
Di sisi lain Ifa sedang di hukum oleh dosennya karna salah mengerjakan tugas yang di berikannya minggu lalu.
Ifa harus bolak balik motokopi eh malah salah pula, Dia pun kesal sekali kenapa dengan dosennya itu biasanya cukup mengirimkan lewat email ini malah di suruh Print di atas kertas.
"Kenapa loe Fot, asem amat tu muka? " Tanya Zahra, kini mereka sedang makan siang di kantin.
"Ya Tuhan gue kesel banget tau Ra, kalo bunuh orang gak dosa dah gue bunuh tu orang," Ujarnya kesal.
"Ha.. ha.. bisa aja loe emang loe kesel sama siapa sih? " Tany Zahra heran.
"Tau lah gue gak mood ngomongin Dia, loe gak ada kelas Ra? "
"Udah kali ah , gak liat apa tadi gue masuk pagi aneh-aneh aja loe mah, " Ujarnya.
"Demit mana kok gak keliatan? "
"Masih ada kelas kali, gue belum ketemu dari pagi, " Jawabnya, Ifa pun hanya menganggukan kepalanya, sambil menguyah makanannya.
Tak terasa waktu istirahat pun berakhir Ifa kembali ke kelas nya, Dosen pun masuk memberikan materi pelajaran kepada mereka hingga tak terasa waktu pulang pun tiba.
Sudah dua hari ini Ifa tidak bertemu dengan Rey entah kemana Dia, suka meghilang begitu saja.
Ifa pun pulang ke rumah nya, Dia membawa mobil Kakaknya karna tangannya masih sakit.
"Asamualaikum, " Ucapnya membuka pintu rumah.
"Walaikum salam, " jawab Ibunya.
"Tumben Ibu ada di rumah? gak ke pabrik?" Ujarnya heran, biasanya Ibunya tidak ada di rumah siang hari.
"Lagi gak enak badan jadi gak kemana-mana, " Jawab Ibu .
"Ayo, Ifa antar ke dokter kalo mau di periksa biar cepet sembuh, "
"Tidak usah Ibu tidak apa-apa ko, "
"Tapi Bu, Ifa takut Ibu kenapa-napa, yuk periksa, "
Akhirnya Ibunya pun mau di periksa, Ifa mengantar Ibunya ke rumasakit, Dia menunggu di luar rawat Ibunya.
Saat akan ke Toilet Ifa tak sengaja melihat Abang baru selesai menebus obat.
__ADS_1
"Gue gak salah liat kan, bukannya Abang dan teh Icha masih di bali ya, " Gumannya, Ifa pun berlari mengejar Abang yang sudah menjauh.
"Abang..." teriak Ifa, membuat Abang menoleh.
"Bukannya loe ke Bali ko dah balik lagi, " Tanya Ifa heran.
"Gue udah pulang tadi pagi, " Jawabnya.
"Ngapain loe di sini mana teh Icha? " Ifa pun mulai curiga.
"Icha di rawah di sana, " Ujarnya menunjuk ruang rawat Icha.
"Ya Tuhan apa yang terjadi, Teteh... " Ujarnya berlari menuju kamar, Ifa pun langsung masuk ke sana tanpa permisi ada suster yang baru saja mengganti Infus.
"Bagaimana kakak saya sus? " melihat Icha berbaring dengan wajah yang masih pucat.
"Baik baik saja, beliau hanya kelelahan hanya butuh istirahat aja, saya permisi" Ucapnya , langsung pamit.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama teteh, kenapa loe diem aja sih, awas aja kalo loe nyakitin teteh loe berhadapan sama gue, " Ujarnya, sedangkan Abang hanya menunduk.
Icha pun membuka matanya saat mendengar ribut-ribut.
"Ada apa sih berisik banget, " Ujarnya, Icha pun segera bangun dari tidurnya, lalu duduk bersandar di ranjang.
"Teteh kenapa? bukannya teteh sedang berlibur keBali, kemarin Ifa masih liat di IG Story teteh masih di pantai, " Ujarnya, karna memang benar Icha kemarin mengunggahnya untuk kenangan agar orang tuanya tidak curiga.
"Teteh gak papa cuma kelelahan, Teteh terlalu senang hingga lupa makan, kamu jangan khawatir ya," Ujarnya tersenyum, Sedangkan Abang hanya menyimak sambil menahan sesak di dadanya karna merasa bersalah.
"Kamu tau dari mana teteh di sini?" Tanya Icha.
"Tadi gak sengaja liat Abang di depan, aku nganter Ibu periksa, aduuhh sampe lupa pasti Ibu nyariin, " Ujarnya.
"Ibu kenapa? " Tanya Icha panik.
"Tidak apa-apa hanya tidak enak badan aku yang maksa Ibu periksa, aku ke sana dulu ya mungkin Ibu sudah selesai nanti aku ajak Ibu kesini, " Ucapnya.
"Tidak, jangan... jangan kasih tau siapa pun kalau teteh di sini bilang aja teteh masih berlibur plis teteh mohon, " Ucapnya memelas, Icha gak mau orang tuanya khawatir dan pasti mereka akan bertanya sedangkan icha tidak bisa berbohong.
"Baiklah Ifa janji gak akan bicara sama siapa-siapa, tapi teteh janji harus cepet sembuh kalo sudah pulang telpon Ifa biar nanti Ifa main ke rumah teteh, " ucapnya ,sambil memeluk erat kakaknya itu.
"Iya siap, kamu tenang aja mungkin nanti sore juga bisa pulang," jawabnya,Ifa pun keluar dari kamar rawat Icha menemui Ibunya.
__ADS_1
Setelah Ifa keluar Abang pun duduk di dekat Icha,sambil mengelus tangannya.
"Apakah masih pusing? " tanyanya, dan Icha pun menggeleng.
"Apa kamu lapar, aku sudah beli bubur makan dulu yah, " Bujuk nya namun Icha masih menggeleng.
"Kamu mau apa? nanti aku beliin, " Ujarnya.
"Aku mau pulang, " Jawab Icha.
Deg..
"Pulang kemana maksud kamu, " Abang pun sudah cemas takutnya Icha ingin pulang kerumah orang tuanya.
"Pulang kerumah kita lah, kemana lagi aku gak betah di sini, " Ucap nya, Abang pun tersenyum lega.
"Oke, aku tanya dokter dulu ya kamu tunggu di sini bentar, " Ucapnya dan Icha pun mengangguk.
Abang pun tersenyum senang setelah menemui Dokter, akhirnya Icha bisa pulang lebih cepat.
Di sisi lain Ifa dan Ibunya baru saja sampai di rumah, untung saja Ibunya tidak melihat Abang tadi di sana.
"Istirahat ya Bu jangan banyak pikiran, lagian Ibu mikirin apa sih? " tanya Ifa heran.
"Gak mikirin apa-apa ,udah waktunya aja harus sakit, Ibu langsung ke kamar ya kamu jangan kemana-mana, " Ifa pun mengangguk, setelah melihat Ibunya masuk ke dalam kamar Ifa juga masuk ke dalam kamarnya.
"Sebenarnya apa yang Ibu pikirkan ya, ko darah nya sampai naik drastis, " Pikir Ifa.
Saat pemeriksaan tadi dokter bilang kalo Ibunya darah tinggi di sebabkan kurang tidur dan banyak pikiran.
Ifa pun mengambil leptop nya membawanya ke ruang Tv di bawah Dia mengerjakan tugas kuliah nya, sambil menjaga Ibunya.
Tak terasa hari pun mulai gelap, Ifa memasak di dapur karna selama beberapa bulan ini Ibunya yang memasak karna pembantunya mengasuh anak Irma dan tinggal di sana.
Dia membuat sup dan juga beberapa lauk lainnya untuk makan malam.
"Asamulalaikum, " Ucap Pa Harun yang baru saja datang dari kantor berbarengan dengan Adzan magrib.
"Walaikum salam, " Jawab Ifa keluar dari dapur, ternyata Dia sudah selesai memasak.
" Mana Ibu? ko kamu yang masak ,"tanya Bapa heran .
__ADS_1
"Di kamar, gak enak badan ini Ifa baru mau ajak makan, tapi biar Bapa aja lah yang ajak Ifa mau mandi dulu. " ucapny mengambil leptop nya dan membawa kekamarnya.