Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Kekesalan Kaila


__ADS_3

Mereka pun sampai di depan apartemant nya Revan Kaila memutuskan untuk pulang saja kesana, walau pun Sean mengajak nya ke rumah Naura namun dia. menolak nya.


"Makasih banyak ya Bang atas tumpangan nya aku gak tahu kalo Bang Sean gak datang bagaimana nasib aku," ujar nya tersenyum kaku.


"Iya sama-sama masuk sana terus obatin luka nya," ucap Sean memberikan kantong plastik yang tadi sengaja dia beli saat lewat apotek.


Kaila pun mengangguk dia sangat senang sekali melihat perhatian Sean kepada nya mengingatkan dia kepada kedua sepupu nya yakni Haikal dan Satria.


Bagaimana kabar mereka sekarang Kaila jadi merindukan mereka.


"Kai kok malah melamun sih? aku pamit ya," ucap nya dan Kaila pun tersadar dia tersenyum menunjukan gigi putih nya.


"Iya kak aku masuk ya bye," ucap nya keluar dari mobil melambaikan tangan nya ke arah Sean.


Sean pun tersenyum sambil menggelengkan kepala nya lantas dia pun melajukan mobil nya meninggalkan Kaila yang sudah berjalan ke dalam.


Kaila masuk ke dalam lift dan menekan angka dimana unit nya tinggal.


Beberapa menit kemudian dia pun sampai di depan unit dan memencet pin dia segera masuk lalu melempar tas nya ke sofa dia pun menyandarkan tubuh nya di sana.


Mendengar suara pintu terbuka Revan pun keluar dari kamar seperti nya dia juga baru saja pulang karna baju nya pun masih sama.


"Loh sayang kamu dari mana kok baru pulang jam segini, terus Cerry nya mana kok gak diajak masuk dulu?" tanya Revan.


Kaila pun ikut bingung dengan pertanyaan suami nya itu siapa juga yang mau pulang bareng Cerry.


"Kamu tuh yang dari mana Mas, aku nunggu kamu sampe dua jam di sana kamu malah gak datang sebenarnya kamu niat gak sih jemput aku?" ucap Kaila kesal.


"Sayang bukannya kamu pulang duluan sama Cerry bukannya kalian ada tugas kelompok, aku tadi kehabisan batre jadi gak bisa ngehubungi kamu," jawab nyaerasa bersalah.


"Aku tadi kan udah bilang aku keluar jam 5 dan kamu bilang oke nanti tunggu aja, trus kemana kenapa gak dateng coba," ujar nya.

__ADS_1


"Tadi aku udah mau jalan ke kampus kamu eh Clara datang dia bilang kamu ada tigs kelompok sama Cerry dan dia ngajak aku keluar aku gak bisa nolak toh kamu juga ada acara sama Cerry," jawab nya enteng.


Kaila pun mengepalkan tangan nya rasa sakit yang sedari dia tahan kini malah semakin parah buku-buku jari nya pun sampai memutih dan kembali mengeluarkan darah.


Jadi biang kerok nya adalah adik ipar nya itu sialan emang Clara awas saja kamu aku pasti akan bales ini bener-benar keterlaluan pikir nya.


Kaila pun mengusap air mata nya dengan kasar lalu mengambil tas nya dan pergi. keluar meninggalkan unit Revan.


Revan yang melihat Kaila pergi pun nampak bengong kenapa dengan istrinya itu dia melihat plastik jatuh di dekat sofa dan memungut nya.


Terlihat di dalam nya ada obat salep dan juga anti biotik sebenar nya siapa yang terlula pikir nya dia pun lantas mengejar Kaila keluar dia menggedor pintu unit Cerry yang ada di sebelah unit nya.


Namun seperti nya Kaila benar-benar marah kepadanya dia pun kembali ke dalam unit nya dia mengambil ponsel nya yang sedang di isi batrai.


Dia penasaran kenapa Kaila marah kepadanya apa ada yang dia lewatkan sehingga membuat Kaila kesal.


Revan pun membuka chat yang Kaila kirimkan kepadanya dan baru saja terbuka karna setelah pulang dari kantor dia lupa kalo ponsel nya mati dia malah pergi mengantar Clara ke mall.


Bahkan jam 6 lebih Kaila masih menunggu nya di depan mesjid dekat kampus.


"Astaga kenapa aku gak cari tahu dulu kebenaran nya kenapa aku percaya begitu saja dengan Clara bukannya dia tidak menyukai Kaila kenapa aku sampai lupa hal itu," gumannya.


Revan sungguh menyesal telah mempercayai adik nya itu, bagaimana dia tidak percaya karna tadi Kaila mengatakan akan kerja kelompok dan Clara pun mengatakan hal yang sama jadi dia tidak curiga kalo Clara membohongi nya.


Revan pun lantas menghubungi Cerry meminta nya agar memberi tahukan nomor pin kamar nya.


Cerry pun tak kebaratan dan mengatakan nomon pin unit nya tanpa curiga apapun.


Revan pun segera mandi dan setelah itu dia akan menghampiri istrinya.


Di tempat lain Kaila segera masuk ke dalam kamar dia segera mengisi daya ponsel nya dan dia segera masuk ke kamar mandi dia menyiapkan air panas dan berendam di bathtub untuk meregangkan otot nya yang lumayan sakit.

__ADS_1


Kaila bisa melihat tangan dan juga dada nya sedikit biru akibat pukulan para pria tadi.


Setelah lama hampir tiga puluh menit berendam dia pun sudah mulai mendingan lantas mencari baju di dalam lemari, untung saja masih ada baju nya di sana yakni celana pendek dan juga kaos pendek.


Kaila pun duduk setelah mengambil p3k yang tergantung di dekat pintu lalu dia mengobati luka di tangan nya yang lumayan perih setelah itu dia mengobati pipi nya yang juga lumayan bengkat akibat pukulan yang cukup keras.


Dia lupa membawa obat yang Sean berikan tadi, untung saja di dalam kotak p3k milik Cerry ada banyak obat dan begitu lengkap.


Setelah mengobati lukanya dia menghubungi Cerry menanyakan sesuatu.


[Haloo Kai ada apa] tanya Cerry di sebrang sana.


[Apa tadi Mas Revan ada hubungi loe] tanya Kaila.


[Ada dia tadi nanyain no pin kamar gue, emang ada apa sih Kai? loe berantem sama dia] tanya Cerry penasaran.


[Enggak kok cuma salah paham aja yaudah gue tutup telpon nya yah] ujar nya.


tut


tut


tut


Dia pun langsung mematikan sambungan telpon nya namun dia lupa apa Cerry memberi tahukan pin nya atau tidak Kaila pun akhirnya keluar kamar dia berniat membuat makanan untuk makan malam nya.


Namun saat melihat tangan nya yang masih terasa sakit Kaila pun mengurungkan niat nya dia pun memilih memesan makanan dari luar saja.


Kaila pun berjalan ke depan berniat menunggu pesanan nya di sofa namun dia malah di buat kaget dengan kehadiran suami nya yang sudah duduk manis di sana sambil kemainkan ponsel nya.


"Ngapain kesini?" tanya kaila bersidekap dada dan menjatuhkan bokong nya di sofa single depan Revan.

__ADS_1


__ADS_2