Cinta Dalam Dilema

Cinta Dalam Dilema
Acara ny lancar


__ADS_3

"Hah... siapa?" tanya Icha bingung.


"Heru, masih inget gak dulu saya sering main ke rumah kamu," jawabnya tersenyum terlihat lesun pipi nya terlihat manis.


"ganteng nya." batin Icha.


"Astgafiruloh, Maaf Kak saya sedikit lupa," ucap Icha menundukan pandangannya.


"Saya sudah menduga nya, saya mantan kakak kamu Irma, bagaimana kabarnya Dia?" tanya Heru.


"Sangat baik Kak, maaf bukanya saya sombong saya tidak bisa lama-lama, saya permisi senang bertemu lagi dengan Kakak," ujarnya, Dan Heru pun mengangguk.


Icha pun pergi dari sana meninggalkan Heru yang masih memperhatikannya Dia segera membayar barang bawaannya ke kasir, setelah itu Icha memasukan belanjaannya ke dalam bagasi.


Icha pun masuk lagi mencari mereka ke tempat bermain anak-anak.


Di tempat lain Abang sedang mengerjakan beberapa pola baju model terbaru, karna akan ada peluncuran barang baru di Distro na bulan ini.


"Gimana liburan mu Bos?" tanya Boy asistennya.


"Seru lah, apalagi pengantin baru," ujarnya tersenyum nakal.


"Cie yang udah merrid mah gitu ya bawaannya pengen liburan terus," jawabnya.


"Makanya nikah loe, jangan pacaran terus gak jelas banget loe, gonta ganti terus," ucap Abang.


"Ya elah Bos, namanya juga belum jodoh mau gimana lagi, lagian masih muda juga lah belum ke pikiran ke sana," jawabnya.


"Alah gak kepikiran tapi pacarannya di kamar terus, apaan coba?" ujar Fajar yang baru saja datang.


"Betul banget Jar, emang kaya gitu Dia," ujar Abang terkekeh.


"Gue lagi nunggu adik ipar loe Bos, kira-kira mau gak ya sama gue," ujarnya.


"Uhuk.. uhuk.., jangan Mimpi," Kesal Fajar.


"Kenapa loe cemburu sama gue? bilang dong nanti gue cariin cewe yang lain jangan Dia ya," ujar Boy.


"Enak aja siapa juga yang suka sama S Ifot? gue mah bosen kali ketemu Dia terus, dari SmA gue sering kena hukuman sama Dia, bukan cewek idaman," jawab Fazar.


Abang pun menyimak pembicaraan mereka sambil geleng- geleng kepala.


"Udah cepet selesaikan ini, gue mau cepet pulang," ucap Abang.


"Siap bos," jawab mereka serempak.


Waktu makan siang pun tiba, mereka makan siang di Distro saja memesan makanan online karna mereka masih banyak kerjaan.


Sedangkan Icha juga baru selesai makan siang bersama Ifa dan keponakannya.


"Kalian udah selesai belum makannya?" tanya Ifa.


"Udah Ateu," jawab Bila.

__ADS_1


"Kita pulang ya udah sore, kalian pasti cape kan," ucap Ifa sedangkan Icha hanya diam saja.


"Iya," jawab mereka serempak.


Mereka pun meninggalkan Mall dan segera pulang.


Tak sampai 30 menit mereka sudah sampai di rumah Icha.


Ifa pun membantu Icha membawa barang-barang dari bagasi mobil.


Orang tua Icha pun datang bersama bi Asih dan juga Enin, mereka membantu membereskan rumah untuk acara nanti sore, acara nya di adakan pas magrib, kalo adat sunda bisa di sebut Mengadazi rumah.


"Udah sore suami kamu ko belum pulang nak?" tanya Pa Harun, melihat sudah jam 5 sore sedangkan yang lain sudah pada datang termasuk Irma dan suami nya.


"Gak tau Pa, mungkin sebetar lagi," jawabnya, dan Pa Harun pun mengangguk.


Mertuanya pun sudah datang membawa puluhan nasi box untuk di bagikan ke tetangga yang datang dalam acara.


Pa Harun sudah meminta Pa Rt mengundang para tetangga agar bisa hadir dalam acara tersebut.


Sudah hampir Adzan para tetangga pun sudah banyak yang datang, mereka berkumpul di ruang tamu, sedangkan abang sendiri belum datang, membuat Ayahnya kesal.


"Kemana sih anak itu, bukanya sudah tau ada acara di rumah," ujar Pa Edi.


"Mungkin macet Yah, Icha tadi udah telpon tapi gak aktip," ucap Icha.


Tak berselang lama Abang pun datang, dan langsung mengucap salam pada semua orang.


"Kamu dari mana saja jam segini baru pulang?" tanya Ayah kesal.


"Sudah sana bersiap cepat, semua orang sudah menunggu," ujarnya, Abang pun mengangguk


Untung saja mereka hanya bertiga, dan agak menjauh dari yang lain.


Icha pun mengikuti suaminya ke kamar, menyiapkan pakaian ganti dan perlengkapan yang lainnya.


Waktu pun terus berjalan, Abang pun selesai mandi dan cepat memakai baju nya setelah rapi Dia bergabung dengan yang lain.


Acara pun berakhir dengan lancar, mereka pun langsung membubarkan diri, Ifa dan Adit membantu memberikan Kotak-kotak makanan sampai habis tak tersisa.


Setelah para tamu undangan pulang, mereka pun berbincang hangat begitu juga para adik kakak yang kini sedang ada di kamar tamu.


"Teh Icha tadi mau bilang apa ko gak jadi, aku penasaran tau," ucap Ifa .


"Yang mana teteh lupa," Jawabnya, membuat Irma terkekeh.


"Kamu tau gak Fa, kalo teteh kamu itu sedikit lemot," ujarnya masih terkekeh.


"Issh.. itu mah teh Irma bukan aku," kilah Icha.


"Terus gimana inget gak yang tadi di mobil?" tanya Ifa.


"Oh itu, aku ketemu A Heru tadi di sana," ujar Icha.

__ADS_1


"What..?" Jawab Ifa dan Irma serempak.


"Apaan ih ko gitu amat responnya," ucap Icha.


"Kenapa gak kasih tau aku ih, padahal aku tuh pengen mastiin sesuatu," ucap Ifa.


"Alah ribet amat tinggal ke rumah nya aja kali, pasti kamu tau kan rumah nya," ucap Icha.


"Gak semudah itu Cha ketemu sama A Heru di rumah nya di jaga ketat karna Ayah nya seorang pengusaha hanya orang-orang yang punya janji saja yang bisa masuk, Teteh juga belum pernah ke sana," ucap Irma.


"Terus gimana dong?" tanya Ifa.


"Gak tau ah, ngapain aku mikirin bukan urusan aku iyakan Teh," ucap Icha, dan Irma pun mengangguk.


"Ih rese banget kalian sebel banget gue," kesal nya membuat mereka terkekeh.


"Nanti kalo ketemu lagi teteh mintain no ponselnya," ujar Icha.


"Eh bentar deh, ambilin ponsel teteh di tas," ucap Irma.


Ifa pun menurut, dan mengambil ponsel kakak nya itu.


"Mau ngapain sih? bukanya kalo lagi ngumpul gini gak boleh ada yang main ponsel?" tanya Ifa dan icha pun mengangguk.


"Bukanya kamu nanyain no A Heru? masih ada kalo gak salah tapi udah aku blokir, siapa tau aja masih aktip." ucap Irma.


"Serius nih?"


"Bentar," Irma pun mengotak-atik ponselnya.


"Nah ketemu,Teteh kirim ke no kamu ya inget kalo kamu mau ketemu sama A Heru izin dulu sama pacar kamu biar gak salah paham," Nasehat Irma dan Ifa pun mengangguk.


"Oke lah kalo gitu, eh bukannya A Heru itu berkecimpung di dunia Entertamen ya?" tanya Ifa.


"Iya, kan dari dulu kamu juga tau cuma cabang nya aja di sini, kalo pusat nya di Jakarta, setelah putus dari teteh A Heru kembali ka Jakarta, mungkin sekarang Dia lagi ada kerjaan di sini, dan kamu harus cepat kalo ingin ketemu takutnya udah balik lagi ke jakarta." ucap Irma.


"Baiklah Ifa akan coba hubungi, semoga saja bisa ketemu dulu," ucap Ifa.


Mereka pun berbincang sampai tak terasa sudah jam 9 malam.


Irma dan keluarga kecilnya pun pamit lebil dulu, di susul keluarga suaminya .


"Kalian juga gak nginep?" tanya Icha pada keluarga nya.


"Tidak, nanti kapan-kapan saja," jawab Ibunya.


Mereka pun semua pamit pulang, hanya ada Icha dan suaminya saja.


"Alhamdulilah semuanya selesai," ujar Icha keluar dari kamar mandi .


"Istirahat kamu pasti cape," ujar Abang menganti baju nya dan masuk ke kamar mandi untuk gosok gigi.


Icha pun merebahkan tubuhnya di kasur tak lama kemudian Dia terlelap.

__ADS_1


Abang pun ikut tidur di samping nya tak lupa memeluknya dari belakang.


__ADS_2