Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Oleh oleh


__ADS_3

"Kamu mau kemana sayang,ko udah bangun? " Tanya Abang yang baru saja masuk ke dalam kamar.


"Aku mau ketemu anak-anak dimana mereka? " Tanya Icha membenarkan kerudungnya yang berantakan, Dia pun segera bangkit dari kasur.


"Kata Ibu sih di kamar tamu, mereka sedang istirahat, "


Icha pun membuka pintu balkonnya sudah mulai sore, Dia ketiduran sampe lupa belum ke rumah mertuanya.


"Kita ke rumah Bunda dulu yuk, aku liat mobilnya sudah ada, " Ucap Icha, dan Abang pun mengangguk.


Mereka pun turun ke bawah terlihat keponakannya sedang menonton tv bersama orang tuanya.


"Icha kamu udah bangun nak? tadi kata suamimu kamu tidur, ayo sini gabung, " Ucap Ibu.


"Iya tadi Icha ketiduran, ponakan Tante lagi pada ngapain? " Tanya Icha ikut duduk bersama mereka.


"Tante kata Nenek Aura harus jadi anak yang baik dan nurut sama Nenek. Aura juga harus mendo'akan Mamih sama Papih agar masuk surga," Ucap Naura, gadis cantik itu sudah tidak terlalu sedih seperti tadi siang.


"Iya, kalian anak-anak yang hebat dan kuat, semoga kalian bisa membanggakan orang tua kalian, " Ujar Icha.


"Iya itu pasti tante, Aura akan jadi juara seperti yang Mamih mau, " Ucap Naura sedangkan Nabila hanya diam saja.


"Sayang kamu masih sedih? " Tanya Icha, namun Nabila hanya menggelengkan kepala.


"Tante tau Bila anak yang kuat dan sabar, Bila juga harus bisa menjadi kakak yang baik buat Aura ya," Nabila pun mengangguk.


"Kalian sudah makan siang? " Tanya Icha dan mereka pun mengangguk kecuali suaminya.


"Aa belum makan siang? " Tanya Icha heran.


"Aa mau makan kalo ada kamu," Ujarnya tersenyum, membuat Naura terkekeh.


"Cie om sama tante... " ujar nya.


"Kita makan siang dulu lah udah mau Ashar, gak papa telat juga, " Seru Icha.

__ADS_1


"Ya sana, kasian suami kamu kelaparan, " Ujar Ibu.


Icha dan suaminya pun meninggalkan mereka, menuju ruang makan.


"Bentar aku angetin dulu lauk nya, " Ujar Icha dan Abang pun mengangguk.


Setelah selesai mereka pun makan dengan lahap.


"Aku belum selesai mengemas ini semua," Ucap Icha menunjuk kardus yang berantakan.


"Ya sudah kita bagi-bagi nya sekarang aja, nanti kan akan ada tahlilan di sini, " Ucap Abang.


Mereka pun membereskan semuanya, hingga selesai.


"Kita Ashar dulu di musola belakang, Nanti kita langsung ke rumah Bunda, " Ucap Icha memasukan beberapa kotak coklat ke dalam kulkas.


Icha juga menyimpan beberapa kacang bali dan juga pie susu di atas lemari.


"Yuk sekalian aja biar kita langsung ke rumah Bunda nanti," Ucap Icha, dan mereka pun masuk ke dalam musola yang tak juah dari sana.


"Bila ini untukmu dan ini untuk Naura, " Ucap Icha,mereka pun mengambilnya dan berterimakasih.


"Untuk Ibu mana? " Canda Bu Yani sambil tersenyum.


"Tenang Ibu paling banyak di dapur," Jawab Abang terkekeh.


"Kalian bisa saja, Ibu hanya becanda, " Ucapnya.


"Kami bawa banyak ko, Ibu tenang aja Icha beli pie susu kesukaan Ibu dan kacang kesukaan Bapa, Icha udah simpan di lemari dapur, untuk Enin dan bi Asih Icha simpan dalam kardus ," Ujar nya da Ibu pun mengangguk, Icha juga sudah memisahkan untuk Ifa dan Irma Dia menyimpannya di atas lemari.


"Kita mau kerumah Bunda Cici dulu ya, nanti kita kesini lagi habis magrib, Ibu bag bagi ke tetangga sama karyawan ibu, masih banyak sisa kayanya, " Ujar Icha.


"Ya sudah, jangan lupa bawa oleh-oleh buat mereka, " Ujar Ibu, dan mereka pun mengangguk.


.

__ADS_1


Mereka pun sampai di rumah Bunda Cici dengan masing-masing paper Bag di tangannya.


Satu untuk pakaian, satu untuk makanan, dan satu lagi untuk pernak pernik, di tambah satu lagi untuk Adit pakaian.


"Asalamualaikum, " Ucap mereka barengan.


"Walaikum salam, " Jawab Bunda yang sedang menyiram tanaman hiasnya.


"Sayang kalian kapan pulang? " Ucap Bunda memeluk menantu kesayangannya.


"Tadi pagi Bun, kita langsung kerumah Ibu, " Ujar Icha.


"Ayo masuk, Ayah juga sebentar lagi pulang, " Ucap nya.


Mereka pun masuk kedalam rumah.


"Bun ini oleh-oleh nya maaf hanya sedikit, " Ujar icha tak enak.


"Sayang kenapa repot-repot sekali, padahal gak bawa juga gak papa, " Ujar Bunda tersenyum.


Bibi pun membantu Bunda membawa makanan ke dapur sedangkan Bunda menyimpan pakaian nya ke kamar.


"Ayo kita masuk kamar dulu, aku gerah pengen mandi, " Ujar Abang, namun Icha menggeleng.


"Cha kenapa? " Tanya Bunda yang baru saja datang.


"Gak papa Bun, ini Aa katanya mau ke kamar sekalian aja bawa ini ke kamar Adit, " Kilah Icha.


"Oh gitu ya, Cha ayo ikut Bunda ke depan Bunda punya tanaman baru loh, " Ucap Bunda.


"Ah iya Bun ayo, " Ucap nya tersenyum.


"Sayang katanya mau mandi? " Tanya Abang.


"Iya nanti aja kamu dulu. " Ucap nya mengekori Bunda Cici kehalaman.

__ADS_1


Abang pun berjalan menaiki tangga menuju kamar nya, Dia pun menyimpan oleh-oleh untuk Adiknya di atas meja belajar.


__ADS_2