
Selama perjalanan mereka diam saja, Icha pun merasa tidak enak dengan suaminya namun Dia juga sudah berjanji kepada keluarga Rima dan Dia tidak bisa menolak.
Setelah sampai di Hotel Anggek mereka langsung di antarkan ke kamar oleh petugas.
"Kakak ini kunci kamarnya silahkan masuk, saya permisi, " Ujar pemuda itu.
"Makasih banyak Mas," Ucap Icha mengambil kunci dari tangannya, setelah membuka pintu mereka pun masuk ke dalam kamar.
Terlihat kamar begitu luas dan juga sangat mewah, tak lupa kolam renang dan jendela langsung mengarah ke laut luas.
Setelah meletakan kopernya Icha membuka pintu ke arah kolam renang, angin sepoy-sepoy membuatnya segar.
Sedangkan Abang hanya memperhatikannya dari sofa sambil memainkan ponselnya.
"Indah banget A, cuba liat sini, " Ucapnya.
Abang pun berdiri mendekatinya, namun tanpa sepatah kata.
"Udah dong A, jangan marah bukanya kita ke sini buat seneng-seneng ya, " Ucapnya.
"Mau nya gitu tapi kamu udah ngerusak semuanya, kenapa sih harus terima ini, aku juga bisa bawa kamu liburan dengan duit aku, mekipun aku tak sekaya mantan kamu itu..., " Ucapnya kesal.
"Ya Tuhan Aa kenapa sih ko ngomong gitu, maaf iya aku salah aku salah udah maksa Aa harusnya kita gak terima ini semua, " Ucap nya berkaca-kaca.
"Emang harus begitu ngapain juga pake ingin gratisan dari Dia, aku juga masih mampu masih sanggup Cha bayar ini semua, dan asal kamu tau aku gak mau berurusan lagi dengan keluarga mereka, "
"Tapi..., "
"Tidak ada tapi-tapian, " Ucapnya menutup pintu kamar, meninggalkan Icha yang sedang menangis.
"Aa mau kemana? " Ucap Icha melihat suaminya sudah tidak ada di sana.
"Ya Tuhan aku harus bagaimana? aku tau aku salah maafkan aku, " Ucapnya sendu, Icha pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mengguyur kepalanya agar bisa berpikir jernih.
.
Abang pun berjalan keluar Hotel, sungguh Dia sangat kesal sekali ada apa dengan istrinya itu selalu saja keras kepala.
Dia pun masuk ke dalam Caffe, memesan satu gelas kopi agar bisa menetralkan perasaannya.
Saat sedang melamun ada seseorang yang menyapanya.
"Hay Bro loe di sini? " Tanya Pria tampan itu.
Abang pun menoleh dan mengingat-ngingat siapa pemuda itu.
__ADS_1
"Masa loe lupa gue Alex, temen kuliah loe di Bandung, " Ucapnya.
"Sorry Lex gue lupa, habisnya loe beda banget, " Jawabnya tersenyum.
"Sama siapa loe sendiri aja? " Tanya Alex melirik kanan kirinya, Dia pun duduk di depan Abang.
"Sendiri, loe sendiri lagi apa disini? " Namun Alex bukanya menjawab Dia malah tertawa.
"Ini kan Caffe gue Bro, otomatis gue ada di sini, " Jawabnya.
"Serius loe, hebat banget loe bisa bangun Caffe di sini,"
"Punya orang tua gue, ini cabang yang di Bandung namun gue yang di tugasin ngelola yang di sini, " Jawabnya.
Mereka pun berbincang sampai lupa waktu, Icha sendiri ketiduran setelah selesai mandi.
"Ya Tuhan jam berapa ini? " Ujarnya terbangun melihat ke luar sudah mau gelap.
"Aa ko belum kembali ya, apa jangan-jangan Dia pulang dan gak balik lagi kesini, " Ujarnya mengambil ponsel nyaenghubungi Abang namun ponselnya tidak aktip.
Icha pun mengambil wudhu dan setelah sholat Ashar Dia keluar kamar mencari suaminya di sekitaran Hotel namun nihil tak menemukannya dimana-mana.
"Maafkan aku, buat kamu marah, " Gumannya.
"Apa Aa ke sana kali ya liat ombak, Dia lan suka banget sama pantai, " batinya, Dia pun berjalan mengitari pantai yang lumayan ramai mencari suaminya di sana Dia juga terus menghubungi namun ponselnya masih tidak aktip.
Icha pun menatap luas nya lautan dengan mata berkaca-kaca.
"Harusny kita lagi lari-larin di sini sambil becanda, maafkan aku Tuhan, " Ujarnya lantas Dia pun memotret beberapa kali ombak di sana, tak lupa Dia juga meminta penjaga pantai memoto dirinya, walau pun sedih Dia berusaha tersenyum.
Di tempat lain Abang masih berbincang dengan Alex.
"Loe nginep aja di Aparteman gue, deket dari sini kok mungkin besok hati loe akan lebih baik, meski pun loe gak mau cerita sama gue tapi gue tau kalo loe sedang tidak baik-baik saja, " ujarnya melihat temannya itu.
"Makasih Lex loe emang terbaik dari dulu, " Ucap Abang, mereka berteman sejak masuk kuliah namun sejak lulus kuliah mereka tidak pernah bertemu lagi.
Abang pun ikut Alex ke Aparteman nya, mungkin malam ini Dia akan menginap di sana dulu agar rasa kesal nya pada Icha berkurang.
"Nah tuh kamar loe, gue ada urusan bentar nanti kalo ada apa-apa hubungi gue nomor nya masih sama, " Ujarnya.
"Makasih banyak Lex, "
"Santai aja, gue cabut dulu, " Alex pun keluar meninggalkan Abang di sana.
Sedangkan Icha terus saja khawatir tak tau harus bagaimana, setelah keluar dari pantai Dia mampir untuk makan malam dulu karna perut nya sudah mulai lapar.
__ADS_1
"Masih gak aktip juga, bener-bener kaya anak kecil aja, kalo sampe besok gak balik udah pasti Dia balik ke Bandung, " Gumannya.
Icha pun menghabiskan makan nya setelah itu Dia segera membayar nya.
"Ya Tuhan, maaf mas saya gak sengaja, " Ucap Icha saat menabrah seorang pria di sana.
"Tidak apa-apa , apa anda baik-baik saja, " Ucapnya akan menyentuh tangan Icha.
"Saya baik-baik saja, maaf saya permisi, " Ucapnya mengantup kan tangan sebelum Pria itu menyentuhnya, Icha pun langsung keluar dari restoran tersebut.
"Cantiknya, ehh apa tuh?" Pria itu pun mengambil sesuatu yang tergeletak di sana yang ternyata dompet Icha.
"Kena loe, ternyata kalo jodoh gak kemana cantik, " Uajrnya tersenyum.
Dia pun membuka dompet itu tertera kartu nama Icha dan nomer ponselnya .
"Jadi nama loe Icha Natasya, bekerja di perusahan X di kota Bandung, ternyata dunia ini memang sempit loe masih satu kampung sama gue, " batinnya, memasukan dompet Icha ke dalam tasnya.
"Maaf Pak, ini pesanannya," Ujar pelayan.
"Tolong kirimkan ke Aparteman saya, ini. alamat nya, " Ucap nya memberikan alamat nya, setelah membayar Dia pun pergi.
ICha pun kembali ke kamar Hotelnya dengan lesu.
"Ternyata sedih juga berlibur sendiri, gak ada teman, " Batinnya.
Dia pun sholat dulu setelah itu duduk di sofa sambil memperhatikan koper suaminya, Saat sedang melamun ponselnya berbunyi Icha pun segera mengangkatnya.
" Hallo.. asamualaikum,
"Walaikum salam, gimana liburan kalian? " Tanya Bunda di sebrang sana.
"Kami menikamatinya Bun, kalian sedang apa? "
"Kami sedang berkumpul di rumah kamu, seperti biasa Ibumu bikin liwet, Abang mana? "
" Ah itu, itu lagi di kamar mandi , salamin aja sama yang lain yan Bun, "
"Ya sudah Bunda tutup ya kasian pasti kalian terganggu, jangan lupa bawa oleh-oleh cucu buat kami, asamualaikum, "
"Ah iya Bun, walaikumsalam, "
Icha pun bernafas lega, setelah mematikan ponselnya.
"Ya Tuhan, sungguh menyebalkan liburan apa seperti ini malah tambah pusing, " Batinnya.
__ADS_1