Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Apa mau nya Rifky


__ADS_3

Rifky terus berusaha membuat Kaila menjawab pertanyaan-pertanyaan nya namun Kaila nampak nya sangat malas meladeni pria itu.


"Kamu kuliah di kampus yang sama dengam Riko?" tanya Rifky memastikan.


"Iya, bukannya kakak udah tahu yah," jawab nya sedikit ketus.


Rifky pun hanya menggaruk-garuk kepala nya yang tak gatal dia tidak tahu lagi harus bertanya apa sedangkan dia benar-benar penasaran dengan wanita ini.


"Kakak gak ada kerjaan ya kok dari tadi ikutin aku terus," ucap Kaila sedikit kesal karna sedari tadi di terus saja mengekori kemana Kaila pergi.


"Ada yang harus aku bicarakan denganmu Kai ini penting," ujar nya.


"Kakak mau ngomong apa sih kita kan baru kenal, kakak tuh aneh tahu," jawab nya.


Kaila pun benar-benar kesal dia mengambil salah satu buku dari sana dan segera membawa nya dia mengeluarkan kartu anggota perpustakaan dan memberikan nya kepada petugas setelah melihat tanda KAP petugas pun membiarkan Kaila meminjam buku itu.


Setelah mendapat kan buku itu dia memasukan nya ke dalam ts dan segera keluar dari sana dia tak memperdulikan Rifky lagi terserah lah pria itu mau ngapain juga dia gak mau tahu.


Mood nya benar-benar rusak hari ini dari rumah tadi Clara yang membuat nya kesal di tambah pria itu.


'Ah sial banget sih gue mana Cerry lama banget,' batinnya.


Kaila pun berjalan menuju taman dia duduk di bangku taman yang tak jauh dari Perpustakaan itu lalu dia mengambil ponsel nya dalam tas dia menghubungi Cerry satu panggilan saja Cerry langsung mengangkat nya.


[Hallo Cerr loe dimana sih lama banget] ucap Kaila sedikit kesal.


[Sorry Kai mobil gue tiba-tiba mogok ini gue nyuruh Kak Remon jemput, tunggu bentar lagi yah] jawab Cerry di sebrang sana dia terdengar sangat menyesal karna terlalu lama membuat Kaila menunggu.


[Oke kalo gitu gue tunggu di taman dekat perpus ya] jawab Kaila menghela nafas.


[Oke, jangan kemana-mana sebelum gue sampe, ya udah gue tutup ya]


[Ya udah bye] ucap Kaila mematikan sambungan telpon nya.

__ADS_1


Saat Kaila memasukan ponsel nya tiba-tiba seseorang menyodorkan sebuah botol minum kepada nya.


Kening Kaila pun mengkerut menatap pria itu yang nampak tersenyum manis kepadanya.


"Kakak kok masih di sini?" tanya Kaila heran.


Sedangkan Rifky nampak tersenyum dan menatap lurus kedepan.Dia meneguk habis air minum nya dan meremas botol kosong itu lalu melempar botol ke tong sampah yang tak jauh dari tempat duduknya.


Kaila bingung dengan apa yang Rifky lakukan namun dia tidak peduli dia membuka kemasan botol yang masih bersegel itu dan meneguk nya.


Awal nya Kaila tak menerima nya namun dia juga merasa tidak enak dengan Rifky.


"Sebenarnya apa yang Kakak mau dari aku, kenapa dari tadi kakak mengikuti ku terus?" tanya Kaila bingung.


"Aku hanya ingin tahu seberapa jauh hubungan mu dengan si brengsek Revan?" tanya Rifky.


"Maksudnya apa? Aku bener-bener gak ngerti?" tanya Kaila menatap pria itu.


"Apa kamu percaya sama dia? Apa dia cerita masalalu nya sama kamu?" tanya Rifky tiba-tiba membuat Kaila bingung.


Dan entahlah Kaila tidak mau tahu apapun itu tentang Revan yang jelas dia hanya ingin bersama Revan menjalani masa depan nanti dan tidak ingin menengok kebelakang.


"Syukurlah kalo kamu sudah tahu. Aku tidak mau kamu menyesal Kai aku tahu kamu wanita yang baik dan aku sangat menyayangkan kamu malah bisa memilih dia sebagai pendamping hidupmu," ujar nya.


Kaila pun hanya tersenyum kecut, mungkin kalo bukan karna perjodohan dia tidak akan bersama Revan mungkin saja dia akan menikah dengan Andra cinta pertamanya.


"Sebenarnya apa yang Kakak inginkan aku benar-benar tidak mengerti," ucap nya bingung.


Bukannya mereka dulu berteman dekat bahkan Kaila bisa melihat keakraban mereka saat tak sengaja melihat album poto di kamar Revan waktu itu.


"Aku hanya ingin kamu tahu kalo Revan. tak sebaik yang kamu kira bahkan dia bisa berbuat apa saja agar keinginan nya tercapai," ujar Rifky.


"Aku tidak ingin tahu permasalahan kalian apa yang jelas aku mau kalian bisa berteman lagi seperti dulu," ujar Kaila.

__ADS_1


Kaila bisa melihat raut kekecewaan di mata Rifky terhadap suami nya itu namun dia juga bingung karna tidak tahu apa-apa tentang mereka yang dia tahu dulu suami nya bersahabat dengan ke tiga pria itu yakni Miko, Dito dan Rifky.


Sebaik nya Kaila bertanya saja kepada Miko mungkin dia bisa menjelaskan semua nya karna kalo Revan mungkin saja dia tidak akan mau bercerita apapun tentang masalalu nya itu.


"Kamu tidak tahu yang sebenarnya dia adalah seorang pengecut bahkan sampai kapan pun gelar itu tidak akan berubah," jawab nya membuat Kaila benar-benar kesal.


"Trus untuk apa Kakak memberi tahu ku tentang masalalu kalian aku orang baru di hidup nya Mas Revan dan aku gak mau tahu apapun yang Mas Revan dulu lakukan pada Kakak," ujar nya.


"Kamu akan menyesal Kai kalo kamu tak mencari tahu dulu apa alasan dia menerima perjodohan itu," ujar nya lalu pergi meninggalkan Kaila sendiri.


Kaila diam apa yang Rifky tahu tentang perjodohan itu, kenapa bisa Rifky tahu semua tentang nya bahkan tentang perjodohan itu.


Siapa sebenar nya Rifky itu kenapa dia bisa tahu semua tentang Revan apa mungkin Revan menceritakan tentang perjodohan itu.


Tapi bukannya Revan dan Rifky sudah bermusuhan sekarang lalu sejak kapan mereka bermusuhan membuat nya tambah bingung.


Saat sedang melamun Kaila kaget saat sebuah tangan menepuk pundak nya.


"Astaga Cerry loe tuh ya bisa gak sih gak ngagetin gue?" tanya Kaila benar-benar kesar.


"Hehe.. sorry Kai gue kira loe gak lagi melamun, udah yuk kita kekampus takut nya telat nih," ujar nya dan Kaila pun mengangguk dia mengikuti Cerry dari belakang.


Ternyata benar Remon sudah menunggu nya di dalam mobil yang tak jauh dari taman.


Mereka pun naik mobil Cerry duduk di depan bersama kekasih nya sedangkan Kaila duduk di belakang.


Selama perjalanan Kaila nampak diam dia tidak fokus mendengar pembicaraan yang Cerry katakan.


"Kai helow loe kenapa sih kok malah diem aja sih?" tanya Cerry heran.


Kaila nampak menggaruk kepala nya yang tak gatal sambil nyengir.


"Sorry Cerr loe tadi bilang apa gue bener-bener gak denger," ucap nya.

__ADS_1


Ingin sekali rasanya dia menggetok kepala Kaila itu dengan sendok, kenapa sih dia dari tadi diem aja apa yang membuat nya seperti itu pikir nya.


__ADS_2