
Setelah beristirahat sejenak Kaila mengajak Revan berkeliling rumah, bukan berkeliling tepat nya ikut panen karna di belakang rumah Bude Yati terdapat banyak pohon jeruk.
"Apa kamu sering main kesini?" tanya Haikal duduk di saung memperhatikan Kaila mengupas jeruk.
"Tentu saja, dulu waktu aku kecil ini belum terlalu luas, mungkin Oma sengaja membuat hutan di sini," jawab nya enteng.
"Kamu bisa saja, apa di sini tidak ada tetangga?" Revan tertawa ternyata di balik jutek nya Kaila tersimpan jiwa humor di dalam nya.
"Ngapain nanyain tetangga mau caper kalo-kalo punya anak gadis," jawab nya ketus sambil membuang kulit jeruk ke sembang arah.
Revan pun semakin gemas melihat istri kecil nya itu."Cemburu yah cie.. ayo ngaku?" tuduh nya sambil mencubit gemas pipi Kaila.
"Ehh enggak ya ngapain cemburu, emang nya kita pacaran harus cemburu-cemburuan," jawab nya.
Namun itu membuat Revan senyum semakin lebar dia tahu Kaila sudah mulai menyukai nya.
"Kan kita udah nikah ngapain harus pacar-pacaran segala,"
"Ya beda lah aku kan pengen kaya temen-temen aku nge dat terus jalan -jalan bareng pacar," jawab nya seolah dia sedang curhat.
"Dulu saat bersama Andra emang gak pernah nge dat?" jiwa kepo nya sudah mulai beraksi.
"Enggak lah takut ketahuan sama Bunda, kalo mau jalan pun Satria yang jadi tumbal nya sama Desi," jawab nya.
Revan sangat senang melihat Kaila mau bercerita pada nya, emang dasar nya Kaila anak yang ceria.
"Oke nanti kita nge dat mau gak?" tawar nya.
"Boleh," jawab nya.
"Tapi ada syarat nya,"
"Tuh kan pasti kaya gitu, apaan?"
"Kamu harus jadi pacar aku,"
Krik
krik
"Kai kok gak jawab sih?"
Kaila pun malah terbahak mendengar syarat yang suami nya itu katakan.
"Kakak tuh aneh ya bukannya kita udah nikah kenapa kakak mau jadi pacar aku, bukannya tadi Kakak yang bilang gitu, aku tuh yakin pasti Kakak amnesia nih," Kaila pun semakin terbahak dia mengusap air mata ya keluar dari mata nya.
__ADS_1
"Kan kita nikah gak pacaran dulu, gimana kalo kita mulai dari awal," ujar nya.
"Jadi cerita ny Kakak nembak aku nih, gak romantis banget ihh," jawab nya memasukan jeruk kedalam mulut nya sambil sesekali mengedipkan mata karna terlalu asam.
Revan tertawa sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil menyerahkan nya pada Kaila.
"Aku cinta sama kamu Kai, mau kah kamu menjadi pacarku," ujar nya membuka kotak itu dan memakai kan sebuah kalung di leher Kaila.
Kaila sampai tersedak melihat Revan sangat romantis menurut nya.
"UHUKkk..UHUkk!! Kaila menepuk dada nya ingin rasanya dia meleleh.
Revan pun mengambil kan botol Aqua dan tak lupa membuka tutup nya, langsung memberikan nya kepada Kaila.
"Nih minum aku tahu kamu terharu kan melihat aku romantis kaya kamu," jawab nya tersenyum.
Sedangkan Kaila nampak malu dia memalingkan wajah nya ke arah lain, untung saja tidak ada siapa-siapa selain para pekerja yang sedang panen itu pun agak jauh dari mereka.
"Gimana diterima gak?" tanya Revan penasaran.
Kaila pun mengangguk, wajah nya terasa panas mungkin efek malu sehingga wajah nya memerah.
Revan pun membawa Kaila dalam pelukan nya.
"Kalo pun nolak juga gak bisa kan, kita udah jadi suami istri," jawab Kaila melepaskan pelukan nya.
"Ih nyebelin," ujar nya mengerucutkan bibir nya dan mereka pun main kejar-kejaran sambil sesekali tertawa.
Di tempat lain mampak Icha dan Bude Yati memperhatikan iteraksi mereka.
"Kamu gak salah Cha pilih calon mantu, dia benar-benar bisa membuat Kaila caria," ujar Bude Yati.
"Aku juga awal nya terpaksa Bude nerima lamaran Dini, habis nya dia maksa apalagi Madam Sarla sekarang sakit-sakitan Beliau ingin melihat cucu nya segera menikah," jawab nya.
Madam Sarla adalah ibu nya Dini, beliau berkebangsaan Jerman dan menetap di Jakarta karna suami nya asli sunda.
Bude Yati tak mengenal keluarga Dini, namun Pak Harun ayah nya Icha pasti sangat mengenal nya karna dulu mereka satu sekolah.
"Bude juga berpikir ada sesuatu yang membuat Dini cepat-cepat menikah kan mereka,"
"Ya itu lah alasan nya," jawab Icha.
.
Kaila terus bermain lari-lari sampai tak terasa mereka lumayan jauh dari rumah, Kiala baru sadar kalo dia tak mengenal tempat itu.
__ADS_1
"Kakak kita dimana?" tanya Kaila melirik sekeliling.
"Mana aku tahu, aku kan baru pertama kali ke sini," ujar nya.
Kaila pun mulai ketakutan apalagi hari mulai gelap.
"Gimana dong apalagi aku gak bawa ponsel, mereka pasti nyariin kita," ujar nya Kaila bingung harus kemana.
Hingga dia melihat ada seorang pekerja yang baru saja datang dari dalam hutan.
"Pak tunggu," teriak Kaila mengejak bapak itu namun Bapak itu seperti nya tak melihat nya karna mulai gerimis.
Kaila pun menarik tangan Revan agar mengikuti nya mengejar pria paruh baya tadi.
Hujan pun semakin deras, kini mereka sampai di depan rumah Bapak tadi, si Bapak yang baru saja sadar ada yang mengikuti nya pun menoleh.
"Siapa kalian?" tanya Bapa itu.
"Maaf Pak sebelum nya tadi kami tersesat dan kami mengikuti Bapak mungkin saja Bapak tahu arah jalan kami pulang," ucap Revan.
"Iya tadi saya dari kebun, kalian mau kemana?"
"Kami cucu nya Oma Yati yang punya kebun jeruk mandarin, kalo gak salah punya toko buah juga apa ya lupa nama nya,"
"Ayo masuk kami sangat mengenal Oma kamu, tadi pagi beliau dari sini ambil kudapan kata nya mau ada tamu," ucap Bapa itu mempersilah kan mereka masuk.
Kaila dan Revan pun segera masuk dan menutup pintu rumah karna hujan mulai deras dan juga di iringi angin kencang.
Kaila menggosok-gosokan tangan nya karna kedinginan, tentu saja dia hanya memakian kaos pendek dan celana Jeans longgar.
Revan yang peka pun langsung membuka kemeja nya dan segera memakai kan ke tubuh Kaila.
Iya dia juga tidak memakai jaket namun kemeja panjang itu bisa sedikit menghangatkan tubuh istri kecil nya itu.
Nampak Wanita paruh baya menghampiri mereka ternyata itu istri dari Bapak tadi.
"Minum lah nak ini wadang jahe untuk menghangat kan tubuh kalian," ujar nya.
"Makasih Nek maaf merepotkan," ucap Revan.
"Tidak masalah panggil saya Mbah Janur mereka memanggil saya begitu, dan saya sangat mengenal Ibu Yati apa benar kalian cucu nya?"
"Iya Mbah, saya anak nya Bunda Icha," jawab nya.
"Oh iya saya kenal dengan ibu mu, dulu teman kerja anak saya Topik mereka sempay bareng di Restoran Mas Febri," jawab nya.
__ADS_1
Kaila pun hanya mengangguk saja, tak tau harus menjawab apa.
Tiba-tiba Mbah Janur memanggil cucu nya." Nduk bawa kan kudapan nya kemari," ujar nya, sedangkan Revan dan Kaila saling melirik.