudah aku ke musola dulu," ujar nya.
"Ehmmm." suara itu menyadarkan mereka.
Mereka baru sadar kalo Clara sudah bangun dan memperhatikan mereka dia nampak tersenyum dan salah tingkah melihat keromantisan mereka.
"Clara sejak kapan kamu bangun?" tanya Revan dia lupa kalo Clara ikut menginap di sana.
"Gak papa kok aku cuma masuk angin aja kaya nya, Mas ayo dong kok malah diem," ujar nya dan Revan pun mengangguk lantas dia pamit.
"Ya sudah Mas akan segera kembali," ucap nya membuat Clara mengerutkan kening nya mau kemana kakak nya pagi-pagi begini.
"Mau kemana kak?" tanya Clara.
"Mau ke musola dulu sebentar kamu mau ikut?" tanya Revan namun Clara menggelengkan kepalanya.
Jujur saja Clara sudah lama tidak pernah sholat apalagi semenjak diri nya dewasa dia seolah lupa dengan kewajiban nya.
Kaila pun tersenyum dan segera sholat di sana meskipun di rumasakit tapi dia bisa sholat sambil duduk dan untung saja Kaila selalu membawa mukena dan sejadah kecil kemana pun.
Clara nampak malu terhadap Kaila yang sedang sakit juga masih ingat kewajiban nya namun dia bingung harus mulai dari mana.
Dia sudah lupa kapan terakhir kali nya dia sholat dan tak terasa air matannya mengalir.
Kaila yang sudah selesai pun bingung lalu dia berjalan menghampiri Clara dia mengusap tangan nya pelan.
__ADS_1
"Kamu kenapa kok nangis?" tanya Kaila bingung.
Clara pun hanya menggelengkan kepalanya, jujur saja dia tidak tahu kenapa perasaan nya begitu.
Saat Kaila ingin bertanya lagi dia segera membekap mulut nya dia kembali mual.
"Kai kamu gak papa kan?" tanya Clara cemas dia berdiri di depan pintu kamar mandi.
Tak lama kemudian Kaila pun keluar dengan wajah yang basah.
"Apa masih mual?" tanya Clara namun Kaila menggelengkan kepala nya.
Clara pun lantas meminta izin keluar dari sana dia ingin mencari sarapan pagi karna dari kemarin dia belum makan gara-gara perdebatan dengan Marta dan Luna jadi dia lupa untuk makan siang.
"Gue keluar dulu yah loe gak papa kan gue tinggal?" tanya Clara dan Kaila pun menggukan kepalanya.
"Pergi aja bentar lagi Mas Revan pasti datang kok, lagian kan ada suster juga," ujar nya.
"Ya udah gue cabut ya asalamualakum," ucapnya meninggalkan ruang rawat.
"Walaikumsalam," jawab Kaila dia tersenyum melihat adik ipar nya sudah mulai berubah.
"Sayang kamu masih mual?" tanya Revan meletakan bubur di atas meja,Kaila sedikit kaget karna tak menyadari kalo Revan sudah datang dia terlalu larut dalam lamuman nya.
"Udah enggak kok Mas, kamu kok lama sekali?" tanya Kaila merilik sudah jam 7 pagi kira-kira ngapain aja Revan selama 2 jam itu apa dia ketiduran di mushola ya?
"Maaf tadi aku kembali ke apartemant sebentar soal nya gerah banget ya udah mandi sekalian ganti baju, kamu tahu kan apartemant kita dekat dari sini sepuluh menit juga sampai sekalian aja gitu," ujar nya dan Kaila pun mengangguk dia bisa melihat Revan sudah rapi dan ganti baju.
Mungkin saja hari ini Revan akan masuk ke kantor Kaila sangat tahu Revan sibuk sekali akhir-akhir ini, bahkan hari libur pun kadang dia lembur di rumah.
"Ayo sarapan dulu biar ada tenaga," ucap nya dan Kaila pun menangguk dan segera menghabiskan sarapan nya.
"Mas kalo mau kekantor Mas pergi saja aku gak papa kok, ada suster juga yang menjaga ku, " ujar nya merasa tak enak.
Namun Revan menggelengkan kepalanya dia tidak akan meninggalkan Kaila dengan kondisi yang seperti ini, Revan tidak mau kejadian buruk terjadi lagi pada Kaila.
"Mas udah Izin sama Bang Sean hari ini gak bisa masuk karna harus menjaga kamu dan Bang Sean pun mengerti," jawab nya.
Kaila pun tersenyum mendengar nya lalu dia teringat dengan adik ipar nya kemana dia lama sekali?
__ADS_1