Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
19 kejutan


__ADS_3

Icha pun akhirnya sampai di rumah Bude setelah adzan magrib setelah jalan bareng dengan Iqbal.


Iqbal sendiri langsung pamit pulang tak mampir dulu.


Bude yang baru saja akan masuk kamar melihat Icha dan menyapanya.


"kamu baru pulang sayang, mana Mas mu ko gak keliatan?" tanya Bude.


"Masih di Restoran Bude tadi Icha pulang duluan, habis dari rumah teman dulu,"


"Ya udah kamu mandi sana terus makan malam Bude tunggu di meja makan ya." ucap Bude dan di angguki oleh Icha.


Icha pun segera masuk kamar dan segera mandi dan ganti baju terus sholat setelah itu Dia turun untuk makan malam,dan tak memperdulikan ponsel nya yang terus bergetar.


"Bude Icha mau kerja di Bandung aja, nanti sekalian ikut pulang sama Ibu dan Bapa." seru Icha mengawali pembicaraan di sela makannya.


"Ko mendadak gitu nak, kamu ada masalah, Bude juga udah lama gak liat Desta main ke sini." ucap Bude.


"Gak ko Bude, Icha di tawari kerja di perusahaan nya Mas Hermawan, terus masalah kak Desta ,Icha kan udah lama putus."


"Ohh gitu ya, pantas saja dah lama sekali Dia tidak kemari, Kalo gitu terserah kamu aja, nanti kapan-kapan jangan lupa main sering-sering ke sini tengokin Bude ya."


"Siap, nanti Icha usahain kalo ada waktu main-main ke sini." jawab Icha membuat Bude senang, sungguh Bude berharap Icha selamanya tinggal di sana namun Bude juga tidak memaksa kalo Icha ingin kembali ke Bandung.


"Cepat habiskan makan nya jangan lupa minum obat kamu kelihatan agak pucat." seru Bude sedikit khawatir.


"Iya udah selesai ko, Icha ke kamar duluan ya." pamitnya bergegas pergi.


Setelah masuk kamar Icha pun menguncinya dan segera duduk di kasur mengecek ponselnya.


Banyak sekali miskol dari Abang dan ponsel pun kembali berbunyi Icha pun langasung mengangkatnya.


πŸ“² hallo Asamualakum." ucap Icha.


πŸ“² Walaikum salam sayang kamu dimana, dari tadi aku telpon kok gak di angkat?" Seru Abang terdengar kesal.


πŸ“² Aku di rumah kenapa sih ko nanya gitu?" tanya Icha heran.


πŸ“² Aku kesel aja, kamu jalan sama Iqbal ko gak bilang sama aku sih, aku benar-benar cemburu Cha liat Dia dekat sama kamu," jawabnya membuat Icha gelung -geleng kepala.


"Sial, awas lo Bal bikin aku kesel, katanya jangan bilang Abang tapi kamu sendiri malah sengaja bilang. batinnya.


πŸ“² Sayang ko diem jawab dong." ucap Abang yang membuat Icha tersadar dari lamunanya.

__ADS_1


πŸ“² Maaf aku lupa, lagian aku gak ngapa-ngapain, dari dulu juga kita kan sering jalan bareng kenapa sekarang kamu marah, aneh tau gak."


πŸ“²Lain kali kalo mau jalan sama siapa pun bilang ya aku benar-benar gak tenang, maaf bikin kamu gak nyaman" Jawabnya.


πŸ“²Iya, jangan kaya gitu lagi ya."


πŸ“² Iya- Iya,aku kangen banget sama kamu Cha, kamu juga gak cerita kalo udah balik lagi kesana, tau gitu aku anter kamu."


πŸ“² Maaf, aku cuma bentar ko di sini setelah pernikahan Mas Febri aku langsung pulang."


πŸ“²Ya sudah kamu istrahat ya pasti cape, selamat malam sayang." ujarnya lantas mematikan telponnya, sedangkan Icha hanya geleng-geleng kepala.


Icha pun bergegas tidur setelah minum obat, rasanya pusing di kepalanya semakin berat.


Keesokan harinya pun tiba Icha pun ke Restoran hari ini karna banyak sekali pekerjaan sedangkan Febri sendiri sibuk dengan urusannya.


Waktu makan siang pun akhirnya tiba Icha pun bergegas keluar Restoran saat melihat beberapa pesan yang di kirim Iqbal padanya.


"Ngapain sih Iqbal pake ngajak makan di luar segala, padahal makan aja di sini biar cepet." gumannya.


Icha pun tiba di Resto yang Iqbal maksud, dia pun segera masuk mencari tempat duduk.


"Mana sih katanya udah nyampe, apa jangan-jangan bukan di sini lagi." gumanya sambil melirik kanan kiri namun masih belum melihat batang hidungnya.


Icha pun menelpon nomer ponsel Iqbal namun tidak aktip, mambuat Icha kesal dan beranjak dari duduknya, Dia memutuskan kembali ke Resroran Febri karena tidak menemukan Iqbal di sana.


"Sayang mau kemana?" ucap nya sambil tersenyum.


Icha pun malah bengong melihat Abang yang ada di sana, Icha merasa heran bukannya Iqbal yang jelasnya jelas minta ketemu lantas apa ini.


"Abang!!" seru Icha sambil memeluknya, sungguh Icha sangat senang melihat Abang ada di sana.


"Cie... kalo mau pacaran jangan di sini ya." ujar Iqbal terkekeh.


"Pergi sono, bikin suasana gak nyaman aja lo." ujar Abang, sedangkan Icha segera melepas pelukannya.


"Santai bro gue seneng liat kalian akhirnya bisa bersama setelah perpisahan yang cukup panjang akhirnya Tuhan nyatuin kalian." ucapnya senang, sedangkan Icha tersipu malu hanya bisa menundukan wajahnya.


"Ya udah gue langsung cabut ya, awas jangan macem-macem." ujarnya bergegas pergi meninggalkan mereka.


Mereka pun duduk saling berhadapan, suasana canggung membuat mereka diam, hingga Abang angkat bicara Dia benar-benar gemas malihat pujaan hati nya itu yang malu-malu.


"Sayang ko diem aja, kamu gak seneng ya aku datang?"

__ADS_1


"Aku gak tau mau bilang apa, kamu bener-bener bikin kejutan, kenapa gak bilang sih kalo mau kesini?" ucap Icha sedikit heran.


"Aku sengaja bikin kejutan Cha, aku sampai pagi tadi namun Iqbal yang nahan aku agar gak cepet-cepet nemuin kamu, padahal aku dah nahan rindu dari kemarin." ucap nya mengenggam tangan Icha dan menciuminya.


"Kamu sukses bikin kejutannya, dari pagi aku gelisah karna ponsel kamu gak aktip, aku takut kamu masih marah sama aku gara-gara kemarin." jawabnya menunduk.


"Sayang maaf, ini tuh beneran ide nya si Iqbal, aku udah gak marah ko, jangan sedih ya aku gak bakal marah lagi asal kamu jujur sama aku dan selalu cerita apa yang terjadi." ucapnya dan Icha pun menganggukan kepalanya.


"Ya udah kamu pasti laper kan kita makan dulu," ujarnya lantas memesan makanan untuk mereka.


Mereka pun makan dengan lahap, Abang pun merasa bahagia bisa bertemu dengan pujaan hatinya juga sahabatnya.


Icha pun mengajak Abang ke Restoran, sambil menunggu Febri datang Abang pun duduk di ruangan kerja Febri.


Icha pun menyelesaikan beberapa, pekerjaanya hingga sore hari, Abang pun sampai tertidur di sopa.


"Kasian pasti kecapean." guman Ich geleng-geleng kepala.Tak berselang lama Febri pun datang.


"Gimana Cha udah selesai?" ucapnya sambil melirik ke sopa.


"Siapa?" tanya nya penasaran.


"Abang, Mas masih inget gak rumahnya depan rumah Ibu di Bandung, " jawab Icha.


"Terus ngapain ke sini?" tanya nya menyelidik.


"Ya main lah kak, tadi diantar oleh Iqbal kesininya."


"Oh gitu, ya udah sana pulang kasian temenmu, pasti kecapean." ujarnya dan di angguki Icha, setelah melirih sudah jam 4 sore.


Sedangkan Febri sendiri langsung pergi setelah menandatangani beberapa berkas.


Icha pun bangun dari duduknya dan segera membangunkan Abang,lantas Abang pun terbangun setelah mengerjapkan matanya.


"Ayo pulang udah sore." ajak Icha, duduk di sampingnya,langsung di anggukinya.


Icha pun mengendarai mobilnya melaju meninggalkan Restoran.


"Aku antar nya kemana?" ucap Icha yang terlihat bingung.


"Antar aku ke Apartemen." jawabnya menyebutkan nama Apartemen itu.


"Sejak kapan kamu punya Apartemen disini?" tanya nya setelah mengetahui alamat Apartemen itu lumayan jauh dari sana.

__ADS_1


"Udah lama, setelah aku tau Iqbal di sini aku sering main kalo ada waktu, aku juga sering ngirim barang kesini." jawabnya dan Icha pun hanya menggukan kepalanya.


Akhirnya mereka pun sampai di Apartemen milik Abang,Icha hanya mengantar sampai depan pintu kamar dan bergegas pulang.


__ADS_2