
Setelah berbincang Abang pun membersihkan dirinya setelah itu mereka pun keluar kamar menghampiri Nenek Sari yang sudah pulang dari masjid.
"Nenek kenalkan ini suami Icha," ujarnya dan Abang pun mencium tangan Nenek sari.
"Saya Zaenal Nek, maaf istri saya merepotkan Nenek dan cucu Nenek," ujarnya.
"Tidak masalah nak Nenek senang ada teman di rumah, Icha ajak suamimu makan mungkin Dia sudah lapar, Nenek masih kenyang mau langusung istirahat saja di kamar," ujarnya dan Icha pun mengangguk.
Icha menarik tangan suaminya agar mengikutinya.
Nenek hanya tersenyum melihat mereka sudah berbaikan, Dia pun masuk ke dalam kamarnya.
Icha pun menghangatkan dulu lauknya, Sayur sop juga menggoreng Udang tepung.
"Sayang kapan kamu periksa ke dokter ko ga ngajak Aa?" tanya nya duduk di kursi makan.
"Oh itu kemarin, habis Metting langsung ke Rumasakit perikasa ehh malah liat Aa sama wanita itu," jawabnya.
"Jadi kamu lihat Aa Kemarin? Kenapa gak panggil Aa," ujarnya.
"Aku langsung pingsan makanya gak sempet manggil, untung ada suster yang bantu aku," ujarnya.
"Maafin Aa ya,gimana keadaan anak kita?"
"Alhmdulilah sehat," jawabnya.
Icha pun akhirnya selesai masak, Dia mengambilkan nasi seperti biasa namun Dia tidak ikut makan hanya minum susu saja.
"Sayang makan dong, Aa suapin ya kasian Dede bayi nya pasti lapar," bujuk nya tapi Icha malah menggelengkan kepalanya.
Abang pun menyerah, Dia tidak bisa memaksa, setelah itu mereka kembali ke kamar.
"Aa istirahat duluan aja pasti cape kan? Aku ada sedikit kerjaan," ujarnya.
"Sayang bukannya kamu udah ngundurin diri?" tanya Abang.
__ADS_1
"Iya, cuma Mas Awan gak mau aku berhenti Dia maksa aku buat balik lagi ke kantor, Dia nyogok ngasih libur 3 hari terus nanti suruh menghadiri Acara Penting di Sidoajo sama Kak Ivan," ujarnya.
"Terus kamu mau?" selidik nya ikut duduk di kasur.
"Ya terima lah Mas Awan janji naikin gaji aku dua kali lipat sama nambahin bonus di akhir tahun," ucapnya tersenyum licik.
"Kamu itu bisa aja, dari mana kamu belajar licik kaya gitu?" tanya Abang terkekeh Sambil mencubit hidung mancungnya.
"Aduhh.. sakit tau, aku kan belajar dari kamu, kan kamu suka gitu," jawabnya asal.
"Eh ko Aa sih, gak ya, gak boleh gitu sayang kamu tuh kaya manfaatin keadaan," Ujarnya.
"Aku gak minta A, Mas Awan nya aja yang bilang gitu ya aku terima lah lumayan,"
"Lain kali jangan kaya gitu ya kasian tau Mas Awan, lagian kamu kenapa mau keluar kerja apa udah cape?"
"Enggak, aku terpaksa karna kesal sama Aa, tadinya aku ingin bersembunyi di sini sampe anak ini lahir," sesalnya menunduk.
"Jadi kalo Aa gak nemuin kamu, kamu gak bakal pulang?" ujarnya dan Icha pun mengangguk.
"Aku juga baru satu hari pergi udah kangen sama Aa, jujur semenjak hamil aku ingin selalu dekat dengan Aa," ucapnya malu-malu.
"Serius sayang, Aa seneng banget berarti anak kita tau kalo mama sama papa nya gak boleh jauh sayang," ucapnya dan Icha pun menundukan kepalanya.
"Ya sudah cepat selesai kan dulu kerjaan kamu kita istirahat," ujarnya Icha pun membuka leptop nya dan membuka beberapa email yang Ivan kirim kepadanya, sedangkan Abang merebahkan tubuhnya di samping Icha, Jujur Dia sangat lelah sekali dan tak lama kemudian Abang pun terlelap.
Icha pun mulai bekerja sehingga tak terasa Dia sudah 2 jam di depan leptop nya Dia sampai tertidur sambil duduk, Untung saja pekerjaan nya sudah selesai.
Abang pun terbangun karna merasakan hawa dingin menusuk kulitnya.
Dia mulai melilik di sebelahnya ternyata Icha sudah terlelap, namun leptopnya masih menyala.
"Kamu tuh ya, bukannya di simpan dulu, kamu pasti kelelahan makanya sampe ketiduran," ujarnya merebahkan tubuh Icha di kasur dan menyimpan leptopnya di atas nakas. Lalu Dia bangun dan menyelimutinya.
Abang pun penasaran dengan isi leptop istrinya itu, Dia pun duduk di sebelah Icha sambil memangku leptop itu.
__ADS_1
Dia pun mulai membukanya.
"walfepernya bagus banget bisa aja kamu sayang," ucap nya melihat poto mereka terpajang di sana, Poto saat mereka pacaran di kebun teh dulu.
Abang pun mulai berselancar membuka galari poto istrinya, Poto-poto saat Icha kuliah dulu bersama teman-temanya, termasuk Mega dan Rima juga Amel.
Dia baru tau wajah Amel dari poto yang terpajang di ruang tamu.
Banyak poto-poto di galeri itu saat bersama Iqbal dan juga bersamanya, Lanjut Dia pun membuka beberapa Video yang ada .
"Birthday Me," ujarnya membaca salah satu judul video itu.
"Pasti ini ultah Dia saat kuliah dulu," gumannya penasaran.
Abang pun membukanya ada 5 video di sana.
Yang pertama ultah yang ke 19 acara itu di hadiri Rima,Rama dan juga beberapa teman wanita Icha lainnya yang tidak Abang kenal di sana terlihat Rama memberikan satu buket mawar merah pada Icha dengan sorak gembira para temannya.
Abang pun sedikit kesal karna tidak bisa merayakan Ultah Icha 5 tahun terakhir ini.
Video yang ke dua ultah Icha yang ke 20 di adakan di sebuah cafe dan di hadiri Rima, Mega dan juga Febri tak ada teman laki-laki di sana hanya beberapa teman wanita.
Yang ketiga ultah ke 21 acara malam itu di adakan di sebuah taman terbuka, Di hadiri Rima, Mega dan Juga Desta, juga beberapa teman Laki-laki lain yang tak satu pun Abang kenal.
Ultah ke 22 Icha masih sama mengadakan Party bersama teman-temannya, terlihat Rima, Mega dan Desta ada di sana namun ada hal yang mengejutkan ada Arman di sana tertawa bersama Amel.
"YaTuhan apa Icha mengenal Pria ini," gumannya melirik Icha yang sedang tidur.
"Aku harus cari tahu besok," ujarnya.
Dia pun melanjutkan ke Video terakhir, ultah Icha ke 23 terlihat Rama di sana juga Iqbal, namun Icha terlihat menjauh dari mereka, Dia tampak bercanda dengan Rima, tak ada Amel atau pun Mega di sana apalagi Desta, hanya ada Febri dan Nadia yang ikut bercanda.
Abang pun melirik istrinya yang sudah terlelap itu, Dia berhenti berselancar dan menutup leptopnya Dia meletakan nya di atas nakas dan segera mematikan lampu, Dia berbaring di samping Icha dan memeluknya.
"Aku tau kamu wanita yang baik sayang dari Vidio tersebut aku bisa tahu walaupun kamu pernah berhubungan dengan mereka tapi hati kamu masih terpaut padaku, hanya terlihat rasa kagum saja dari matamu pada meraka, tanpa ada nya cinta," gumannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Dia pun ikut terlelap dan Icha pun semakin nyaman di pelukannya.