
Degg...
"Ohh itu maaf,itu mantan aku,tapi itu dulu. " ucap Icha meremas ujung kemeja nya menahan gugup yang di rasakan.
"Bukan selingkuhan kamu???" tekan Abang dengan nada mengejek.
"Bukan, lagian selingkuh dari siapa,meskipun aku pacaran sama siapa pun itu dulu ya sebelum aku jadian sama kamu,dan aku juga gak pernah nyuruh kamu nunggu aku, kalo pun kamu gak bisa nerima aku dan gak percaya sama aku oke ga papa. " ucapnya sambil berkaca-kaca.
Abang pun mengurungkan niatnya berbicara karna mereka sudah sampai di sebuah Caffe,Mereka pun melangkah masuk ke dalam dan memesan makanan, namun Icha sudah kehilangan nafsu makannya hanya memesan minuman saja.
"Loh ko ga pesen makanan?? " Seru Abang saat Icha hanya menunjuk salah satu minuman di daftar menu.
"Aku masih kenyang. " jawab Icha.
Abang pun menunjuk menu untuknya dan juga Icha, karna Abang yakin Icha marah padanya, sehingga kehilangan nafsu makannya.
"Maaf Cha kamu jangan marah ya, Aku tuh gak suka kalo ada cwo yang masih ngejar kamu. " sesalnya sambil menggemgam tangan Icha yang masih diam membisu.
Makanan pun datang Abang pun terus membujuk Icha agar segara makan.
"Ayo Cha makan, klo kamu gak mau makan aku juga gak akan makan." ucapnya terus memaksa hingga akhirnya Icha makan beberapa sendok karna merasa kasian, pasti abang kelaparan kalo tidak makan.
Setelah selasai makan Mereka pun bergegas pulang namun hanya keheningan yang terasa karna sejak tadi Icha selalu diam tak menjawab apapun yang di lontarkan Abang.
Mereka pun sampai jam 8 malam Icha pun bergegas masuk ke dalam rumah setelah mengucap salam kepada Ifa yang sedang duduk di teras. Abang pun hanya geleng-geleng kepala, melihat nya namun dia tak pantang menyerah setelah memberikan kunci mobil pada Ifa.
"Pada kemana kok sepi? "
"Lagi pada kondangan katanya temen bpa nikahkan anaknya," jawab Ifa yang masih serius dengan ponselnya.
"Udah pulang sana, gw tau kalian pasti lagi marahan kan,biarin teteh tenang dulu nanti juga bener sendiri. "
"Ya udah gw balik ya, jangan lupa loe masih qda utang sama gw. " seru abang sambil melangkah pergi.
"Iya tenang gw inget ko. " teriak Ifa dan masuk ke rumah.
Ifa pun mengetuk pintu kamar Icha.
" Teh aku masuk ya. " seru Ifa tanpa ada jawaban dari dalam Dia pun masuk dan duduk di sopa.
seteleh beberapa saat pintu kamar mandi pun terbuka memperlihatkan Icha yang baru saja selesai mandi.
"Ehh kamu di sini dek, kaget tau " ucapnya saat melihat ifa yang sedang duduk dan memainkan ponselnya.
Icha pun segera ganti baju dengan baju tidur dan duduk di meja rias.
"tehh..
__ADS_1
"hmm..
"Teh..
"Apa..? " Icha pun menoleh.
"Teteh lagi berantem sama Abang?
"Gak ko, teteh cuma lagi kesel aja sama Dia,udah kamu jangan pikirin mendimgan kamu belajar biar pinter, walau pun kuliah kamu masih online kamu harus serius belajarnya. "
"Ya ya, teteh tenang aja ."
" Besok teteh mau ke rumah ka Irma dulu pagi-pagi, sebelum ke kantor, Kak Hermawan udah bilang kalo lamaran yang teteh kirim udah di terima, langsung masuk aja katanya gak perlu interpiu. "
"Syukur deh kalo gitu, aku ikut seneng denger nya,ya udah teteh istirahat aku juga mau tidur dah ngantuk. " ucapnya sambil meninggalkan kamar Icha.
Namun saat Ifa akan membuka pintu Icha kembali memanggilnya " eh tunggu bentar. " sambil mengeluarkan sesuatu di dalam laci.
"Kamu kasih ini sama Abang ya, teteh besok harus berangkat pagi-pagi sekali takut ga sempet" ujarnya mwmberikan paper back kecil dan langsung di angguki oleh Ifa.
Icha sendiri merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil melihat ponsel nya yang sejak tadi bergetar beberapa pesan yang Abang kirim dan juga panggilan tak terjawab.
Icha pun menskrol semua chat yang ada di ponselnya, dia pun memencingkan mata nya saat melihat pesan yang di kirim mega sudah di baca.
" Jadi ini yang buat Abang marah." gumannya dan membalas chat Mega.
Icha pun menyimpan kembali ponselnya tanpa membalas pesan dari Abang satu pun.
"Maaf suka bikin kamu kesel, maaf suka bikin kamu marah, Abang... "gumannya sambil memejamkan matanya.
Pagi pun menyapa setelah mandi Icha pun segera bersiap jam 6 pagi Icha turun dari kamar menuju ruang makan,sudah ada Ibu di sana sedang memasak.
" Pagi bu,kemana bibi ko ibu sendirian masak nya. " serunya sambil duduk di kursi dan meminum susu hangatnyang ibu siapakan.
"Pagi juga Cha, bibi kan di rumah Irma bantu jagain bayi nya. " jawab Ibu sambil meletakan nasi goreng di piring.
"hehe.. Icha lupa bu. " ucapnya tersenyum sambil megunyah nasi goreng nya.
"Kamu mau ke rumah Irma dulu Cha??
"Ia bu sekalian aja silaturahmi pengen ketemu dede gemoy. " serunya dan di angguki Ibu.
Icha pun pamit kepada Ibu setelah mengjabiskan makan nya. " Bu Icha pamit ya Asamualaikum. " ucapnya sambil mencium tangan ibu nya.
"Walaikum salam, hati-hati nakk jangan ngebut bawa mobilnya. "
"oke siap. "
__ADS_1
Icha pun menjalankan mobilnya ke rumah Irma dan tiga puluh menit perjalanan Dia pun sampai di depan rumah Irma, yang lumayan besar.
"Asamualaikum," ucapnya setelah memarkirkan mobilnya.
"Walaikumsalam, " jawab Irma yang sudah berdiri di depan pintu menggendong bayinya yang baru satu bulan.
"Apa kabar teh lama gak ketemu." mencium tangan Irma serta memeluk kakaknya itu.
"Baik Cha ayo masuk dulu, kak awan sedang sarapan ayo gabung. " Irma pun mengajak Icha ke ruang makan untuk bergabung namun Icha menolak karna sudah sarapan akhirnya dia menunggu di ruang tamu sambil memangku dede gemoy yang sedang baru saja tertidur.
Tak berapa lama Hermawan pun sudah siap berangkat dengan membawa tas di tangannya disusul Irma di belakang nya.
"Kamu udah siap Cha. " Tanya Hermawan.
"Udah dong, meski sedikit deg-degan. " seru Icha jujur.
"Gak usah gugup ayo berangkat." Irma pun menyalami Hermawan dan tak lupa Hermawan pun mencium kening Irma.
" Hati-hati ya di rumah, jangan cape-cape minta bantuan bibi kalo butuh apa-apa. " ucapnya dan di angguki Irma, Icha pun memberikan Bayi yang tertidur kepada Irma.
"Icha berangkat ya teh do'akan yang terbaik. " ucapnya sambil memeluk sang kakak.
"Iya,hati-hati ." serunya seraya melambaykan tangan, melihat Icha dan Hermawan masuk mobil masing-masing.
Di sisi lain Abang yang baru selesai mandi di kagetkan dengan suara ponselnya yang terus berdering.
"Siapa sih pagi-pagi, ganggu aja. " Gumannya sambil menggosok rambutnya dengan handuk.
IFa calling...
📲Apaan pagi-pagi telpon gw" Seru Abang sedikit kesal.
📲Gw udah di depan rumah loe, cepet turun gw ada kelas hari ini. "
📲 oke bentar."Dan langsung mematikan telpon nya.
Abang pun sudah rapi dan turun ke bawah menemui Ifa yang sudah cemberut.
"Apaan fa pagi-pagi ke sini mana Icha ko malah loe yang ke sini. "
"Nih titipan dari teh Icha, gw buru-buru dan teh Icha gak tau kemana kata Ibu dia berangkat dari pagi. " ucapnya seraya memberikan titipan dari Icha.
Setelah itu Ifa bergegas mengedarai motor besar nya pergi ke kampus.
Abang pun masuk rumah dan bergabung untuk sarapan.
"Ada apa s ifa pagi-pagi ke sini " Seru Adit yang baru terbangun ikut bergabung di sana.
__ADS_1
Abang pun hanya megangkat bahu nya acuh, dan segera menghabiskan sarapannya.