
Flasback 28 tahun yang lalu.
Usia Icha kala itu 14 tahun dia masih duduk di bangku SMP, kala itu Ibu nya Icha atau Bu Yani mengajak nya pergi ke Jakarta dia pergi ke sana sekeluarga.
Pak Harun yang membawa mobil kala itu, Irma dan Ifa pun ikut serta dalam perjalana kala itu.
Icha kelas 3 SMP sedangkan Ifa masih kecil sekitar 10 tahun, dan Irma kelas 3 SMA.
Mereka pergi mengunjungi kakak nya yakni Aulia yang mengatakan ingin memberi kejutan.
"Bu, sebenarnya teteh mau ngasih kejutan apa sih?" tanya Icha yang selalu kepo sedangkan Irma dan Ifa nampak diam sambil memainkan ponsel mereka.
"Ibu juga gak tahu, kata nya mau ada syukuran tapi ibu gak tahu syukuran apa," ujar Bu Yani.
"Oh mungkin Bang Farhan naik pangkat kali bu," jawab Icha membuat Harun terkekeh.
"Memang nya di kampung Cha kalo naik pangkat ngadain syukuran kalo di kota mah gak kaya gitu nak," ujar Harun masih terkekeh.
"Ya kali aja gitu kita kan gak tahu Pak," jawab nya masih dengan nada penasaran.
"Cha bisa diem gak loe ngoceh aja dari tadi gue pusing tahu denger nya," ucap Irma tiba-tiba kesal.
"Kok teteh nyolot sih pake nih biasa nya juga gitu," ucap Icha memberikan hedset kepada kakak nya itu.
"Udah-udah jangan berantem sebentar lagi sampe malu-maluin aja udah gede juga," ucap Bu Yani.
Memang Icha dan Irma sedari dulu memang tidak akur karna mereka hanya beda 2 tahun usia nya dari kecil selalu saja berantem dan berebut mainan atau apapun membuat Ibu Yani pusing.
Setelah menempuh perjalan 3 jam lebih mereka pun sampai di depan rumah Aulia, rumah nya minimalis tak terlalu besar namun terlihat asri, rumah dua tingkat itu seperti nya baru selesai di renovasi.
Aulia yang sudah menunggu di depan rumah pun langsung berlari menghampiri orang tua nya yang baru saja keluar dari mobil.
"Ibu Lia kangen sama ibu, gimana ibu sehat?" ujar nya memeluk ibu nya itu erat sedangkan Pak Harun hanya geleng-geleng kepala.
Ya Aulia adalah anak sulung mereka namun dia tak segan bermanja kala ibu nya datang berkunjung.
"Alhmdulilah kami semua sehat gimana kabar kamu nak, baru juga satu bulan gak ketemu udah kangen lagi," ucap Bu Yani tersenyum sambil melepaskan pelukan nya.
"Lebay..," ucap Icha membuat mereka terbahak.
"Yah ibu satu bulan itu lama tau, eh ada adik-adik ku gimana kabar kalian?" tanya Aulian mengulurkan tangan nya dan langsung di sambut oleh mereka mencium tangan kakak nya itu serta memeluk nya bergantian.
__ADS_1
"Ayo masuk," ajak Aulia setelah memeluk Bapak nya.
Mereka pun mengekori Aulia ke masuk ke ruang tamu di sana ada Farhan yang sedang menggendong anak mereka yakni Nabila yang baru 3 tahun.
"Wah ponakan Ateu lucu sekali," ujar Icha mengambil Nabila dari gendongan Farhan.
"Istirahat dulu Cha nanti main nya biar Nabila sama Abang," ucap Farhan kala itu.
"Gak Papa Bang Icha malah seneng bisa main sama Nabila cape nya langsung hilang," ucap nya tersenyum.
Icha pun mengajak Nabila bermain di ruang keluarga bersama Ifa dan juga Irma sedangkan orang tua mereka mengobrol di ruang tamu.
Farhan pun menyalami kedua mertua nya dan ikut duduk di sana.
"Bagaimana kabar nya Pak, bu?" tanya Farhan ramah.
"Kabar kami baik nak," jawab pa Harun.
"Syukurlah kalo begitu, bagaimana perjalanan nya lancar?"
"Lumayan tadi macet sedikit sebelum sampai ke komplek," jawab nya.
"Gak usah repot-repot nak," ucap Bu Yani.
"Gak Papa kok bu," jawab nya tersenyum dan ikut duduk bersama mereka.
"Kamu masih gak punya Art Lia?" tanya Pak Harun melihat Aulia sendiri yang melayani mereka.
"Lia udah enak kaya gini Pak, bisa ngurusin bang Farhan sama ngurusin Nabila, ya walau pun nyuci masih ke laundry," ujar nya.
"Farhan juga udah ngusulin ke Lia tapi katanya takut jaman sekarang jarang orang yang jujur," timpal Farhan.
"Biar nanti ibu carikan kalo gak salah ada tetangga nya bi Asih ada yang nyari kerja dia janda umurnya seumuran ibu, suami nya meninggal belum lama ini," ucap Bu Yani.
"Boleh bu sekalian buat jagain beby Naura," ucap Aulia senang dan itu sukses membuat mereka bingung.
"Naura siapa?" tanya Bu Yani.
"Cerita nya panjang bu dan ini kejutan yang Aulia maksud," ujar nya mengajak mereka ke kamar nya.
Ibu dan Ayah nya nampak bingung apa yang mau Aulia tunjukan.
__ADS_1
Saat sampai di kamar Aulia menunjukan sebuah bok bayi kepada mereka.
"Ibu lihat kan itu apa?" tanya Aulia dan Ibu nya pun mengangguk.
Aulia mengajak Ibu nya mendekati box bayi itu dan terlihat seorang bayi kecil yang sedang tidur.
Bu Yani pun melebarkan mata nya anak siapa itu pikir nya.
"Anak siapa itu nak gak mungkin kan anak kamu wong satu bulan lalu kamu ke Bandung gak lagi hamil," ucap Bu Yani.
"Ini anak temen aku bu, ibu masih ingat kan Wiwid temen aku yang dulu suka ke Bandung?" tanya Aulia dan Ibu nya pun mengangguk.
"Tapi ko di titipin di sini mana Wiwid nya?" tanya Bu Yani.
Sedangkan Pak Harun hanya menyimak saja dia juga bingung apa yang anak sulung nya katakan.
"Bapak ikut saya saja biar saya jelaskan," ucap Farhan mengajak ayah mertua nya itu keluar dari kamar.
Pak Harun pun mengangguk membiarkan istri dan anak nya berbicara berdua saja.
"Ini anak nya Wiwid yang sengaja dia titip ke aku bu, ini kalung yang Wiwid berikan untuk nya di sini sudah ada nama Naura yang di semat kan untuk anak nya," jelas Aulia menunjukan kalung mas putih berliontin love bermata berlian.
"Maksud kamu apa, Iba gak ngarti?" tanya Bu Yani.
Aulia pun mengajak nya duduk di kasur dan mulai menjelaskan semua nya.
"Wiwid melahirkan anak ini namun dia belum menikah bu, pacar nya pergi saat Wiwid hamil dan Wiwid di paksa untuk menggugurkan kandungan nya oleh orang tua nya karna itu aib untuk mereka, namun Wiwid bersikeras ingin mempertahankan bayi nya orang tua nya pun mengikan asal Wiwid mau menyanggupi syarat yang di berikan orang tua nya."
"Orang tua nya membiarkan Wiwid melahirkan anak nya namun saat sudah lahir anak nya di kasih ke aku sama Bang Farhan karna dia harus melanjutkan S2 nya ke luar negri."
"Jadi Wiwid beneran ngasih anak ini ke kamu?" tanya Bu Yani menggelengkan kepala nya.
"Iya bu aku malah senang karna ibu tahu kan aku gak bisa hamil lagi, Bang Farhan juga senang dan menerima keadaan Naura,"
"Cukup keluarga kita saja bu yang tahu biarkan Naura tumbuh menjadi anak kami, karna keluarga Wiwid pun tak ada yang tahu hanya ayah dan ibu nya saja itu pun mereka yang meminta kami merahasiakan nya." ujar nya.
Namun di depan kamar Icha mendengarkan pembicaraan mereka, jadi Icha sangat tahu asal usul Naura yang sebenar nya.
Sejak saat itu lah Naura menjadi bagian dari keluarga mereka, jangan kan Nabila almarhum Oma nya pun tak tahu kalo Naura bukan anak kandung Aulia dan Farhan.
Flasback off
__ADS_1