Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Sobat


__ADS_3

"Ya Tuhan jam berapa ini?" Abang pun segara bangun dan melihat jam di atas nakas sudah mulai sore.


Dia pun bergegas masuk ke kamar mandi, memberbersihkan diri.


Setelah selasai mengganti baju Dia keluar mencari Icha.


"Kemana Dia ko ngilang gitu aja, ini gara-gara anak-anak semalam begadang hampir sampai pagi jadi gue ngantuk ," gumannya.


Akhirnya Dia sampai di gedung, masih ramai di sana para teman dekat dan saudara karna ada artis panggung juga, namun tak terlihat istrinya di sana Dia pun menanyakan pada mertuanya.


"Pa, Icha kemana ya? " Ujarnya melihat Ayah mertuanya sedang berbincang di sana.


" Tadi sama Ifa, mungkin di belakang, " jawabnya.


"Baiklah saya permisi, "


Abang pun meninggalkan gedung dan terus mencari namun tidak ketemu Dia pun akhirnya kembali ke kamar.


"Sayang kamu kapan masuk kamar? " Ujarnya melihat Icha sedang melipat mukena, mungkin baru selesai sholat ashar pikirnya.


"Setengah jam yang lalu, tadi nya mau bangunin eh malah udah gak ada, ya udah sekalian aja ashar dulu, " Jawabnya mencium tangan suaminya itu.


"Aku cari-cari kebawah eh malah udah di sini aja, " Ujarnya.


"Kenapa gak telpon aja sih? malah repot kan nyari-nyari, "


"Aduh kenapa sampe lupa ya? sumpah gak inget tuh ponsel masih di sana, " Menunjuk tas kecilnya di atas nakas.


"Ah kebiasaan, dasar aneh, "


"Ya udah tunggu di sini, Aa mau sholat dulu, " Ujarnya, Icha pun malah terkekeh.


"Ciee... Aa, jadi pengen di panggil Aa sekarang, dulu di panggil Mas gak mau, " Ujarnya makin terbahak.


"Iya lah sayang, kalo yang panggil Abang mah kan semua yang kenal, masa gak ada panggilan sayang nya dari istri, " Jawabnya mencubit pipi Icha.


"Aduh,, jahat banget ihh sakit tau, udah sana kata nya mau sholat udah sore nih. " ujarnya masih terkekeh.


"Iya iya, " Abang pun masuk ke kamar mandi untuk berwudhu ,setelah itu menjalankan kewajibannya.


Icha sendiri masih tiduran sambil bermian ponsel, Dia terus mengirim pesan dengan Mega.


"Chatan sama siapa sih serius amat?" Ujar Abang tiba-tiba memeluk nya dari belakang.


"Astagfiruloh, ngagetin aja ihh untung gak jantungan, " Jawabnya memegang dadanya.


"Haha..maaf sayang gitu aja kaget, " Ujarnya terbahak. " Keluar yuk cari makan laper nih, " Abang pun duduk bersandar di ranjang.

__ADS_1


"Yuk, beli seblak yang belakang gedung kaya nya enak, "


"Mana ada jam segini pasti udah habis, besok aja lah kita makan nasi aja, gimana mau gak?"


"Ya udah kalo gitu , bentar benerin dulu kerudung, kamu sih malah ngerusuh, " Ujar nya duduk di depan cermin.


"Aduh sayang harus nya kalo di kamar itu di buka aja kerudungnya, udah halal juga kalo aku liat, " Icha pun malah tersenyum.


Mereka pun keluar kamar dan bergegas mencari makan, untung saja bantak Restoran yang dekat dari sana.


Saat akan keluar dari sana mereka berpapasan dengan Ibunya Icha.


"Mau kemana? "


"Eh Ibu, ini mau cari makan tuh di sana, " Ujar Icha menunjuk salah satu kedai.


"Jangan jauh-jauh, nanti susah lagi nyarinya, " Ujar Bu Yani mengingatkan dan mereka pun mengangguk.


mereka pun jalan kaki munuju resto depan gedung, Setelah sampai mereka memesan makanan.



makanan pun akhirnya datang.



mereka pun mencicipi makanan yang terlihat lezat itu.



"Sayur lah, masa gak tau ini enak ayo coba, " Icha pun mengambil satu sendok dan menaruh nya dalam piring Abang.


Abang pun terpaksa memakannya, sedangkan Icha makan dengan lahap.


"Gimana enak kan? gak beda jauh kan sama daun singkong rasanya," Ucap Icha dan Dia pun mengangguk, baru pertama kali baginya merasakan sayur itu, karna di rumah selain daun singkong dan brokoli Dia tidak pernah mencobanya.


"Nanti kalo aku masak sayur jangan protes ya, "


"Iya iya apapun yang kamu masak Aa pasti makan, " Jawabnya.


Mereka pun selesai makan dan kembali ke hotel, hari pun sudah mulai gelap.


Setelah Sholat magrib berjamaah mereka berdua masuk ke ruang make up di bantu Mua di sana, Karna acara akan di mulai jam 8 malam.


Icha pun di rias sedemikian rupa, membuatnya semakin cantik dan bercahaya.


Kini mereka sudah siap, dan masuk ke gedung bersama.

__ADS_1



Mereka pun duduk di sana setelah di sambut oleh mc.


para tamu undangan pun berdatangan sehingga memenuhi gedung.


para tamu mengucap selamat begitu juga dengan para teman dan sahabat mereka yang baru saja datang.


Termasuk Adam dan Dini, mereka baru datang beberapa jam yang lalu ,mereka pun menyalami pengantin seperti yang lain.


"Selamat bro akhirnya jodoh tu gak kemana, " Ujarnya memeluk sahabatnya itu.


"Makasih banyak dam, "


"Selamat Bang, semoga samawa, " Ujar Dini salaman bergantian


"Selamat Cha, jadi istri solehah, dan semoga samawa ya, " Adam pun menyalami Icha.


"Makasih kalian berdua udah repot-repot hadir, " kini Dini yang memeluk nya.


"Gue udah siapin kado spesial buat loe, gue titipin sama Ifa di depan, " Bisiknya tersenyum penuh arti.


"Jangan macem-macem loe ya, awas aja kasih kado yang aneh, "


"Loe tenang aja, dah gue makan dulu kasian pada antri tuh tamu, " Ujarnya meninggalkan pelaminan.


namun bukannya makan Adam malah naik ke panggung Dia mengajak Iqbal duet.


"Kenapa harus gue sih, " ucap Iqbal kesal, sedangkan Mega hany tersenyum melihat kelakuan suaminya.


"Udah diem loe, bukanya dulu loe mau nyumbang lagi kalo Dia nikah sama Icha, "


..."Itu kan dulu, gue dah lama gak nyanyi, " Ujarnya jujur saja, Iqbal terakhir nyanyi saat lulus SMA beberapa tahun lalu....


"Oke guys kita kedatangan tamu nih katanya mau duet, siapa lagi kalau bukan sahabat para mempelai, mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah untuk mereka. " Ujar Mc itu.


Adam dan Iqbal pun naik ke panngung, Adam memainkan gitar dan Iqbal yang menyanyi


Iqbal menyanyikan lagu Padi_ sobat.


Semua orang bersorak ramai, namun Abang tak mengerti kenapa Iqbal menyanyikan lagu itu.


Setelah selesai menyanyi mereka pun turun dan bergabung dengan istri masing-masing.


"Hebat loe Bal, bener-bener nepatin janji loe ya, " Ujar Dini tersenyum..


"Gue terpaksa takut dosa, lagian ngapain ya dulu gue ngomong gitu, " Sesal nya.

__ADS_1


Sedang kan Mega hanya menyimak, Dia tidak mengerti apa-apa.


"Sayang dengerin ya itu cuma lagu, aku juga terpaksa nyanyi lagu itu karna aku dulu pernah naksir sama Icha waktu SMA, trus aku juga bilang gini kalo sampe Icha berjodoh sama Abang aku bakalan nyanyi lagu itu, " Jelas nya, dan Mega pun tersenyum.


__ADS_2