Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Rangkaian acara penikahan Icha


__ADS_3

Nenek Asmar pun cuma diam saja sejak bertemu dengan Icha di rumasakit, Dan sekarang Icha sudah pulang ke rumah nya.


"Apa yang telah aku lakukan? aku telah mencelakakan orang yang menolong ku, Icha maafkan Nenek nak, sungguh nenek menyesal, " Ujar nya menangis di kamarnya, sedangkan yang lain pergi ke acara pengajian.


Motor Ifa pun sudah berada di sana, karna Rey menyuruh seseorang membawanya ke sana.


Kini Icha sudah di dalam kamarnya bersama Bude Yati, sedangkan semua orang bersiap mengikuti pengajian termasuk juga Ifa.


" Kamu istirahat ya nak, jangan banyak gerak acara pengajian akan tetap di laksanakan walau tanpa kamu, " Ujar Bude Yati mengelus kepala ponakanya itu.


"Tapi gak afdol dong Bude kalo Icha gak hadir, lagian Icha gak papa ko, cuma sedikit pusing aja, "


" Pokok nya jangan, Bude gak mau kamu kenapa-napa. " Bude sangat takut meskipun Icha memaksa Bude tak akan mengizinkan.


"Biar Icha sama Irma aja, Pengajian akan segera di mulai, " Ujar Irma yang baru saja masuk ke kamar Icha.


"Ya udah Ir, jaga adikmu baik-baik jangan biarkan Dia keluar kamar,"


"Baik Bude, " Serunya mengacungkan jempol, sedangkan Bude keluar kamar menuju kamar tamu di bawah.


"Kenapa sih teteh malah nyetujuin kemauan Bude, Icha kan sehat kenapa gak boleh gabung dengan yang lain, " Ucapnya merajuk.


"Aduh dek kamu tuh ya, liat tuh pala masih di perban gitu apa kata orang-orang nanti kalo liat kamu kaya gini, mendingan kamu makan dulu terus minum obat nya. " Irma pun mentuapi Icha dengan telaten, sedangkan Beby Haikal tertidur di sebelah Icha.


"Ifa kemana? dari tadi aku belum liat Dia, apa Dia baik-baik saja?" Icha pun baru ingat kemana perginya adik nya itu.


"Di kamar nya, tadi teteh liat Dia lagi mandi, tadi Dia pulang duluan di antar oleh temannya, " Ujarnya, dan Icha pun mengangguk.


Setelah Minum obat Icha pun merebahkan tubuhnya, tak lama Dia pun terlelap.


Sedangkan Acara pengajian di bawah sudah di mulai dari tadi.


Ifa pun turut hadir dan ikut mengaji bersama yang lain, Dia juga menutupi luka nya dengan baju yang panjang.


Pengajian pun akhirnya selesai, para tetangga sudah membubarkan diri, tinggal beberapa kerabat dekat yang masih ada di sana, mereka tidak tau kalo Icha kecelakaan mereka hanya tau Icha sakit.


Pagi hari pun menyapa, siang ini akan di adakan siraman , juga acara lainnya sebelum di adakan akad nikah besok pagi.


Acara siraman di adakan di belakang rumah, dan di hadiri oleh saudara dan rekan-rekan dekat saja.


Icha masih di kamar bersama beby Haikal dan Irma, sedangkan yang lain bersiap, sibuk dengan kerjaan masing-masing.


"Cha gimana kabarmu nak? " Ujar Enin yang baru saja masuk dengan Rita dan Bi Asih.


"Baik Nin, Enin kapan sampai? " Icha pun mencium tangan mereka.

__ADS_1


Kini mereka duduk bersandar di sofa yang ada di sana, sedangkan Irma ke kamar nya ingin memandikan beby nya juga melihat suami nya, karna semalam Dia ketiduran di kamar Icha.


"Kemarin sore, mau ke sini eh malah acaranya di mulai , jadi kami menunggu sampai selesai, saat kami ke sini tadi malam kamu sudah tidur bersama Irma dan bayi nya, "


"Maaf Icha ketiduran, mungkin efek obat, " Jawabnya.


"Sudahlah tidak apa-apa, apa sekarang masih pusing? " Tanya bi Asih.


"Tidak Bi, hanya sedikit ngilu mungkin bekas jaitannya dan obat nya mulai hilang, "


"Syukurlah kalo begitu, kami akan ke bawah dulu kamu tunggu di sini, biar Rita yang membawa sarapan mu kesini, "


"Baiklah bi, terimakasih banyak, "


Mereka pun keluar dari kamar, dan Icha pun segera masuk ke kamar mandi , Dia segera mandi.


Lima belas menit kemudian, Rita pun datang membawa makanan di nampan, namun Dia kebingungan tak melihat sepupunya itu.


"Teteh.. Teteh dimana? " Teriaknya, Dia pun menyimpan makanannya di meja.


Saat akan keluar kamar, terdengar pintu kamar mandi terbuka, terlihat Icha sudah segar dan rapi dengan baju nya Dia pun mengeringkan rambunya dengan handuk.


"Eh Ita, maaf ngerepotin padahal aku masih bisa kok makan dengan kalian di bawah, "


"Udah jangan banyak ngomong, makan terus minum obat nya biar cepet sembuh, gue gak habis pikir bisa-bisanya loe pergi dari rumah, untung cuma jidat loe yang di perban, gimana kalo kali loe yang keseleo apa kata para tamu liat pengantin pake kursi roda, " ujarnya terkekeh.


"Masa sih, emang loe gak liat wajah nya atau gak ciri-cirinya? "


"Gue cuma liat salah satu dari mereka memakai tato bergambar ular di tangan kirinya, "


"Mungkin saja mereka begal yang ngincer harta kalian, namun kalian malah ngelawan jadi deh kaya gini, "


"Ya bisa jadi, karna kejahatan di zaman sekarang kan makin meraja lela. " Icha oun menghabiskan makan nya, sedangkan Rita hanya duduk membaca majalah.


"Jangan lupa minum obat nya, nanti gue yang ganti perban loe, " Ujarnya sedangkan Icha hanya mengangguk.


Rita pun mengganti perbannya dengan hati-hati.


"Nah beres, ayo kita keluar cari angin, " Ujarnya.


"Siap, Bu Bidan. " Ucap nya, sedangkan Rita hanya tersenyum.


Rita memang seorang Bidan di kampungnya, Dia juga bekerja di Rumasakit di sana.


Sore harinya mereka sudah siap dengan acara yang akan di laksanakan sebentar lagi.

__ADS_1


"Yang lain pada kemana? " Ucap Icha kepada Ibunya yang berada di dapur.


"Para laki-laki pada ke gedung liat dekorasi nya takut nya ada yang kurang,"


" Eh Icha gimana udah mendingan? " Ujar Nadia yang baru saja datang dengan Bude.


"Alhmduliah Ka, " Jawabnya tersenyum.


"Sebaiknya kamu bersiap-siap ganti baju tuh di bantu sama Mba Ami, " Ucap Ibunya.


Karna yang menjadi Wo nya adalah Ami tantenya Mita.


Icha pun masuk kembali ke dalam kamar di bantu yang lain, setelah siap Dia di giring menuju halaman rumah.


Mereka kini sudah di belakang rumah, melihat dekorasi.



"Gimana menurut kamu Cha bagus gak? " Ucap Nadia.


"Tentu saja, Icha sangat suka, "


"Ta ,rekomen deh buat nikahan loe siapa tau aja cepetan nyusul, tau sendiri ka Ivan udah ngebet, " Ucap Icha cegengesan, sedangkan Nadia hanya menggelngkan kepala.


"Astaga Icha apaan sih loe Cha, bikin pipi gue merah aja, " Ujarnya so imut.


"Tapi gue serius Ta, Kak Ivan bilang ke gue pengen cepet-cepet halalin loe biara gak jauh ngapel nya, " Rita pun hanya tersenyum.


Acara pun akhirnya dimulai, kini mereka berkumpul di sana ,Pak Harun pun sudah berada di sana, serangkaian acara pun kini dilakukan oleh Icha termasuk sungkeman.


Semua orang yang menyaksiakan pun terharu mendengan Icha yang meminta izin dan restu kepada orang tuanya.


Setelah acara itu selesai kini acara siraman di mulai.



Bu Yani pun menuangkan air ke dalam wadah di bantu oleh Pak Harun.



Dimulai dengan orang tuanya, mengirami kepala Icha selama 3 x di lanjut mengguyur pundak 1 x, dimulai oleh Ayahnya dan di susul Ibunya.


Di susul oleh keluarga nya, yaitu Enin, Bude dan juga Bi Asih.


__ADS_1


Akhirnya serangkaian Siraman pun selesai, kini Dia di bawa ke kamarnya untuk mandi.


__ADS_2