
“Reyhan! Kamu masih belum cukup menghancurkan aku? Sebenarnya kamu ingin aku bagaimana baru lepas tangan? Kamu iblis! Kamu binatang!” Kenzie berteriak dan menangis. Mengeluarkan seluruh sakit hati dan kesedihannya.
Semua ini gara-gara Reyhan. Jika bukan karena menghindari Reyhan, mungkin bayinya akan bisa dilahirkan dengan sehat!
Jika Reyhan tidak kejam, mungkin Ayah sudah hidup sehat!
Semua gara-gara dia! Semenjak bertemu dnegannya, hidup Kenzie menjadi kacau dan berantakan!
Mendengar tuduhan dan amarah Kenzie, Reyhan juga tidak bisa menahan emosi dalam diri, perempuan ini kenapa tidak tahu diri sekali?!
Dia menarik rambut Kenzie dan mendekatkan mukanya berkata,”Kenzie! Jangan lupa, kamu belum menyelesaikan kontrak sebagai simpananku!”
Kenzie menangis hingga seluruh wajah dipenuhi air mata, sepasang mata besarnya menatap Reyhan,”Kamu! Apakah kau sudah menepati perjanjian?! Kamu harus bertanggung jawab atas kematian Ayahku!”
Loh? Michael sudah meninggal? Reyhan sedikit terkejut, kemudian tidak lagi memikirkannya lebih jauh.
Kedua mata yang keras kepala menatap Kenzie,”Mau menepati atau tidak, itu adalah urusan aku, dan kamu harus menyelesaikan kontrak itu!”
“Apa-apaan ini! Kenapa begitu ribut?!” Kakek Reyhan berjalan masuk dibantu oleh tongkat di tangan, di samping ada seorang ibu asuh yang sedang menggendong bayi, berjalan memasuki ruang tamu.
Reyhan selalu hormat kepada Kakek. Tangannya dilepaskan dari rambut Kenzie, dan memanggil,”Kakek!” Dan matanya segera tertuju kepada bayi yang digendong ibu asuh.
Si kecil terbangun, matanya tertuju pada semua orang di sekitarnya.
Kenzie melihat bayi di pelukan ibu asuh itu, hatinya tiba-tiba sakit, tiba-tiba memikirkan bayinya yang telah meninggal, terasa sakit yang menyayat hati.
Ken dengan matanya yang besar dan terang melihat kemana-mana, terlihat sungguh manis. Kenzie melihat anak itu, tiba-tiba timbul kasih Ibu dari dalam hatinya.
Kakek Reyhan melihat mata Kenzie tertuju pada anak itu, dalam matanya terlihat kehangatan seorang Ibu, dalam hati timbul kesan baik terhadap perempuan dengan rambut berantakan dan muka pucat kurus ini.
Perempuan yang bisa menyayangi anaknya pastilah perempuan baik, ini adalah logika yang dibuat Kakek Reyhan sendiri.
“Reyhan, ada apa ini?” Kakek Reyhan berkata dengan tegas.
“Kakek, ini adalah pacar aku. Kemarin ia sempat menghilang, dan hari ini sudah berhasil ditemukan.” Reyhan berkata.
Mendengar perkataannya, Kenzie kaget dan matanya terbelalak. Laki-laki ini, mengatakan kebohongan dengan begitu santainya!
“Pacar?” Kakek Reyhan menilai Kenzie dari atas ke bawah dengan serius. Perempuan ini memang agak kurus dan lemah, tetapi penampilannya lumayan, hanya perlu dirawat dengan baik, pasti akan menjadi perempuan yang mempesona. Yang terpenting adalah wibawa dan sikap, kelihatannya ia berhati baik, pasti perempuan yang baik.
“Tuan, aku bukan pacarnya….” Kenzie dengan cepat menjelaskan, tetapi kalimat selanjutnya malah tidak mampu ia katakan. Tidak mungkin dia menjelaskan bahwa dia bukan pacarnya, melainkan simpanannya!
Di depan orang tua yang kelihatannya baik ini, dia sungguh tidak tega mengatakan kalimat-kalimat itu.
“Kenzie, jangan bicara begitu. Dulu memang aku yang tidak benar, kamu jangan marah lagi ya. Setelah ini kita akan bahagia bersama, ya?” Di depan Kakeknya, Reyhan harus terlihat sopan. Melihat ekspresi Kenzie seperti itu, Reyhan yakin Kenzie tidak akan memberitahu Kakek yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Suara lembut Reyhan membuat Kenzie merinding.
Laki-laki ini, tidak hanya galak dan suka bertindak sesuka hati, tapi juga pandai berakting!
Semua orang sedang berbicara, bayi dalam pelukan ibu asuh sepertinya merasa kesepian, dan mulai membuka mulut merengek. Kenzie melihat ke arah bayi itu, tatapannya tidak dapat dialihkan lagi!
“Tuan muda, lihatlah Tuan kecil, sungguh manis!” Ibu asuh berkata kepada Reyhan.
Tuan kecil? Kenzie merasakan jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Kelihatannya anak ini memang anak Reyhan! Sepertinya baru berumur 1 bulan lebih, Reyhan sungguh jahat! Berhubungan dengan begitu banyak perempuan! Kenzie merasa kesal sekali.
Tetapi anak ini memang sangat lucu, Kenzie pun terus menatapnya.
Semakin dilihat ia semakin merasa akrab dengan anak itu, ia merasa sangat dekat dengan anak itu, seperti pernah bertemunya, mengenalnya begitu lama! Dalam hati timbul perasaaan yang sungguh aneh, seperti ingin terus dekat dengannya!
Kakek Reyhan melihat anak itu, dan memberi perintah kepada ibu asuh,”Ibu, anak ini harus diberi makan makanan yang banyak dan bergizi, sudah dua bulan tapi kelihatan seperti baru lahir! Pertumbuhannya terlalu lambat, dia adalah kesayangan keluarga kita, kamu harus lebih hati-hati!”
Ibu asuh langsung berkata dengan cepat, “Tuan tenang saja, mungkin dulu anak ini kurang dirawat, makanya sekurus ini. Aku pasti akan mengasuhnya dengan baik, dan membuatnya tumbuh gemuk dan sehat!”
Mendengar perkataan Kakek Reyhan ke ibu asuh, kebingungan Kenzie spontan hilang. Ternyata ini anak laki-laki dan sudah berusia 2 bulan. Sedangnkan bayinya perempuan, dan jika masih hidup, sekarang dia berusia 1 bulan lebih.
Melihat Kenzie terus menatap anak itu, Kakek Reyhan berkata kepada Ibu asuh,”Biarkan nona ini menggendongnya.”
Kenzie terkejut dan matanya terbuka lebar, serius? Kakek Reyhan membiarkan dia menggendong si kecil?
Kenzie menjulurkan tangan dan menggendong anak itu. Sekali ia menggendongnya, ia langsung tak ingin melepaskannya! Mata bayi yang hitam terus menatapnya, menatap matanya dengan diam. Setelah tak berapa lama, bayi itu tersenyum kepada Kenzie dan memperlihatkan gusi yang belum ditumbuhi gigi! Matanya seindah bulan!
Mungkin, dia terlalu merindukan putrinya….
Setetes air mata jatuh dari mata Kenzie, jatuh hingga ke wajah sang bayi. Bayi itu spontan menangis!
Kakek Reyhan melihat Kenzie dengan jengkel, ibu asuh segera menggendong kembali dan membawa pergi bayi itu.
“Kenzie, dimana anakmu? Aku akan meminta Paman Lee menjemputnya.” Reyhan melihat perut Kenzie yang sudah datar dan bertanya.
Satu kalimat, memancing keluar semua air mata Kenzie.
“Anak aku… baru lahir, langsung… langsung meninggal….” Air mata Kenzie sudah tidak terbendung lagi, ia menangis hingga hampir sesak nafas.
Kenzie menangis dengan sangat sedih, Kakek Reyhan yang melihatnya pun tidak kuat lagi, memberi isyarat “Hibur dia” ke Reyhan dan kemudian pergi meninggalkannya.
Air matanya membasahi rambut, wajahnya terlihat berantakan, tulang belikat yang tipis dan tajam seolah hampir merobek jaket yang dikenakan, dalam mukanya yang pucat terlihat kekecewaan dan sakit yang mendalam.
Reyhan menghampirinya, dan langsung menariknya ke pelukannya, dia memutuskan tidak lagi mempermasalahkan tamparan tadi.
Pelukan Reyhan membuat badan Kenzie yang dingin terasa bergetar, ingin melepaskan diri dengan mendorong Reyhan, tetapi pelukan itu terlalu kuat, sekaligus menenangkan, tubuh Reyhan yang besar membuat Kenzie merasa aman berada di dalam pelukannya.
__ADS_1
Kenzie berhenti meronta, membiarkan Reyhan memeluknya, kemudian menangis dengan sangat keras.
Kesedihan yang sudah ditahan begitu lama, dengan ini dilampiaskan semuanya tanpa tersisa! Kenzie menangis sangat lama, Reyhan juga terus memeluknya, memeluknya dengan sangat lama. Tangan yang hangat menepuk bahunya….
Kenzie kelihatan kelelahan setelah menangis lama, beberapa hari ini tidak pernah istirahat dengan cukup, dan pelan-pelan pun dia terlelap dalam pelukan Reyhan.
Reyhan perlahan menggendong Kenzie dan menuju lantai atas, membaringkannya di ranjangnya.
Reyhan adalah orang yang bersih, jika tidak mandi, dia tidak akan sembarang baring di ranjang, tetapi sekarang dia membaringkan perempuan yang mengenakan jaket lusuh ke ranjangnya sendiri.
Saat melepaskan sepatu Kenzie, Reyhan mengerutkan kening, sebenarnya bagaimana kondisi kehidupan perempuan ini selama ini? Kenapa sepatu serobek ini masih saja belum diganti?
Kemudian dia melihat jaket yang dipakainya, Reyhan mengerutkan alis dengan semakin kuat.
Apa-apaan ini? Wanitanya terlihat begitu lusuh!
Kenzie tertidur pulas, dia sudah sangat lama tidak tidur nyenyak.
Reyhan duduk di tepi ranjang dan menatap wajah Kenzie.
Pucat dan kurus, terlihat sangat lemah. Semua cahaya yang ada padanya dulu sudah hilang, Kenzie kini kurus, pucat, sama sekali tidak sesuai selera dia.
Bagaimana bisa ia sekurus ini?! Wanitanya tidak boleh kurus seperti ini! Reyhan mengelus pipi Kenzie. Dalam hati merasa sedih, dan berjanji bahwa besok ia harus pergi membelikannya baju baru.
Kenzie tertidur dengan sangat nyenyak, ketika ia bangun, langit sudah gelap.
Lampu tidur di sebelah ranjang sudah menyala, dan kamar memiliki aroma harum, ini adalah kenyamanan dan ketenangan yang sudah lama tidak ia nikmati.
Setelah perlahan sadar, Kenzie baru ingat, dirinya ada di rumah keluarga Reyhan! Spontan, dia melihat sekelilingnya, baguslah, tidak ada orang lain di kamar, Reyhan juga tidak di kamar.
Tidak! Dia harus pergi! Dia harus pergi meninggalkan tempat ini! Sekarang dia tidak bergantung kepada Reyhan, dan dia tidak mau menjadi simpanan Reyhan lagi!
Selesai memakai sepatu, dia berlari ke jendela dan melihat, saat ini ia berada di lantai 2. Tetapi di samping jendela seperti ada sebuah pipa air, dia bisa turun lewat pipa itu!
Kenzie memanjat jendela, bersiap-siap mendorong kaca jendela.
“Kenzie!” Suara keras terdengar membuat dia kaget dan bergetar, seketika ia melepas pegangan jendela!
Reyhan melihatnya dengan ekspresi suram, mata yang tajam menatapnya hingga Kenzie tidak bisa kemana-mana.
“Wah, cuaca diluar sangat bagus, bagaimana menurutmu?” Kenzie melihat ekspresi Reyhan, tak ada gunanya melawan, hanya bisa mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Kenzie! Kamu jangan berpura-pura bodoh!” Reyhan menghampiri dan menyeretnya, dan mendorongnya hingga terjatuh ke ranjang.
“Kenzie, jangan berpikir untuk kabur lagi!” Reyhan berkata dengan galak, “Kamu belum meneyelesaikan kontrak kuta!”
__ADS_1
“Reyhan! Kamu jangan bermimpi ! Aku tidak bergantung apa-apa lagi denganmu sekarang, kamu tidak ada alasan bagimu untuk mengancamku lagi!” Kenzie melotot melihat Reyhan, berkata dengan berani.
“Baiklah, mari kita lihat, apakah aku akan menemukan alasan untuk mengancamu lagi atau tidak.”