Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
pertengkaran


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di Mall, Cerry sangat antusias sekali memilih barang yang akan di beli nya Kaila hanya menggelengkan kepala nya.


"Loe cuma beli make up aja Kai gak mau membeli yang lain?" tanya Cerry heran.


Kaila pun menggelengkan kepala nya dia terus saja melihat-lihat tanpa berniat membeli,mereka memutuskan untuk sholat magrib di sana sebelum pulang.


Namun tiba-tiba Cerry menarik nya bersembunyi ke deretan baju-baju membuat Kaila bingung sedang apa Cerry ini.


"Ada apa?" tanya Kaila bingung.


"Sttt diem loe liat kedepan sana," ujar nya menunjuk beberapa wanita yang sedang bertengkar.


Kaila bisa melihat kalo itu adalah Clara, Luna dan Marta sepertinya mereka nampak bertengkar dan dapat terdengar dengan jelas di telinga nya.


"Loe kira kita sudi apa temenan sama loe, kita cuma pura-pura mau jadi temen loe karna loe kaya dan banyak uang namun melihat loe yang udah kere kita gak mau lagi jadi temen loe," ujar nya.


Clara nampak mengepalkan tangan nya lantas dia menjambak rambut mereka dia benar-benar kesal sekali.


"Kalian memang brengs*k gue gak nyangka kalo kalian tega sama gue," ujar nya histeris.


Akhirnya datang security dan juga pemilik toko karna melihat keributan di sana.


"Sebaiknya kalian jangan bertengkar di sini, lebih baik kalian keluar," ujar pemilik toko.


Pemilik toko itu nampak kesel sekali dengan mereka, apa mereka tak punya malu di lihat oleh banyak orang di sana.


"Dan sebelum pergi kalian harus membayar belanjaan kalian dulu," ujar nya menunjuk paper bag di atas meja kasir.


Tadinya Marta dan Luna berniat membeli seperti biasa Clara yang akan membayar nya namun saat di kasir kartu debit Clara tak bisa di pakai dan terpaksa mereka harus membayar nya masing-masing.


Clara benar-benar malu sekali tak bisa membayar belanjaan nya dan berniat meminjam uang kepada mereka, namun mereka malah marah-marah padanya.


Kaila pun keluar dari persembunyian nya dia kasihan melihat Clara di permalukan.


"Saya yang akan bayar semua nya dia adik saya, maaf sudah membuat keributan di sini," ucap Kaila memberikan kartu debit nya.

__ADS_1


Setelah membayar Kaila mengajak Clara keluar dari sana, Clara nampak diam awal nya namun saat berada di tempat parkir dia malah marah kepada Kaila.


"Gak usah jadi pahlawan kesiangan loe gue tahu loe cuma pura-pura baik sama gue, gue benci sama loe," ujar nya menunjuk wajah Kaila dia benar-benar marah dan melampiaskan kekesalan nya kepada Kaila.


Cerry yang melihat itu pun kesal dan menampar wajah Clara.


Plak.


"Aww.. brengsek apa yang loe lakukan?" ujarnya sebari memegangi pipi nya yang terasa panas.


Sedangkan Kaila nampak menutup mulut nya dia benar-benar kaget dengan apa yang di lakukan oleh Cerry.


"Cerry loe-"


"Diam Kai, loe gak tahu kan gimana sakit hati gue saat dia nyakitin loe, sudah cukup selama ini gue diamin dia bahkan dia terang-terangan mengajak Kak Remon jadian dan nyuruh mutusin gue, dimana hati nya dia apa dia tidak pernah berpikir apa yang di lakukan nya itu salah,"


"..


"Gue selama ini diam karna tidak ingin mencarin masalah dengan nya, gue harus mengubur cinta gue sama Kak Rifki karna dia juga menyukai nya, dan sekarang dia ingin merebut kak Remon dari gue apa sebenar nya yang ada di otak nya itu," teriak nya menangis.


Cerry memang sudah mengenal Rifki dari dulu karna dia adalah sahabat kakak nya yaitu Miko, namun Clara terang-terangan menyukai Rifky dan Cerry pun akhirnya memutuskan untuk mengalah dan melupakan cinta pertama nya itu.


Namun apa yang di korban kan nya sama sekali tidak di hargai oleh Clara karna Rifki menolak cinta Clara jadi dia melampiaskan nya kemarahan nya kepada Cerry dan memusuhi nya.


Dari situ lah awal mereka bermusuhan, di tambah lagi Kaila yang berteman dengan Cerry membuat Clara semakin murka dia benar-benar benci dengan wanita itu.


Clara selalu saja membuat mereka kesal, dan dia juga sering kali membuat mereka celaka contoh nya mobil Cerry sering kempes ban bahkan rem mobil nya blong untung saja Cerry tidak kenapa-napa dan cepat sadar kalo mobil nya tidak baik-baik saja.


Kaila pun ikut menangis melihat mereka bertengkar, untung saja Remon cepat datang sehingga bisa menenangkan mereka.


"Ada apa ini?" tanya Remon melihat mereka menangis.


Sedangkan Clara langsung pergi dari sana, dia pergi ke tempat dimana mobilnya terparkir.


"Kakak bawa Cerry pulang ya biar aku yang urus Clara," ujar nya dan Remon pun mengangguk dan memberikan kunci mobil Cerry kepadanya.

__ADS_1


Sedangkan Cerry di bawa masuk ke dalam mobil Remon, dia yang akan membawa Cerry pulang.


"Hati-hati Kai loe udah lama gak bawa mobil," ucap Cerry.


Karna selama di Jakrta Kaila tak pernah membawa mobil saat berkendara.


Kaila pun segera masuk ke dalam mobil dan melempar belanjaan nya di jok belakang termasuk barang milik Clara yang tadi di bayar nya dia segera mengejar mobil Clara yang baru saja keluar dari sana.


"Semoga saja di tidak kenapa-napa dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh," gumannya melajukan mobil Cerry dengan kencang tak ingin kehilangan Clara.


Kaila terus mengikuti mobil Clara sampai dia tiba di sebuah taman yang sepi, Kaila hanya memperhatikan nya dari dalam mobil.


Clara keluar dari mobil dan duduk di kursi taman, dia menangis sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya,Kaila bisa melihat kesediahan karna tubuh Clara terlihat bergetar.


Di luar sudah mulai gelap Kaila pun menatap jam tangan nya sudah jam 8 malam ternyata waktu berjalan begitu cepat.


Dia terus memperhatikan Clara di sana yang duduk sendiri, ingin rasanya dia menghampiri nya namun dia takut Clara akan marah padanya.


Kaila pun hanya diam bahkan dia lupa tidak menghubungi Revan ponsel nya pun lupa mode getar saja.


Revan sudah kembali ke rumah beberapa jam yang lallu, dia sangat cemas kenapa Kaila belum juga pulang.


Revan benar-benar nampak khawatir karna Kaila tidak juga mengangkat telpon nya begitu juga Cerry, bahkan ponsel ny aktip dua jam yang lalu.


"Kemana sih mereka katanya cuma bentar ini kan sudah malam," ujar nya membaca lagi pesan yang Kaila kirimkan tadi siang.


Tok


tok


tok


Suara ketukan pintu membuyarkan lamuanan nya dia langsung membuka pintu ternyata bi Sum mengajak nya makan malam.


"Makan malam dulu Den yang lain sudah menunggu di ruang makan," ujar nya dan Revan pun mengangguk.

__ADS_1


Revan pun memutuskan untuk makan malam bersama orang tuanya dan Oma dulu dan nanti dia akan menelpon mereka lagi dan mencari nya kalo perlu.


__ADS_2