Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Pagi pertama


__ADS_3

warning 21+


Abang pun keluar dari kamar mandi, Dia pun mendekati istrinya yang sedang melipat mukena, Icha hanya memakai kain samping saja belum memakai baju membuat Abang senag.


Dia pun memeluk nya dari belakang, membuat Ich kaget dan langsung menoleh.


"Sayang, ngagetin aja ih, " Ujarnya Icha merasa gugup apalagi Abang hanya memakai handuk saja.


"Siapa tadi yang telpon? " Ujarnya seraya merusuh di leher Icha, membuat Ichabmenggeliat karna geli.


"Ifa tadi nganterin koper, sayang geli ihh ayo pake baju, " Ujarnya, namun Abang malah terus mencumbunya.


Dia pun membalikan badan Icha agar menghadap nya.


Lantas mencium nya pelan dan menekan tungkak nya memperdalam ciuman .


Hasrat semakin meningkat, Dia terus mencumbu nya dan tangannya pun terus meraba kemana-mana.


Dia pun membawa Icha ke atas kasur, dan merebahkannya di sana, Dia pun mengungkung nya dan terus mencumbunya.


"Wangi banget ihh aku suka banget sama wangi ini ," Dia pun menarik kain itu agar telepas.


Setelah mendapat izin dari istrinya Dia pun membacakan Do'a.


"Semoga Tuhan memberikan keturunan, yang sholeh dan sholehah untuk kita nantinya, "


Icha pun hanya mengangguk, dan menahan gejolak yang baru saja Dia rasakan selama hidup nya.


"Ini akan sakit, kamu tahan ya Aa akan pelan-pelan. "


Suara ******* terdengar menggema pagi itu mengiringi dua insan yang sedang mabuk cinta.

__ADS_1


Setelah olah raga yang menguras tenaga akhirnya mereka selesai, Dia pun merebahkan tubuhnya di samping istrinhnya dengan nafas yang masih terengah.


"Makasih sayang, Aa makin cinta padamu, " Ucap nya mencium kening Icha, sedangkan Icha menyandarkan kepala di dada nya menyembungikan wajahnya.


Pipi nya merah Dia merasa malu mengingat kejadian barusan.


"Udah bobo lagi, kalo ngantuk biar nanti siang kita pulang nya, " Icha pun megangguk, dan mereka pun terlelap kembali.


**


"Ifa berangkat ke kampus dulu ya, nanti Ifa langsung pulang ko, " Ujar Ifa, kini mereka sudah di rumah, setelah pagi-pagi keluar dari hotel.


"Gak anterin Bude dulu ke bandara? kami mau pulang sekarang," Ujarnya kini mereka sudah di ruang tamu, Bude, Febri dan Nadia akan kembali ke Jogja pagi ini, mereka tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka lama-lama.


"Maaf Bude, Ifa ada kelas pagi nanti deh kapan-kapan main ke sana kalo libur semester, "Ucap nya memeluk Budenya itu.


Setelah pamitan dengan kelurga dan orang tuanya, Ifa langsung berangkat membawa motornya.


"Mba juga kangen Yu, nanti main ke sana sekeluarga kita jalan-jalan, Mba juga inginnya lama tapi, gimana kerjaan gak bisa di tunda, "


Bude pun pamit bersama Febri dan Nadia, di antar Pak Harun ke Bandara.


Kini di rumah tinggal Keluarga dari kampung, yaitu Enin, Bi Asih dan keluarga.


"Ibu nginep lagi ya di sini, bukanya masih kangen sama anak-anak? nanti Mas Harun yang antar pulang, "


"Ibu bareng mereka saja, kasian Harun kan banyak kerjaan, "


"Iya Mba, biar sekalian aja kita pulang nya ,Mba tau kan Ibu suka rewel kalo gak ada Asih, lagian Ita juga harus ke Puskesmas nanti siang,jadi kita juga mau sekalian pamit, " Ujar Bi Asih.


"Loh, gak nanti aja nunggu Mas Harun, ini masih pagi kan buru-buru sekali, "

__ADS_1


"Bukannya gak betah di sini Mba, di rumah kita banyak kerjaan kasian para pekerja kalo kita gak ada, "


Bu Yati pun mengizinkan mereka pulang, setelah itu Dia membereskan rumah bekas acara semalam di bantu Art nya.


Irma semalam langsung pulang jadi tidak menginap di rumahnya.


Icha pun mengerjapkan matanya ,silau dari jendela mengganggunya Dia pun teringat kejadian tadi pagi.


Dia pun menatap suami nya yang masih tertidur, Dia memainkan tangannya di dada suaminya itu, membuat Abang tidak tahan untuk bangun karna merasa geli.


"Sayang kamu tuh mau godain Aa lagi ya, "


Icha malah tersenyum mencium pipi suaminya itu.


"Bangun yuk udah siang nih, aku laper, " Ujarnya bangun namun Abang malah mengungkungnya.


"Gak segampang itu kamu bangun, setelah membangunkan yang di sana, " Icha pun mengeryit heran, namun saat merasakan ada yang mengeras di bawah sana Icha pun melotot.


"Kamu harus tanggung jawab dulu, " Ujarnya merusuh di dada Icha, membuat Icha tidak tahan.


"Maaf, bisa di tunda nanti kan aku udah lapar, masih sakit ihh, " Ujarnya memelas, namun Abang malah terus memberikan kenikamatan padanya hingga tak terasa Dia mendesah, membuat Abang lebih semangat.


"Sekali lagi ya, gak sakit ko Aa akan pelan, " Icha pun menganggukan kepalanya.


Setelah satu jam berolah raga, Abang pun mengendong Icha ke kamar mandi, dan meletakannya di Bathtub sedangkan dirinya mandi dengan shower,setelah selesai Dia menggendong Icha kembali dan meletakannya di Atas kasur.


"Udah kaya orang sakit aja ihh di gendong terus, " Ucap Icha, membuat Abang terkekeh.


"Maaf gara-gara Aa, kamu jadi susah jalan, sebaiknya kita pulang nanti saja, Aa udah pesan makanan biar kita makan di sini aja, " Ucap nya menyerahkan koper Icha.


Icha pun meringis menahan sakit, dan segara memakai baju nya.

__ADS_1


Setelah selesai memakai baju mereka makan bersama.


__ADS_2