
Berbeda dengan Kaila yang sedang di tangani oleh dokter, Naura nampak sedang menangis karna Bu Widya memutuskan tidak menerima lamaran dari Sean malam ini.
"Widya aku mohon maafkan aku, jangan bawa-bawa anak kita Wid sudah cukup mereka menderita selama ini," ucap Bu Siwi ibu nya Sean.
Sean memang sengaja mengajak ibu nya ke rumah Widya dia ingin mereka kenalan sebelum acara lamaran, namun itu malah membuat Sean bingung ternyata Bu Siwi dan Ibu Widya sudah mengenal dan seperti nya hubungan mereka tidak baik.
"Seharus nya kamu bicara itu jauh-jauh hari bukannya kamu yang membuat mereka menderita bukannya kamu yang memisahkan mereka kala itu," ucap Widya tersenyum sinis.
Sedangkan Ivan nampak menyimak karna tidak tahu permasalahan mereka, karna saat Ivan pacaran dulu dengan Widya dia tidak pernah kenal dengan Siwi.
"Bukan aku yang melarang mereka tapi Mas Candra, aku selalu membujuk nya kala itu namun Mas Candra tetap tidak mau merestui mereka," jawab nya.
Widya pun nampak menghela nafas dia masih ingat bagaimana jahat nya Candra.
~Falsback~
Dulu mereka berempat bersahabat yaitu Widya, Siwi, Candra dan Farhan, mereka berteman dari SMA dan saat Kuliah Widya mempunyai teman baru yaitu Aulia.
Aulia anak nya baik dan juga ramah membuat Candra dan Farhan menyukai nya .
Candra orang yang pertama menyatakan cinta kepada Aulia namun dia menolak nya dengan alasan ingin serius kuliah, Candra pun sakit hati dia hampir saja memperkosa Aulia untung saja Farhan menyelamatkan nya.
Sejak itu lah pertemanan mereka hancur dan Siwi menyalahkan Aulia atas adanya kejadian itu, dia memilih bersama Candra dan menikah karna dari dulu Siwi sudah mencintai Candra.
Saat Candra tahu kalo Naura adalah anak nya Aulia dan Farhan dia benar-benar marah dan dendam dengan dua orang itu lantas pindah keluar negri dan Sean pun kuliah di sana.
Awal nya Candra sangat menyukia Naura karna sikap nya yang lemah lembut namun saat tahu asal usul nya Candra benar-benar murka.
Dia tak ingin berbesan dengan mereka, walau pun Aulia dan Farhan sudah tiada namun rasa benci Candra kepada mereka tetap sama.
Hingga satu tahun yang lalu Candra meninggal dunia karna serangan jantung yang di derita nya.
Setelah kepergian Candra Sean mulai mencari keberadaan Naura namun sayang nya Naura sudah menikah dengan Ronald.
Dan saat Sean bercerita kalo Naura sudah menjadi janda Siwi berharap mereka akan bisa bersatu lagi.
__ADS_1
~Flasback off~
"Sayang kamu tenang ya jangan emosi kasian Naura ketakutan dia sedih liat kamu kaya gini," ucap Ivan mengelus pundak nya pelan.
"Gak Papa ko kalo Mama sama Papa gak ngerestuin kita Naura akan terima, yang penting Mama sama Papa bahagia aku juga ikut bahagia," jawab nya tersenyum mengusap air matanya.
Dia berusaha tersenyum walau pun hatinya nampak sakit, dia gak mau liat Mama nya sedih.
"Ra apa-apaan sih kamu, kamu udah gak cinta lagi sama aku bukannya kita akan berjuang bersama, sudah cukup aku kehilangan kamu satu tahun ini aku gak mau kehilangan kamu lagi," ucap Sean.
Naura nampak menunduk dia tidak bisa menahan air mata nya namun dia juga tak bisa melawan orang tua nya.
"Maaf Sean aku tidak bisa meneruskan ini, permisi," ujar nya meninggalkan tempat itu dan masuk kedalam kamar nya.
Begitu juga dengan Widya dia pergi begitu saja dan masuk ke dalam kamar nya.
Sean nampak berdiri ingin mengejar Naura namun Ibu Siwi memegang tangan nya, nanti dia akan mencari cara lagi agar bisa mmebujuk sahabat nya itu.
Sedangkan Ivan nampak bingung harus bagaimana dia merasa tidak enak dengan tamu nya.
"Tidak apa-apa Mas saya sangat mengerti sekali dia pasti marah saat mengetahui semua nya, biarkan dia tenang dulu karna saya sudah tahu sifat nya seperti apa kami berteman dari kecil," ujar nya.
Ivan pun mengangguk lantas mereka pun pamit lebih dulu, menunggu waktu yang pas untuk berbicara lagi dengan Widya dan Naura.
"Ya sudah kalo begitu kami pamit pulang dulu," ujar nya.
"Tapi Bu," ujar Sean dia masih belum mau pulang.
"Biar Om nanti yang bilang sama mereka ya kamu tenang saja," ucap Ivan.
Sean pun akhirnya pasrah dia akan kembali membujuk bu Widya agar merestui mereka, kalo tidak bisa dia akan nekat membawa Naura kabur itu tekad nya dia gak mau kehilangan Naura.
"Ya sudah kami pamit dulu, maaf sudah membuat keributan di sini," ucap Siwi merasa tidak enak.
"Kami yang harus nya meminta maaf karna membuat kalian tidak nyaman," sesal nya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kami pamit ya selamat malam," ucap Siwi menarik tangan Sean agar mengikuti nya.
Sean masih menatap ke arah tangga dia berharap Naura akan keluar dari kamar nya namuin sepertinya dia tidak akan menemui nya lagi.
Setelah kepergian Siwi dan Sean, Ivan pun memijat pelipis nya dan langsung menemui istrinya di kamar.
"Sayang," ucap nya melihat Widya nampak melamun di dekat jendela dia menatap langit yang terang oleh bulan.
"Pah apa aku salah, aku benar-benar membenci Candra dia orang yang telah membuat Aulia stres dan trauma," ujar nya mengingat mendiang sahabat nya.
"Mah yang salah kan Candra kenapa Mama membawa Sean dalam hal ini, anak-anak kita gak tahu apa-apa Mah," ucap nya mengelus pundak istrinya.
Ivan tahu Widya sangat terpukul dan marah dengan keadaan namun dia akan berusaha membujuk istrinya agar merestui mereka, dia bisa melihat kesedihan di mata Naura saat meninggalkan mereka.
"Mama tenang ya jangan emosi ingat kesehatan kamu Mah jangan sampai banyak pikiran," ucap nya.
Widya pun menyandarkan kepala nya di pundak suami nya dia merasa nyaman saat Ivan merangkul nya.
"Kamu istirahat ya biar Papa yang urus Naura dia pasti bakal ngerti apa yang kita Mama maksud," ucap Ivan dan Widya pun mengangguk.
Widya pun merebahkan tubuh nya dia tempat tidur, dia memejamkan matanya ingin melupakan apa yang terjadi hari ini.
Ivan pun ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk istri tercinta nya itu, mungkin besok dia berbicara dengan Naura karna malam ini pasti Naura masih kacau dan tak akan mengerti.
Sedangkan Naura nampak diam air matannya terus mengalir dan mengambil obat di dalam laci seperti biasa dia akan minum obat kalo terlalu stres begini.
Namun saat Naura akan memasukan nya le dalam mulut suara ketukan kaca terdengar.
Naura pun mengurungkan niat nya dan berjalan mendekati pintu balkon.
"Apa cuma perasaan ku saja ya," gumannya.
Naura pun kembali namun suara ketuakan itu kembali terdengar.
"Ra, buka pintunya," ujar nya.
__ADS_1
Naura pun lantas membuka pintu kaca itu dan melebarkan mata nya dia melihat kiri kanan.