
Mereka pun sampai di kelas Kaila duduk bersama Cerry tak lama kemudian dosen pun datang memberikan beberapa tugas untuk mereka salah satu adalah tugas kelompok.
Sial nya Kaila tidak satu kelompok dengan Cerry dia malah satu kelompok dengan orang lain.
'Sial banget sih gue mana kelompok gue banyak cowok nya gimana kalo Mas Revan marah aku satu kelompok sama cowok' gumannya.
"Kai loe kok malah diem aja sih loe mikirin apa?" tanya Cerry yang benar-benar heran.
"Itu tentang tugas kelompok yang Pak Yusuf kasih ke kita kenapa gue gak satu kelompok aja sama loe bukannya sama yang lain mana gue gak terlalu kenal sama mereka," ujar nya.
"Udah loe tenang aja Sindi orang nya baik ko dulu kita satu sekolah waktu SMP dan gue liat Rudi sama Malik juga kaya nya baik walau pun kita gak kenal tapi mereka gak keliatan nakal," ujar nya.
Kaila pun hanya mengangguk dia harus mendapat kan nilai yang bagus untuk tugas ini sebelum ujian semester di mulai.
Ya Kaila sudah semester dua dan sebentar lagi ujian di mulai dia tidak mau nilai-nilai nya nanti jelek.
Jam pulang pun tiba Kaila menunggu Revan di depan Kampus, Cerry sudah mengajak nya bareng namun Kaila menolak dia akan menunggu Revan saja di sana.
Dia juga berpapasan dengan Clara sebelum pulang Clara sempat melirik nya dan mengacungkan jari tengah kepada nya namun dia tak mau memperdulikan nya terserah dia lah mau gimana-gimana juga.
Clara pun masuk kedalam mobil nya, tumben biasanya dia bersama kedua sahabat nya namun sudah beberapa hari ini dia tak melihat keberadaan kedua sahabat Clara itu.
Kaila pun menunggu Revan namun tak kunjung datang kemana sih dia kenapa lama sekali pikir nya.
Dia melirik jam tangan nya sudah satu jam dia menunggu sudah hampir gelap tapi suami nya tak datang juga kesal sekali rasanya.
Kaila harusnya pulang jam 04.00 namun karna tadi ada tugas kelompok jadi dia keluar jam 05.00 dia juga sudah memberi tahukan kepada Revan kalo dia pulang telat dan Revan sempat membalas untuk menunggu nya.
Setelah menunggu lama Kaila pun menelpon Revan lagi namun tidak diangkat sama sekali kemana sih dia sebenarnya lama sekali.
Kaila pun berjalan menuju halte bis dia menunggu di sana saja karna Kampus sudah mulai sepi hanya ada beberapa orang saja di sana.
Adzan magrib pun berkumandang Kaila pun menghubungi Revan lagi namun tak diangkat lantas dia mengirim pesan.
__ADS_1
[Mas aku di mesjid dekat kampus ya kalo kamu udah nyampe] sand Mas Revan namun cuma centang saja.
Kaila pun masuk ke dalam mesjid untuk menunaikan sholat magrib berjamaah sambil menunggu suami nya.
Selesai sholat dia pun keluar dan menunggu di depan mesjid namun Revan benar-benar belum datang nomor nya juga benar-benar gak aktip sialan banget kan suami nya itu.
Kaila memang sudah lama tinggal di sana namun dia tidak pernah naik kendaraan umum dia juga tidak tahu kemana arah jalan nya pulang.
"Gimana nih udah mau jam 7 Mas Revan malah gak bisa di hubungi mana ponsel gue udah mau habis batre lagi," gumannya.
Kaila pun berjalan ke dekat halte bus namun yang terlihat sepi berharap suami nya segera datang.
"Hay cantik sendiri aja," ucap pria berambut ikal Kaila hanya diam tak menjawab jujur saja dia sangat takut.
Walau pun dia bisa bela diri namun melihat kedua pria yang menghampiri nya itu rasanya dia gak bakalan sanggup deh kalo harus ngadepin mereka.
"Maaf ya mas jangan ganggu saya," ucap Kaila membuat mereka berdua tertawa.
Kaila bingung harus berlari kemana dia tidak tahu arah yang harus dia ambil dia terus berlari namun saat berbelok ternyata itu jalan buntu.
Kaila pun ngos-ngosan menertalkan nafas nya dia sudah terlalu jauh berlari dan di sana pun terlihat sepi tak ada orang dia bingung harus bagaimana dimana sebenarnya suami nya kenapa di saat seperti ini malah menghilang.
Kaila pun terpaksa harus menghadapi mereka berdua.
Saat pria ikal itu mendekati Kaila dia langsung menedang dada pria ikal itu dan membuat nya tersungkur.
"Sialan ternyata loe bisa beladiri juga ya," ucap pria botak satu nya.
Kaila pun tak menjawab dia harus konsentrasi untuk bisa terbebas dari kedua orang itu.
Perkelahian pun tak terelakan Kaila pun terus melawan mereka meski pun dia sendiri hampir kewalahan saat dia ada kesempatan dia mendendang junior si botak dan menggigit tangan si rambut ikal.
Dia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dia berlari menuju jalan yang ramai namun hampir saja dia tertabrak mobil untung saja pengendara mobil tidak sedang ngebut.
__ADS_1
Kaila pun mengantupkan tangan nya di depan dada nya kedepan mobil itu danda kalo dia minta maaf.
Pengendara mobil itu keluar dari mobil dan berlari mengejar Kaila.
"Kaila tunggu," ujar nya dan itu sukses membuat Kaila berhenti dia berbalik menatap orang yang memanggil nya berharap kalo itu adalah suami nya.
Namun dia salah yang memanggil nya ternyata Sean, dia pun segera berlari dan masuk ke dalam mobil Sean.
Sean melihat itu pun bengong dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Cepetan Bang takut nya preman itu balik lagi," ujar Kaila menyetabilkan nafas nya yang masih ngos-ngosan.
Sean pun langsung melajukan mobilnya dia melirik kaca spion terlihat dua orang pria bertubuh tegap mengejar mereka.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Sean khawatir.
"Aku baik-baik aja kok," jawab nya.
"Sebenarnya kamu kenapa sih bisa berurusan sama mereka?" tanya Sean.
Sean bisa melihat kalo Kaila nampak kecapean dan ada juga luka kecil di pipi nya yang berdarah.
"Aku gak tahu yang jelas tadi mereka ganggu aku, aku udah berusaha menghindar dan berlari namun mereka terus saja mengejarku aku terpaksa lawan mereka," ujar nya menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Meskipun dia bisa melawan namun dia juga terkena beberapa pulukulan mereka bahkan jari tangan nya sangat sakit karna tadi menghajar mereka.
Kaila dulu memang pintar bela diri bahkan dia sudah memegang sabuk hitam namun karna kondisi nya yang lelah setelah berlari dia tidak bisa fokus.
"Kamu beneren gak papa kan gimana kalo kita ke rumasakit?" ajak Sean dia sangat kasihan sekali melihat Kaila yang nampak meringis kesakitan.
"Aku gak papa kok nanti juga sembuh," jawab nya.
Sean bingung kenapa Revan tidak menjemput nya bukannya dua jam yang lalu Revan sudah keluar dari kantor ingin menjemput Kaila lalu kenapa Kaila masih di area kampus kemaba Revan pikir nya.
__ADS_1