
Pagi harinya, Icha terbangun saat merasakan mual Dia pun ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, Setelah agak mendingan Dia pun membangunkn suaminya karna sudah Adzan subuh,Dia tersenyum teringat pergulatan nya semalam dengan suaminya.
Semalam saat Abang akan tertidur Icha malah terbangun karna terusik dengan tangan suaminya yang tak bisa diam.
Mereka pun melakukannya karna sama-sama rindu.
"Sayang bangun, udah siang," ujarnya menepuk tangan suaminya.
"Sayang dingin ih, tangan kamu udah kaya es aja," ucap Abang membuka matanya, sedangkan Icha hanya tersenyum kecil.
Abang pun bangun dan segera masuk ke kamar mandi.
"Sayang mana handuk nya aku lupa bawa," ucapnya.
Icha pun langsung memberikan nya karna pintu kamar mandi tidak di kunci.
"Ayo mandi bareng," ujar Abang tersenyum nakal.
"Jangan macam-macam ya," ucap Icha langsung keluar, untung saja Dia memakai baju lengakap kalo tidak bisa gawat.
Setelah Abang selesai Icha pun segera mandi dan mengambil Wudhu dan mereka berjamaah bersama.
"Sayang kapan kita pulang?" tanya Abang sambil memakai pakaiannya.
"Gak tau masih betah aku mah da, kalo Aa mau pulang duluan juga gak papa nanti aku bareng Kak Ivan pulang nya," Canda Icha.
"Sayang kamu mah suka gitu ya, Aa gak suka kamu dekat-dekat sama Ivan, lagian bukannya Ivan dah punya cewek ko Dia nempel terus sama kamu," ucap nya sedikit kesal.
"Ih apaan sih orang cuma urusan kerjaan doang, gitu aja cemburu yu ah keluar kita cari udara di luar sepertinya masih sejuk," ucapnya menarik tangan Abang aga mengikutinya.
Abang pun mau tak mau mengikutinya, keluar kamar.
"Pagi Nek," sapa Icha melihat Nenek sari sudah rapi.
"Pagi juga nak, ayo sarapan," ucapnya, mereka kini berada di ruang makan.
"Nenek mau kemana?" tanya Icha heran melihat Nenek sudah rapi .
"Biasa Nenek mau ke toko, setiap hari Nenek kerja di sana," ucapnya .
Di usianya yang terbilang 60 tahun, Nenek Sari masih terlihat muda Dia mengelola sebuah toko kain Di pasar tradisional yang tidak jauh dari sana, Dia juga mempunyai cabang tak jauh dari sana, toko itu dulu di kelola Orang tua Amel namun saat mereka tidak ada Nenek sari yang kembali mengelola nya.
"Oh gitu ya, Nenek sama siapa?" tanya Icha.
"Biasa sama Andra, tuh anak nya sudah menunggu di depan rumah," ucapnya.
__ADS_1
Icha pun melihat ke halaman rumah ternyata benar Andra sudah menunggu di atas motor metik nya.
"Nenek berangkat dulu ya, kalian hati-hati di rumah,kalo mau keluar kunci pintunya dan ini kunci motor Amel," ucapnya dan Icha pun mengangguk menerimanya.
Setelah itu Nenek pun pergi meninggalkan mereka.
"Sayang kita belanja yuk ke pasar," Ajak Icha.
"Jauh gak dari sini, kalo jauh mending beli di warung saja biar cepat," ucapnya sambil meniup-niup teh yang Icha buat.
"Lumayan lah kalo pake motor paling 20 menitan, kita pake motor Amel saja ada di belakang katanya," ujarnya Icha sendiri meminum susu nya.
"Ya sudah kamu ganti baju dulu sana, jangan pake gamis sudah nantinya," ICha pun mengangguk dan segera masuk kamar.
Dia pun membongkar baju nya dalam koper dan segera masuk ke dalam kamar mandi, mengganti dengan baju santai yaitu kaos hoddy dan celana yang sedikit longgar.
"Sayang kamu tuh kaya anak SMP tau kalo pake baju kaya gini imut banget," ucap Abang mencubit pipinya.
"Ih apaan sih, ayo pergi keburu panas," ujarnya.
"Sayang anak kita gak papa kan kalo kamu naik motor?"
"Ya enggak lah ayo," ucapnya.
Abang pun memakai jaketnya tak lupa memberikan helm pada Icha.
Mereka pun pergi mengendarai motor Metik milik Amel.
"Sayang seru juga ya kaya gini kaya jaman pacaran dulu," ucap Icha.
"Bukan kaya waktu pacaran sayang waktu kita TTM man kamu inget gak waktu SMA kita sering jalan-jalan begini pake motor metik aku yang dulu," ucapnya.
"Haha... TTM man aneh-aneh aja kamu mah," ucap Icha terbahak.
"Apa dong HTS gitu, hubungan tanpa status?"
"Ah itu lebih parah sayang, kita memang TTm dulu orang-orang yang liat nyangka kita pacaran begitu juga kakak aku yang suka sewot waktu itu,"
"Iya aku ingat saat kamu di marahin pulang malam sama aku gara-gara ban motor bocor," Ucapnya.
"Iya itu salah satu nya, tapi aku bahagia saat itu bisa lama-lama sama kamu," ujarnya tersipu.
Abang pun tersenyum dan menggenggam tangan Icha yang melingkar di perutnya.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun sampai di pasar tradisional yang lumayan bersih.
__ADS_1
"Ayo masuk," Ajak Icha setelah mereka memarkirkan motornya.
Mereka pun mencari bahan-bahan mentah untuk di masak.
"Sayang kamu yakin beli ini?" ucap Abang menunjuk beberapa ikan di sana, dan Icha pun menangguk.
"Pak beli ini ya," ucap Icha sambil tersenyum.
"Aduh adek cantik mainnya ko ke pasar sih, mau berapa kilo?" tanya bapa itu.
"Ini Dua kilo dan ini satu kilo," Ujarnya menunjuk udang besar dan cumi.
"Itu Kakaknya ya Dek, kalian kompak banget pasti Mamanya yang nyuruh ya, kelas berapa dek kaya nya masih sekolah?" tanya nya, sedangkan Abang sedikit risih dengan pertanyaan seperti itu
"Iya pak,baru masuk SMA pak," jawab Icha terkekeh geli.
"Anak saya juga masih SMA kaya nya kalian cocok deh kalo ketemu," Canda nms bapa itu.
"Ah bapa bisa saja, saya sudah menikah pak ini suami saya," ucap Icha.
Si Bapa pun melongo tak percaya "Maaf saya hanya bercanda Mas," ucap si Bapa.
"Tidak apa-apa," jawab Abang tersenyum.
Tiba-tiba datang dua orang ibu-ibu rempong.
"Ada cowok ganteng nyasar di sini sis," ujar salah satu nya.
"Iya, ganteng banget kaya oppa-oppa korea," ujarnya ingin menyentuh tangan Abang namun Icha segera menghalangi nya.
"Ayo sayang kita pergi," ucap Icha sedikit kesal namun Abang tersenyum tipis melihat Icha yang cemburu.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mencari sayuran dan yang lain nya setelah. selesai mereka pun memutuskan untuk pulang.
"A beli itu," tunjuknya pada kedai jajanan bubur sumsum biji salak khas Surabaya.
"Ya udah yuk turun tapi gimana sama ikan nya?" ucap Abang.
"Udah biarin aja kita cuma bentarkan, lagian udah pake es batu juga," jawabnya.
Mereka pun memarkirkan motornya di depan kedai.
Setelah masuk mereka segera pesan, tak lama kemudian pelayan pun datang membawa pesanan.
__ADS_1
Icha juga memesan dua porsi untuk di bawa pulang.