
Mereka pun pulang duluan naik taxi, karna Ivan masih berbincang dengan pengusaha lainnya.
Malam semakin larut setelah membersihkan Make up nya Icha pun segera membersihkan diri, sedangkan suaminya masih serius dengan leptopnya.
"Sayang mandi dulu," ucap nya sudah segar dan ganti baju tidur lalu merangkak ke atas kasur.
Abang pun masuk ke dalan kamar mandi. Dia juga segera membersihkan diri.
Abang pun keluar kamar mandi."Udah pules aja, pasti kamu kelelahan ya sayang," ucapnya mengusap rambut Icha.
Dia pun melanjutkan pekerjaan nya, duduk di samping Icha sambil mengotak atik leptopnya.
Pagi hari nya, seperti biasa Icha akan mual saat bangun tidur.
"Sayang kamu gak papa?" tanya Abang memijat punggung istrinya itu.
"Gak papa kok udah mendingan," jawabnya memeluk Abang manja.
"Sabar ya sayang semoga ini cepat berahir, Mau sarapan apa biar kita pesan saja, atau mau jalan-jalan keluar cari udara segar?" mengelus rambut Icha.
"Aku gak laper gak tau pengennya yang aneh-aneh aja," ujarnya.
"Mau apa emang, biar Aa cariin?" Abang akan berusaha mencari apa yang Icha mau.
"Aku mau surabi," jawabnya menunduk.
"Sayang di sini mana ada surabi kamu mah aneh-aneh aja, nanti kalo udah pulang kita beli sebanyak yang kamu mau," ujarnya.
"Aku mau nya sekarang," ucap nya sambil berkaca-kaca.
"Ayo kita cari siapa tau ada yang jualan," ajaknya.
Mereka pun pagi-pagi sudah keluar dari hotel mencari makanan yang Icha mau namun nihil.
"Cari yang lain mau?" bujuk Abang ,namun Icha hanya menggelngkan kepala.
Abang pun berusaha bersabar demi anak dan istrinya.
Sudah dua jam mereka mencari namun nihil, Abang pun mengajak Icha makan di salah satu Resro di sana.
"Sabar ya, nanti sore kita pulang langsung cari kalo udah sampe sekarang kita makan dulu biar ada tenaga, kasian bayi kita pasti lapar,"
Setelah selesai makan mereka kembali ke Hotel dan bersiap pulang ke Bandung.
Beberapa jam kemudia mereka pun sampai di Kota Bandung dengan selamat dan naik taxi menuju rumah mereka.
Icha dari tadi diam saja, mungkin lelah pikirnya.
Saat sampai di rumah Icha pun berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
"Sayang kamu kenapa? kita ke dokter ya," ujarnya namun Icha menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah istrahat ya ayo Aa bantu ke kamar nanti Aa bikinin teh hangat,"
Namun saat akan di bawa Icha tak kuat menahan tubuhnya dan pingsan di pelukan suaminya.
Abang pun panik dan segera membawanya ke dalam mobil untuk di bawa ke rumasakit.
__ADS_1
" Ya Tuhan kamu sebenarnya kenapa sih Cha, aku khawatir banget," ujarnya bergegas mengemudikan mobilnya.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumasakit dan Icha langsung di tangani.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Abang.
"Kandungannya lemah, saya harap jangan buat Dia kelelahan," ujar Dokter itu, sedangkan Abang hanya bisa diam.
"Apa yang harus kami lakukan Dok?"
Abang tidak ingin sesuatu terjadi pada anak dan juga istrinya, Dia ingin kedua nya sehat.
"Jaga pola makannya dan sering makan sayur, sepertinya Dia jarang makan sehingga mempengaruhi kandungannya,"
"Baiklah Dok, terimakasih banyak," ujarnya.
Abang pun menghubungi Ifa memberi tahukan ke adaan kakaknya.
Tak berselang lama Ifa datang bersama Ibunya.
"Icha kenapa? " Tanya Ibu dengan raut wajah cemas.
"Kelelahan Bu, Icha hamil 2 bulan," ucap Abang.
"Alhamdulilah kabar gembira, sudah biasa kalo hamil itu ada yang gampang lelah," ucap Ibu sambil mengusap kening Icha.
"Selamat sayang kamu akan jadi Ibu, jangan manja lagi malu sama anak kamu." ucap Ibu sedangkan Ifa hanya tersenyum Dia juga sangat bahagia melihat Kakakny hamil.
Satu bulan kemudian...
Icha sudah beraktivitas seperti biasa, hari ini Dia akan berkunjung ke rumah orang tuanya.
"Iya kamu hati-hati jangan dulu pulang sebelum aku jemput," ucapnya mencium kening Icha dan Icha pun seperti biasa mencium tangan suaminya.
"Aku masuk ya, Asamualaikum," ucapnya.
"Walaikumsalam," jawab Abang.
Icha pun masuk ke dalam Kantor dan Abang pun melajukan mobilnya menuju Distro.
Kandungan Icha belum terlihat karna tubuhnya yang kecil jadi seperti bukan orang yang hamil saja.
"Makan di luar Yuk Cha," ajak Nazwa, kini sudah waktunya makan siang.
Nazwa sudah kembali lagi ke kantor pusat, dan sangat dekat dengan Icha.
"Ayo, tapi aku ingin makan makanan jepang," ujarnya.
"Oke apa sih yang enggak buat bumil," Mereka pun berjalan keluar kantor.
Icha sangat antusias mencari makanan yang di inginkannya.
Mereka pun sampai di sana, cukup berjalan kaki mereka akhirnya sampai.
"Inget masa sekolah dulu ya kita jalan kaki cari makan," ucap Icha.
"Iya waktu yang sangat mengesankan dan tak terlupakan," ucap Nazwa.
__ADS_1
Mereka pun makan dengan lahap, Icha sangat senang bisa makan tanpa harus muntah, biasanya setiap selesai makan Dia akan muntah kembali.
Setelah selesai makan mereka pun berbincang karna masih ada waktu.
"Hay.. Icha kan?" ujar seorang pria yang tiba-tiba duduk bersama di meja mereka.
"Siapa?" bisik Nazwa namun Icha malah menggelengkan kepalanya.
"Kamu lupa ya, padahal baru beberapa bulan saja kita tak bertemu," ujarnya, semakin membuat Icha bingung.
"Kamu temannya Icha kan kenalkan aku Alex calonnya Icha," ucapnya membuat Nazwa melotot tak percaya.
Icha yang sedang minum pun tak sengaja menyemburkan minumannya, untung saja tidak kena mereka.
"Apa anda bilanh, jangan gila ya calon siapa, saya sudah menikah," ucap Icha kesal, sedangkan Nazwa diam menyimak.
Namun Alex hanya tersenyum Dia tetap tidak percaya.
Icha ingat sekarang laki-laki itu yang dulu menemukan dompetnya saat di Bali.
"Kamu hutang sesuatu sama aku," ucap Alex.
"Hutang apa? perasaan aku gak pernah nya pinjem duit sama kamu," ucap Icha sedikit kesal.
"Kamu kan janji mau ajak aku makan, kamu juga udah curi sesuatu dari aku makanya aku cari kamu," Ujarnya membuat Icha semakin kesal.
"Aku gak pernah janji ya, lagian aku nyuri apa dari kamu?"
"Oh gitu ya sekarang mentang-mentang di kampung halamannya, Kamu udah nyuri hati aku," ujarnya terkekeh.
Sedangkan Icha semakin kesal, Nazwa sendiri menahan tawanya agar tidak meledak.
"Maaf ya saya sibuk dan gak ada waktu meladeni anda," ujar Icha menarik Nazwa meninggalkan Resto.
Sedangkan Alex hanya tersenyum, Dia semakin penasaran dengan sikap Icha yang gemas menurutnya.
.
Di sisi lain Ifa baru selesai pemotretan hari ini, Dia sengaja mendekati Heru agar bisa tau siapa Heru sebenarnya.
"A Heru punya poto zadul gak waktu SMP gitu?" tanya Ifa,kini mereka sedang makan siang.
"Buat apa, aku gak suka di poto," Jawabnya.
"Ah kirain punya aku penasan gimana Aa waktu masih muda," ujarnya, membuat Heru tersenyum.
"Ada di Ig kalo gak salah, liat aja terus scrol ke bawah, itu zaman aku SMA," ucap nya, Ifa pun antusias membuka ponsel nya karna itu yang Dia cari.
"Aku cuma ingat waktu SMA saja, kalo SMP mah gak tau dimana lupa, kata orang tuaku aku dulu sakit parah sampe koma beberapa bulan dan lupa dengan masalalu ku."
"Serius A, terus orang tua Aa gimana? "
"Ya Aa di bawa keluar negri sampe Aa sadar dan sembuh , 10 tahun berada di sana hingga lulus S2 di sana dan kembali sekitar 5 tahun yang lalu lah kalo gak salah," ucapnya.
"Aa emang gak punya sodara gitu?" Kepo nya.
"Aa cuma anak angkat mereka, mereka tidak punya anak karna Mamih dulu di angkat rahimnya karna kanker jadi gak bisa punya anak," jawabnya.
__ADS_1
"Ok fix gue yakin A Heru ini kak Reno, bisa jadi Dia hilang ingatan kaya di Tv,"batinnya.