Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
menyelamatkan Clara


__ADS_3

Kaila nampak kaget saat melihat Clara tidak ada di sana dia ketiduran di dalam mobil lantas dia keluar untuk mencari Clara takut nya dia kenapa-napa.


Namun mobil nya masih ada di sana, lalu kemana dia bukannya kalo pulang mobil nya pun pasti di bawa.


Saat akan keluar dari mobil dia merasakan ponsel nya bergetar di dalam tas lantas di pun mengangkat nya sambil keluar dari mobil.


Ternyata Revan yang menghubungi nya Kaila pun langsung mengangkat nya.


[Hallo asalamualaikum] ucap Kaila.


[Walaikum salam sayang kamu dimana ini udah jam 9,Cerry bilang kamu pulang dari tadi] ucap Revan di sebrang sana.


[Aku dekat taman daerah apa ya aku gak tahu bentar] ucap Kania membaca alamat yang ada di depan sebuah toko roti.


[Sayang kamu lagi apa di sana?]


[Aku di taman Bukit hijau, dekat patung kuda] ujar nya.


[Iya aku tahu kamu lagi apa di sana]


[Udah Mas kesini aja nanti aku ceritain semua nya] ucap Kaila dan tak sengaja matanya melihat Clara di seret oleh seorang pria.


tut


tut


tut


Dia langsung mematikan ponsel nya membuat Revan bingung.


"Ada apa nak?" tanya Papa Adam melihat Revan nampak cemas sekali.


"Gak tahu perasaan ku gak enak Pah, aku mau jemput Kaila dulu," ujar nya langsung pergi meninggalkan Papa nya.


Revan pun lantas masuk kedalam mobil dan melajukan nya kencang tidak tahu kenapa dia merasa Kaila dalam bahaya.


"Semoga Tuhan selalu menjaga mu sayang," guman nya.


Dia tempat lain Kaila nampak mengejar Clara yang di seret dua orang Kaila tida bisa melihat jelas wajah mereka namun dia bisa melihat Clara kesakitan karna salah satu dari mereka menjambak rambut nya.


Clara nampak meringis menahan sakit di kepala nya, sungguh itu sangat menyakitkan sekali.


Kaila terus mengejar nya hingga dia pun semakin dekat dan menendang salah satu dari pria itu membuat nya tersunggur.

__ADS_1


Mereka langsung berhenti dan menatap Kaila dengan wajah garang nya, Kaila ingat sekarang kalo mereka adalah kedua pria yang mengganggu nya tempo hari.


"Bangsat siapa lu?" ucap pria yang tersungkur dia langsung berdiri ingin menyerang Kaila.


"Lepasin dia," teriak Kaila namun mereka malah tertawa.


"Untuk apa lu nolong dia, dia adalah wanita licik jadi lu jangan ikut campur atau nyawa lu yang jadi taruhan nya," ucap pria yang satu nya dia masih setia mengcengkram tangan Clara erat.


Clara nampak meringis menahan sakit dan juga air mata nya yang terus mengalir.


Dia menangis segukan sambil meminta tolong kepada Kaila sepertinya dia sangat ketakukan.


Pria yang satu berkelahi dengan Kaila untung saja badan Kaila sudah fit kalo lemah sudah pasti dia langsung amruk dia pukul pria kekar itu.


Kaila dengan gesit menghajat pria itu hingga jatuh tersungkur dan menginjak punggung nya dengan kaki nya.


"Lepasin dia atau temen loe mati di tangan gue," ucap Kaila.


"Bedebah dasar wanita sialan sini hadapi gua kalo berani," ucap nya melepaskan Clara.


Clara berteriak meminta tolong namun susana taman sangat sepi malam itu.


"Tolong, tolong kita," ucap nya serak.


"Tolong hik hik."


Sedangkan Kaila terus saja melawan walau dia sudah kewalahan namun dia harus kuat,namun pria itu tanpa dia sangka mengeluarkan pisau kecil.


Settt


"Ahhhh...," jerit Kaila merasakan sakit di tangan nya tergores pisau.


"Kaila hik hik," teriak Clara melihat tangan Kaila berdarah.


Namun Kaila masih melawan pria itu hingga pria itu kalah saat Kaila mematahkan tangan nya.


Mereka pergi terbirit-birit meninggalkan Kaila yang merintih kesakitan.


Clara segera berlari menghampiri Kaila yang memegangi tangan nya yang berdarah.


"Kaila maafin gue," ujar nya merobek dres nya dan membalut luka di tangan Kaila.


Jangan dia tanya penampilan Kaila yang berantakan bahkan sudut bibir nya berdarah.

__ADS_1


Saat mereka sedang membelut luka itu tiba-tiba Revan berteriak memanggil nama Kaila dan terdengar sayup-sayup oleh mereka.


"Kaila kamu dimana?" teriak Revan.


Kaila yang masih menahan sakit dia tidak bisa menjawab rasanya bibir nya kaku sekali.


"Kita di sini Kak Revan," ucap Clara.


Revan pun lantas berlari ke arah suara yang tak asing bagi nya.


"Clara, Kaila kalian kenapa?" tanya Revan melihat Kaila duduk lemah di rumput.


Dan tak lama Kaila pun kehilangan kesadaran nya.


"Kaila..," teriak mereka.


Revan pun lantas menggendong istrinya itu membawa Kaila ke dalam mobil nya sedangkan Clara membawa tas milik Kaila dan mengikuti mereka dari belakang.


"Buka pintu nya Cla," ucap Revan memasukan Kaila ke jok belakang mobilnya.


"Biar aku saja yang jaga Kaila di belakang," jawab nya.


Revan pun mengangguk dan segera masuk kedalam mobil menancap gas nya melaju menuju rumasakit terdekat.


"Kaila bangun, gua minta maaf Kai gue nyesel," isak nya mengelus pipi Kaila.


Sedangkan Revan nampak cemas sekali dia melajukan mobil nya dengan kencang untung saja susana malam tidak terlalu macet seperti biasa.


Mereka pun akhirnya sampai di depan rumasakit Revan langsung keluar dari mobil menggendong Kaila dan membawa nya kedalam.


"Suster dokter tolong istri saya," teriak nya.


Suter pun datang membawa berangkar dan Kaila pun di bawa ke ruang perawatan dia benar-benar panik sekali takut istri nya kenapa-napa.


Mereka menunggu Kaila di depan ruang rawat Revan nampak tidak bisa diam dia benar-benar takut Kaila kenapa-napa apalagi luka di tangan nya seperti nya sangat dalam.


Sedangkan Clara nampak menangis tersedu-sendu dia benar-benar menyesal seharus nya dia tidak berurusan dengan kedua preman itu.


Ini semua gara-gara kedua teman laknut nya yaitu Marta dan Luna, mereka yang menyarankan Clara untuk menyewa jasa mereka untuk mengerjai Kaila.


Ini semua karna dia terlalu iri dengan Kaila dia bisa dekat dengan siapa pun, dia bisa merasakan kasih sayang dari semua orang bahkan Rifky yang sedari dulu di kejarnya tak pernah bersikap baik kepadanya.


Tetapi berbeda dengan Kaila baru juga bertemu dia sudah bisa muncuri perhatian nya dari mulai Remon, Riko, bahkan Miko pun bisa bercanda dengan Kaila sedangkan dia sudah kenal lama dengan mereka namun tidak bisa dekat.

__ADS_1


Di tambah Kakak nya mengatakan kalo dia mencintai wanita itu dan ingin menghentikan perjanjian mereka, Clara semakin marah dan ingin sekali melenyapkan Kaila dari dunia ini.


Papa dan Mama nya pun lebih perhatian pada Kaila dari pada kepadanya apalagi Oma selalu saja memuji Kaila, sungguh dia sangat muak.


__ADS_2