
"Loh kok malah kesini pulang nya?" tanya Kaila.
"Sayang kamu tuh ya suami pulang bukan nya di sambut malah di tanya kaya gitu," ujar nya.
Sedangkan Kaila nampak memutar bola mata nya malas sekali pikir nya.
"Mandi sana sholat keburu habis waktu nya," ucap Kaila menyuruh nya masuk namun Revan malah menarik Kaila ke luar unit.
"Aku mandi dulu kamu siap-siap ya kita pulang ke rumah Mama, ada Bunda sama Ayah di sana," ucap Revan membuat Kaila berbinar.
"Kamu serius?" tanya Kaila senang.
"Kamu- kamu gak sopan sama suami kaya gitu," ujar Revan menyentil kening Kaila pelan.
"Aduh apaan sih," jawab nya mengusap kening nya.
"Mas gitu panggil yang bener, Mas mau mandi dulu kamu jangan kemana-mana," ujar nya memasukan pin ke pintu unit sebelah.
Dan itu sukses membuat Kaila melotot ternyata Revan tinggal di unit sebelah.
"Jangan bilang unit Mas di sini juga?" tanya Kaila masih syok.
"Iya Mas masuk dulu mau mandi, kamu kalo mau masuk tinggal masuk saja pin nya ulang tahun pernikahan kita," ujar nya menghilang di balik pintu unit.
Sedangkan Kaila nampak diam, pantas saja Revan bisa tahu dia di sana ternyata unit mereka bersebelahan pikir nya.
"Siapa Kai kok gak di ajak masuk?" teriak Naura keluar dari kamar nya menghampiri Kaila.
"Iya Kak ini juga masuk kok," jawab nya menutup pintu unit.
"Loh siapa kok gak di ajak masuk?" tanya Naura yang masih memakai mukena.
"Mas Revan, tapi udah pergi lagi belum sholat katanya,"
"Loh kenapa gak di ajak masuk dan sholat di sini," ujar Naura heran.
"Orang unit nya di sebelah," jawab Kaila enteng dan mendudukan bokong nya di sofa.
"Apa? kamu gak salah, kamu tahu suami kamu punya unit di sini?" tanya Naura dan Kaila pun menggeleng.
__ADS_1
"Baru tahu barusan, kakak siap-siap gih kita makan malam di rumah kak Revan biar sekalian aku kenalin sama mereka," ucap Kaila.
"Apa gak malu Kai, kakak ikut makan malam bareng mereka?" tanya Naura merasa tidak enak.
"Udah nanti sesudah isya kita kesana ya jangan protes," ucap Kaila tersenyum.
Naura pun akhirnya pasrah dan segera masuk ke dalam kamar nya untuk sholat Isya sedangkan Kaila nampak keluar unit dan masuk ke unit Revan yang ada di sebelah nya.
"Untung gue save di ponsel tanggal pernikahan kalo enggak gue beneran lupa dan gak bisa masuk ke sini," guman nya.
Di sisi lain Clarisa nampak kesal mendapatkan video dari Cerry dia mengurung diri di kamar nya dari tadi dengan alasan sedang tidak enak badan.
"Kenapa sih loe sampe bela-belain ngirimin ini ke gue Cerr, kenapa loe masih perhatian sama gue, apa loe masih Cerry yang gue kenal," guman nya sambil terisak.
Dia teringat masa-masa SMA dimana dia selalu berdua dengan Cerry sebelum ada Luna dan Marta.
Cerry selalu baik dan perhatian pada nya, namun karna masalah pria mereka sampe musuhan seperti ini.
Sejujur nya Clarisa ingin berbaikan dengan Cerry namun Luna dan Marta selalu mempengaruhi nya agar Clarisa tetap membenci Cerry.
.
Di unit Revan Kaila nampak celingukan mencari Revan, namun matanya tak sengaja melihat banyak sekali poto dirinya bahkan ada yang terpampang besar disana.
"Ahhhg...," teriak Kaila yang kaget melihat tangan melingkar di perut nya.
"Apa sih yang jerit-jerit gitu," ucap Revan meletakan kepala nya di bahu Kaila.
Membuat dada Kaila bergemuruh, rasanya habis maraton.
"Ngagetin tahu kenapa sih doyan banget peluk-peluk," ujar nya cemberut.
Membuat Revan gemas dan mencium pipi nya."Terus gak boleh gitu peluk istri sendiri atau aku harus peluk cewek lain gitu," ujar nya.
"Jangan...," ucap Kaila dan reflek membekap mulut nya.
Sedangkan Revan nampak terkekeh, ternyata di balik cuek nya Kaila masih mencintai nya.
Revan pun membalikan tubuh Kaila dan membawa nya kedalam pelukan nya, sungguh dia sangat merindukan istri kecil nya itu.
__ADS_1
"Maafin aku ya sayang, aku janji gak akan pernah bikin kamu kecewa lagi aku mohon jangan tinggalin aku, jangan pernah berniat untuk meminta cerai dariku," ujar nya membuat Kaila mengerutkan kening nya.
"Aku tahu aku salah karna udah bohong sama kamu tapi aku beneran nyesel, aku cuma cinta kamu aku cuma mau kamu gak ada yang lain," lanjut nya.
Kaila nampak berbunga-bunga mendengar ungkapan suami nya dia pun menyinggingkan bibir nya namun dia ingin tahu sejauh mana penorbanan Revan.
Kaila pun melepaskan pelukan Revan dan menunduk."Ayo kita pulang aku udah kangen banget sama bunda," ujar nya melangkah ke arah pintu keluar.
"Sayang kamu janji ya jangan tinggalin aku," ujar nya menarik tangan Kaila.
Namun Kaila hanya diam saja dan melapaskan tangan Revan pelan.
"Ayo Kak Naura udah nunggu kita," ucap nya segera keluar unit Revan.
Revan menatap nya sendu dia sangat takut dengan perpisahan semoga itu tidak akan pernah terjadi pikir nya.
Revan pun menyusul Kaila keluar dan ternyata sudah ada Naura di sana.
Revan pun menyapa kakak ipar nya itu."Kak Naura gimana kabarnya?" tanya Revan basa basi.
"Kabar baik," jawab nya.
Setelah itu mereka berjalan menuju lift dan segera turun menuju besman.
Revan pun mengendarai mobil nya dia nampak mencuri-curi pandangan dari kaca melihat istri nya yang duduk di belakang bersama Naura.
Kaila nampak semangat sekali malam ini membuat Revan sedikit menyunggingkan senyum.
"Manis banget sih istri gue," batinnya.
Revan sudah gugup sekali bertemu dengan mertua nya takut kalo Kaila cerita semua nya ke mereka, takut kalo Kaila di suruh pulang ke Bandung.
Revan pun mengelengakan kepala nya dia tidak mau itu sampai terjadi.
"Ya Tuhan berikan lah jalan untuk rumah tangga hamba agar semua nya kembali membaik," batinnya.
Dua puluh menit berlalu akhirnya mereka sampai di kediaman Dini, Kaila pun lantas membuka pintu mobil dan mengajak Naura turun.
"Ayo kak kita masuk," ujar nya dan Naura pun hanya mengangguk.
__ADS_1
Sedangkan Revan jangan di tanya dia masih saja tidak tahu apa yang akan di jawab nya ketika mertua nya menanyakan tentang rumah tangga nya.
Dia berusaha menenangkan hatinya agar bisa berfikir jernih."Tenang Revan semua pasti akan baik baik saja, kamu harus yakin kalo Kaila masih mencintaimu." batinnya.