Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Dava bikin kesel aja


__ADS_3

Jam 7 malam Revan baru saja sampai di rumah mertuanya, dia langsung mengucap salam seperti nya ada acara di rumah itu namun Revan tidak tahu.


"Asalamualaikum," sapa nya terdengar sahutan di dapur yakni Art gak tahu istri nya kemana.


"Walaikum salam, eh mas Revan baru pulang?" tanya bibi.


"Iya bi Kaila ada di sini kan?" tanya Revan, dia belum mendapat balasan saat menanyakan lewat chat ke Kaila.


"Di kamar mas, yang lain masih ke mesjid belum pulang," jawab nya Revan pun izin ke kamar.


"Aku ke kamar dulu kalo gitu," ujar nya dan bibi pun menangguk dan kembali ke dapur.


Revan pun langsung masuk kedalam kamar terlihat Kaila baru saja selesai mengaji.


"Ehh Kak Revan kapan datang?" tanya Kaila berdiri ingin menyambut suami nya itu.


"Tunggu di sana aku mandi bentar nanti biar bisa sholat isya bersama," ujar nya dan Kaila pun mengangguk melanjutkan berzikir sebelum suami nya keluar.


Lima belas menit berlalu Revan pun sudah segar, Kaila sengaja menunduk agar tak melihat suami nya setengah telanjang, lantas Revan pun masuk ke ruang ganti dan memakai baju koko, sarung tak lupa peci di kepala nya.


"Kenapa sih kok gue nerves banget kalo liat dia baru selesai mandi, padahal gue sering liat tubuh Satria dan kak Haikal tapi kenapa kok gue ngerasa aneh gini," guman nya sambil menggelengkan kepala nya.


"Udah selesai adzan kan, ayo kita mulai berjamaah," ucap nya berdiri di depan Kaila menggelar sejadah nya.


Ini kali pertama mereka sholat berjamaah, dada Kaila terasa berdebar- debar melihat suami nya tampak sempurna berpakaian seperti itu.


Setelah selesai sholat mereka ganti baju dengan baju santai, Kaila hanya memakai hoddy warna crem dan celana trening tak lupa mencepol rambut nya.


Mereka keluar menemui yang lain, yang terdengar sudah mulai ramai di halaman belakang tepat nya di dekat kolam renang Icha membuat acara bakar-bakar BBQ.


"Loh kok banyak orang, ada acara apa?" tanya Revan yang ada di belakang istri nya.


"Maaf kak aku lupa kasih tahu, bunda bikin acara BBQ kata nya pingin reonian bareng temen- temen nya," ujar nya dan Revan pun mengangguk.

__ADS_1


Terlihat Desi, Satria dan Dava di sana sedang bercanda namun Kaila bisa melihat ada rasa canggung diantara Desi dan Dava sebab mereka baru bertemu lagi setelah tiga tahun berlalu.


Kaila pun langsung menghampiri mereka."Hay guys," sapa nya.


Mereka pun menoleh sambil tersenyum namun berbeda dengan Dava dia sangat merindukan nya dia langsung memeluk sepupu nya itu.


"Astaga," ucap Desi membekap mulut nya, sedangkan Satria biasa saja respon nya karna sudah terbiasa.


Sedangkan Revan udah bisa di tebak ya gimana wajah nya merah menahan emosi, bagai mana gak emosi liat istri ny di peluk laki-laki lain di hadapan nya.


"Dava lepas, kebiasaan emang loe," ucap nya mendorong pelan badan Dava.


"Gak asik ah mentang-mentang ada laki loe, sekarang sombong ama gue," ujar nya sedangkan Revan menatap Dava jengah.


"Hay Kak sini jangan berdiri di sana terus gak pegal emang kaki loe?" ujar Dava mengajak Revan duduk di bangku yang tadi di duduki nya.


Revan pun lantas mendekat dan duduk di samping Kaila, sedangkan Desi nampak menyimak saja tanpa berkomentar karna dia pun tidak mengenal calon suami Kaila itu.


Ya Desi tidak tahu kalo Kaila sudah menikah dengan pria itu, dia hanya tahu kalo Kaila hanya tunangan saja.


"Iya aku tahu kok, kapan kamu balik dari Kalimantan?" tanya Revan basa basi.


"Tadi siang kabetulan gue mau liburan di sini sebelum kuliah di mulai jadi loe janam cemburu kalo waktu Kaila lebih banyak sama gue yah tepat nya sama kita bertiga," ujar nya, Revan hanya tersenyum tak masalah bagi nya toh Kaila juga akan tahu batasan.


"Tidak apa-apa aku membebaskan Kaila bermain dengan siapa saja, karna aku tahu Kaila tahu batasan," ucap nya melirik Kaila yang juga menatap nya.


"Iss so sweet banget sih kalian," ucap Desi menumpang dagu di atas meja melihat mereka yang duduk tepat di hadapan nya.


Tepat nya Desi duduk di tengah dan berada di antara Satria dan Dava, sedangkan Kaila dan Revan duduk bersebelahan.


Mereka duduk saling berhadapan hanya terhalang meja besar saja.


"Apaan sih loe iri bilang bos, lebay banget," ujar Dava.

__ADS_1


"Whatt, emang ya loe udah lama gak ketemu bukannya makin baik malah tambah nyabelin," ujar nya membuang muka ke arah lain.


"Masalah buat loe hmm? makan nya cari cowok atau jangan-jangan belum bisa move on dari gue," ucap nya sambil tersenyum.


"Loe..," ucapan nya tergantung saat melihat ada Revan di depan nya, sungguh bisa hancur emaiz nya bila bersikap begitu.


Satria yang tahu Desi kesal langsung menarik nya menuju tempat memanggang, sedari dulu Dava memang selalu membuat nya kesal namun hati nya tak bisa di pungkiri kalo Desi masih menyimpan rasa cinta nya yang begitu besar.


Kaila langsung menggeplak kepala Dava dia sangat kesal dengan sepupu nya itu.


"Dasar kurang ajar loe," ucap Kaila kesal.


"Apaan sih loe kok belain dia sih?" tanya Dava heran.


"Setidak nya loe jangan bilang gitu dong loe tahu kan alasan dia selama ini gak punya cowok," ucap Kaila menjelas kan.


"Gue gak peduli sama dia lagian itu kan masalalu seharus nya dia gak percaya sama ucapan gue itu, itu cuma cinta monyet gue aja lupa," ujar nya tak merasa bersalah padahal dulu jelas-jelas dia yang meminta Desi menunggu nya.


Revan hanya menyimak saja tak berani melerai hingga datang lah Icha dan Mega menghampiri mereka.


"Sayang kenapa kok kamu kesal gitu?" tanya Icha menata makanan di atas meja di bantu dan Mega.


"Gak papa bun kita cuma ngobrol biasa aja sama Dava, kita kesana dulu yah," ujar nya menarik tangan Revan meninggalkan Dava yang juga nampak kesal.


Di depan sana terlihat Desi sedang berbincang dengan Satria.


"Udah gak usah kesel mending kita bantu papa sama Ayah manggang," ujar Satria.


Desi pun menurut saja lebih baik begitu dari pada dekat dengan Dava membuat nya kesal terus.


"Aku sama Desi mau bantu boleh kan?" tanya Satria menghampiri mereka.


"Tentu saja sini gantian, Ayah sama papa kamu mau nyambut dulu teman kami," ujar nya yakni Alex dan Nazwa orang tua Desi.

__ADS_1


Sedangkan Mita dan Adit tidak bisa ikutan karna ada acara lain di rumah orang tua Mita, begitu juga dengan Irma dan Hermawan orang tua Dava mereka ada acara di luar.


__ADS_2