Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
kedatangan Haikal


__ADS_3

Malam harinya seperti biasa mereka makan malam bersama, Kaila duduk bersebelahan dengan Adik nya.


"Bagaimana harimu di sekolah Kai?" tanya Icha.


"Begitu lah Bun aku juga belum punya teman baru," ujar nya.


"Tenang saja bukannya kamu satu kelas dengan Desi dan Satria?" ucap Abang.


"Kok Ayah tahu sih kalo aku sekelas sama mereka?"


"Rahasia dong," jawab nya sambil tersenyum.


"Tu kan Bun Ayah tuh emang nyebelin banget," ujar nya cemberut.


"Udah gak usah ngambek Bunda tadi beli brownis buat kamu," bujuk nya dan benar saja Kaila langsung tsrsenyum.


Kaila memang dari dulu sangat menyukai yang manis termasuk coklat, beda dengan sang adik yang bertolak belakang dengan nya.


"Di sogok mau aja," sindir Aldian.


"Udah ayo habiskan makan nya, jangan banyak bicara kalo lagi makan," seru Abang. Dan mereka pun diam sambil menghabis kan makanannya.


Di balik sikap nya yang baik dan suka humor, Abang tetap lah orang yang tegas dan juga di siplin seperti dulu.


Berbeda dengan Icha yang semakin hari semakin sabar dan lemah lembut, bahkan Dia tidak pernah membentak kedua anak nya tersebut, Icha menyayangi nya sepenuh hati.


"Besok Haikal mau menginap di sini, nanti kamu berbagi kamar ya, dengan Kakak mu Al," ucap Abang.


Haikal akan menginap di sana selama orang tua nya pergi ke Kalimantan.


"Jadi Dava beneran tinggal di sana Bun?" tanya Kaila.


Haikal dan Dava adalah anak dari Irma dan Hermawan, Dava seumuran dengan Kaila dan saat ini Dava di pinta nenek nya tinggal di Kalimantan menemani nya.


Dava dari dulu memang dekat dengan Nenek dan kakek nya jadi dia dengan senang hati tinggal bersama mereka.


"Dava malah seneng saat di suruh tinggal di sana, dulu kan Tante kamu gak izinin jadi baru sekarang deh," ujar Icha.


"Pantas saja saat hari minggu dia kesini masa peluk-peluk aku katanya jangan kangen ternyata beneran pindah dia,"


"Kamu juga kalo mau bisa loh ikut eyang buyut ke Padang," canda Abang.


"Enggak ya ngapain juga aku di sana bisa kurusan nanti, apa lagi ada tante Nur di sana uuhhh gak banget bisa kurus aku gak di kasih makan," ucap nya.


"Husst gak boleh ngomong gitu sayang, mereka keluarga kita jadi anak yang sholehah inget pesan Bunda, kejahatan harus di balas dengan kebaikan ya," ujarnya.

__ADS_1


Memang benar Nur masih saja menghasut Nenek Asmar agar membenci Icha,Nur sangat iri padanya apalagi melihat Abang semakin sukses.


"Iya Bun maaf,"


"Ya udah habisin makan kalian terus istirahat ya,"


Mereka pun mengangguk, anak-anak Icha termasuk anak yang penurut kalo di rumah tapi beda lagi kalo di sekolah.


Dulu saat SMP Icha sering kali di panggil guru Bp karna ke bandelan Kaila yang sering bolos bahkan Kai terbilang suka berantem dengan teman-teman nya.


Memang benar sifat bar-bar nya menurun dari Icha, karna Dia pun dulu sama dari SMP hingga SMA selalu saja membuat orang tuanya pusing.


.


Keesokan hari nya Haikal ternyata sudah datang pagi sekali alasan nya ingin sarapan di sana.


"Sayang kamu tumben pagi-pagi udah kesini?" tanya Icha.


"Iya tan aku laper di rumah gak ada makanan," ujar nya.


Memang benar Irma dari dulu tidak memiliki Art jadi biasa nya Irma yang selalu menyiapkan sarapan untuk anak dan juga suami nya.


"Ya udah kamu sarapan dulu ya, tante panggilin dulu Kai sama Al," ucap nya memberikan satu Piring nasi goreng kepadanya.


Icha pun menggedor kamar putri nya yang tak kunjung di buka, dia pun langsung membuka nya karna Kai tidak pernah mengunci pintu.


"Masih pagi Bun bentar lagi yah," ujar nya.


"Bunda hitung sampe 3 nih, satu.. dua.. "


"Iya iya ihh Bunda mah," kai pun bangun dan segera duduk.


"Cepetan mandi, nanti kita sarapan Abang kamu udah dateng tuh," ujar nya.


Kaila pun segera masuk ke kamar mandi, dan segera bersiap.


Sedangkan di meja makan sudah siap semua,Al terbilang anak yang rajin Icha tak pernah membangun kan anak laki-laki nya itu.


"Sayang ayo duduk kenapa berdiri terus," ucap Icha melihat Kai berdiri tak jauh dari sana.


"Kursi aku kok di tempatin sih," ujarnya, sedangkan Haikal hanya cengengesan dia suka banget membuat sepupu nya kesal.


"Udah ayo sini duduk di samping Bunda,"


Kaila pun terpaksa duduk di sana dengan wajah di tekuk, sungguh dia sangat kesal memang benar Haikal tidak sebaik yang terlihat berbeda dengan Dava yang lemah lembut Haikal selalu bersikap jahil padanya.

__ADS_1


Sering kali saat Kaila kecil di buat nya menangis, namun Haikal juga sangat menyayangi sepupu nya itu.


"Udah gak usah manyun gitu, hari ini Bunda sama Ayah ada urusan dulu sebelum ke kantor jadi gak bisa antar kamu ke sekolah," ujar Icha.


"Ya udah Kai bawa motor aja kalo gitu," usul nya.


"Kai sama Abang aja ya berangkat nya kita kan satu sekolah," ucap Haikal.


"Bener juga mungpung Haikal di sini, tante titip Kai ya kalo nakal di sekolah lapor kita,"


"Siap Tan," jawab nya tersenyum manis.


Setelah sarapan mereka langsung pamit, Al melajukan motor nya menuju sekolah nya, sedangkan Kaila dia terpaksa nebeng motor Sport milik Haikal.


"Nih pake," ujar Haikal melempar kan jaket ke wajah nya.


"Ihh apaan sih Bang, gue gak butuh ya jaket loe bau tahu," ujar nya.


"Loe mau pamerin paha loe iya," ujar nya.


Benar juga Kaila hanya memakai rok selutut pasti kalo duduk di motor paha nya terlihat.


"Gak ihh, kan gue lupa kalo mau naik motor, tau gini gue pake celana aja tadi," gerutu nya kesal.


"Udah cepetan naik, kita bisa telat kalo loe ngomong terus," ujarnya.


"Iya, bawel banget," ujar nya.


Mereka pun langsung berangkat, tak lupa Kaila memakai jaket Haikal untuk menutupi paha nya.


Hanya beberapa menit akhirnya mereka sampai di sekolah, Haikal langsung memarkirkan motor sport nya di sana.


"Wihh siapa nih Kal cakep bener," ucap Danil dan Dion sahabat nya.


"Dia pacar gue jadi loe dan loe jangan pernah macem-macem," jawabnya.


Sedangkan Kaila melotot tak parcaya dengan apa yang di dengar nya.


"Ayo masuk gak usah bengong, jangan peduliin mereka," ujar Haikal menarik tangan Kaila.


Setelah agak jauh dari mereka Haikal pun melepaskan tangan nya.


"Loe apa-apaan sih bang bilang ke mereka kalo loe pacar gue?" tanya Kaila kesal.


"Gue cuma gak mau loe di ganggu sama mereka, dan loe harus ingat loe udah di jodohin sama tante Icha, gue yang harus jagain loe di sekolah, " ujarnya.

__ADS_1


Memang benar Icha sudah menjodohkan Kaila sedari kecil dengan anak sahabat nya.


__ADS_2