
Sepanjang jalan Kaila hanya cemberut saja, sedangkan orang tua nya nampak asyik berbincang, sedangkan Aldian Dia tidak ikut karna sedang tidak enak badan alasannya padahal ya sama saja dengan Kaila Dia juga malas kalo di ajak makan malam di luar.
"Kamu masih marah sama Bunda?" tanya Icha melirik kaca depan.
"Aku gak marah cuma sedikit kesal," jawab nya.
"Ya sudah nanti lagi ya ngambek nya di rumah kita udah hampir sampai, kamu senyum dulu yah jangan kaya gitu," ujar nya.
"Iya iya bunda tenang aja gak mungkin kan aku malu-maluin Ayah sama bunda," ujar nya.
Mereka pun akhirnya sampai di. sebuah Restoran ternama Kaila mengekori mereka dari belakang untung saja Bunda nya tak menyadari kalo Dia memakai sepatu kets bukan sepatu hak tinggi.
Restoran tersebut nampak nyaman dan juga ramai, terlihat Dini sudah duduk dengan suami dan juga anak nya.
Mereka sengaja memesan tempat yang agak jauh dari yang lain, tempat nya sangat indah bisa langusung melihat ke taman.
"Cha sini," ucap Dini melambaikan tangan nya.
Mereka pun segera menuju Dini, Icha memeluk erat sahabat nya itu hampir 9 bulan mereka tidak ketemu, Kaila sendiri masih diam saja Dia hanya tersenyum kaku.
"Wahh anak gadis kita cantik banget, sini sayang peluk tante," Kaila pun mendekat dan memeluk Dini.
Di sana ada Om Adam dan juga Revan.
"Sorry banget ya kalian pasti lama yah nunggu nyah, kita tadi kena macet di lampu merah," ucap Icha memberi alasan.
"Gak papa kok kita juga baru datang, ayo duduk kita pesan sekarang," ujar Dini.
Adam dan Abang pun berpelukan tak ada mereka berbincang masalah bisnis, sedangkan Icha dan Dini curhat ngaler ngidul gak jelas.
Kaila hanya Diam memperhatikan mereka begitu juga dengan Revan mereka tak bertegur sapa hingga makanan itu datang.
"Sayang kalian kok pada diem aja sih ngobrol dong kaya gak kenal aja," ucap Dini melihat anak -anak diam saja.
Kaila hanya tersenyum sambil mengangguk, sungguk Dia ingin segera menghilang dari sana rasa nya gak enak banget makan sambil di liatin orang.
Iya dari tadi Revan terus saja memperhatikan nya membuat Kaila risi, Dia benar-benar gak percaya diri dengan penampilan nya yang sekarang.
__ADS_1
Tak terasa makanan pun habis, Bunda Icha masih saja asyik berbincang begitu juga Ayah nya.
Lama-lama Kaila pun kesal, tahu gitu tadi gak usah ikut bikin kesal aja. Kaila pun izin ketoilet dulu ingin buang air kecil.
"Bun aku ketoilet bentar ya," bisik nya.
"Iya mau bunda antar?" tanya Icha.
"Gak usah bun aku bisa sendiri kok," jawab nya.
Setelah pamit Kaila pun segera mecari toilet, untung saja toilat yang tidak terlalu jauh dari sana.
"Bunda ini apa-apaan sih kenapa ajak gue coba ke acara kaya gini, pake harus berpenampilan feminim kaya gini lagi, gak banget," gerutu nya.
Kaila pun selesai dari toilet tak langsung kembali, Dia mengirim kan pesan kepada Bunda nya kalo mau nyari angin di taman dekat restoran dan Icha pun mengizinkan nya.
Kaila duduk di bangku taman sambil memaikan ponsel nya terlihat beberapa pesan dari Andra dan juga dari Desi.
Kak Andra: [Bagaimana makan malam nya seru gak]
[Bete☹️]
Kaila pun tersenyum melihat emot yang Andra kirim, mood nya pun kembali baik setelah dari tadi kesal.
Saat akan membalas Kaila kaget karna ada orang yang duduk di samping nya, Dia pun mengurungkan niat nya dan memasukan ponsel nya ke dalam tas.
"Loe ngomong apa sih sama nyokap loe hmm, apa loe sengaja duduk di sini biar gue nyamperin loe iyah, jangan gara-gara penampilan loe yang udah kaya gini gue akan tertarik sama loe, denger ya gue gak terarik dan gak akan pernah tertarik sama loe ingat itu," ujar nya menatap lurus kedepan.
Kaila pun menoleh mendengar ucapan dari Revan mood nya pun kembali buruk.
"Gue gak minta bunda nyuruh loe kesini yah, dan loe jangan khawatir gue juga gak mau di jodohkan sama loe gue juga lagi mikirin gimana cara nya buat bisa membatalkan perjodohan ini,"
"Bagus kalo gitu gue gak mau punya istri modelan kaya loe, ibu dari anak gue harus berpenampilan manis dan anggun gak bar-bar kaya loe,"
"Loe...," kaila pun menahan nafas nya,Dia benar-benar kesal dengan pria di sebelah nya ini.
"Apa loe mau protes hmm, gue tahu loe pake gauh kaya gini biar gue tertarik kan, jangan mimpi gue udah punya pacar dan pacar gue jauh lebih segala nya dari loe,"
__ADS_1
"Oke kita liat aja nanti gue akan buat loe jatuh cinta sama gue setelah itu gue dengan senang hati ninggalin loe,"
"Mimpi aja loe gak mungkin lah, sampai kapan pun gue gak akan pernah suka sama loe inget itu,"
"Terserah loe," kaila pun langsung pergi meningalkan nya sendiri.
Kaila pun langsung berlari menyetop taxi meninggalkan restoran sedangkan Revan dengan tak bersalah nya masih duduk di sana.
"Dasar cengeng di bilang gitu aja langsung nangis," ucap Revan.
Revan pun kembali ke dalam restoran menghampiri mereka.
"Loh Kaila nya mana, kok gak sama kamu?" tanya Dini heran.
Sedangkan Icha langsung menelpon Kaila takut nya ada yang gak beres.
"Kaila emm.. Dia..," Revan bingung mau alasan apa untung saja Icha segera menjawab pertanyaan Dini.
"Kaila pulang katanya tadi ketemu sama Satria, maaf ya anak itu benar-benar bikin malu," ucap Icha merasa bersalah.
"Sudahlah tidak apa-apa nama nya juga anak-anak masih labih juga, biarkan Dia bersenang-senang di usia remaja nya jangn sampai Dia tertekan," ucap Adam.
"Iya gue juga berpikir kaya gitu, masalah perjodohan ini kita bisa bahas nanti setelah Kaila lulus sekolah," timpal Abang.
Sedangkan Icha dan Dini saling melirik pasti Kaila tak nyaman berada di sana, karna tak biasa nya Dia bersikap seperti itu.
Kaila sendiri sampai di rumah Satria, Dia mengetuk pintu rumah yang terlihat sepi.
Untung saja tadi Dia menelpon Satria terlebih dulu.
Satria pun membuka pintu dan membawa Kaila masuk kedalam rumah.
"Mama sama papa kemana kok sepi?" tanya Kaila heran biasanya orang tua Satria jam segini sedang nonton tv baru juga jam 9 masa udah pada tidur.
"Ke Jogja tadi siang Kakek mendadak harus masuk rumasakit biasa jantungnya kambuh," jawab nya.
Kini mereka duduk di balkon kamar Satria, Kaila sudah sering menginap di sana bersama Dava mereka memang sering tidur bareng bertiga.
__ADS_1
Makanya penampilan Kaila tidak seperti wanita pada umum nya, Dia lebih sering mengulung rambut nya bahkan Dia juga tak pernah lagi memakai dres setelah menginjak dewasa.