
Happy Reading..
.
.
( semoga suka )
Setelah pulang dari melihat dede bayi . Randi memang sudah meniatkan diri untuk menemui Kinara dan mengatakan keseriusannya terhadap hubungan mereka berdua . Selama ini dia benar benar merasa tersiksa karena memikirkan Kinara yang masih tak kunjung memaafkannya .
Randi melihat kinara yang baru keluar dari rumah sakit . Segera ia melajukan mobilnya kearah wanita itu dan menghentikannya tepat di sampingnya . Randi langsung turun lalu menggendong paksa wanita itu agar masuk kedalam mobilnya . Terkesan seperti sebuah penculikan tapi Randi masa bodoh akan hal itu .
" aakkhhh ... Randi turunin gue brengsek ." Teriak Kinara hingga menarik perhatian semua orang disana .
Sadar akan tatapan yang dilayangkan orang orang di sekitarnya Randi memiliki sebuah ide agar terbebas dari pandangan buruk orang orang .
" Maaf pak , bu . Istri saya lagi ngambek jadi terpaksa saya gendong seperti ini . Soalnya kalo ngambek susah dibujuk jadi harus dipaksa ." Ucap Randi santai . Tentunya berhasil membuat Kinara melebarkan matanya.
" bukan pak bu , saya buk -- " protes Kinara namun langsung dipotong oleh seseorang disana .
" aduh mbak , kalo ngambek jangan lama lama kasihan suaminya tuh ." Ucap seorang ibu ibu .
Perkataan itu sontak membuat Kinara memberenggut kesal karena orang orang lebih mempercayai Randi ketimbang dia . Sedangkan Randi jangan ditanya dia merasa senang karena orang orang malah mempercayainya .
" udah .. nurut aja ga bakal gue apa apain kok ." Bisik Randi tepat ditelinga Kinara.
Sialan , umpat Kinara dalam hati.
__ADS_1
Kinara diam saja saat Randi memasukkannya kedalam mobil pria itu. Bahkan terus memalingkan wajahnya saat Randi memasangkan sabuk untuknya . Membuat Randi merasa gemas dengan calon ibu dari anak anaknya itu . Calon ibu ? Ya , tentu itu adalah keinginan Randi sendiri .
Selama perjalanan suasana yang terjadi hanya keheningan . Kinara sibuk menatap arah luar dari jendela kaca seraya mengerucutkan bibirnya . Sedangkan Randi sesekali melirik kearah wanita itu lalu tersenyum gemas .
" itu bibirnya minta di ***** apa gimana ? Perasaan monyong monyong terus dari tadi ."
Kinara menatap nyalang kearah Randi yang masih fokus kearah depan jalanan itu . Pertanyaan Randi yang benar benar blak blakan itu membuat hati Kinara jengkel setengah mati .
"STOPPP !!" teriak Kinara tiba tiba .
CITTTTT !!!
Sontak membuat Randi yang kaget langsung menginjak remnya kaget .
" ada apa sih ? Kenapa teriak teriak ?" Tanya Randi .
Randi terkekeh , kemudian mengangguk angukan kepalanya .
" gue ?" Gumam Randi mengulang omongan Kinara .
" keknya bibir kamu ini memang harus di kasih hukuman deh . Kamu lupa , jangan gunakan kata ' elo - gue ' aku ga suka ." Lanjut Randi .
Randi melepaskan sabuk pengamannya . Lalu bergerak kearah Kinara . Pergerakan itu dapat dilihat Kinara dan tentunya membuat dia panik setengah mati tangannya berusaha membuka pintu mobil tapi tidak bisa karena pria itu sudah lebih dulu menguncinya .
Melihat tubuh Randi yang semakin condong kearahnya membuat dia beringsut mundur seraya menahan dada Randi dengan tangannya . Tapi sayang Randi justru menarik tangannya sehingga membuat tubuhnya terbawa kearah Randi . Dengan cepat Randi menyatukan bibirnya ke bibir Kinara . Tangan kanannya menahan tengkuk wanita itu agar mempermudah dirinya memperdalam ciumannya .
" hhhmmmmmppptttt "
__ADS_1
Kinara memukul lengan Randi menggunakan tangan Kiri nya karena tangan kanannya di pegangi oleh Randi . Air matanya sudah mengalir deras dipipi Kinara . Bahkan masuk kedalam bibirnya . Randi yang merasa ciumannya ada rasa sedikit berbeda langsung melepaskan nya.
" hikksss ... "
Napas keduanya sama sama tersenggal . Randi menggigit bibir bawahnya lalu mengusap nya dengan ibu jarinya . Randi sedikit kaget melihat Kinara yang menangis karena ulahnya itu . Tapi , lagi lagi dia tak merasa bersalah sama sekali . Tangannya justru mengusap bibir Kinara yang sudah basah akibat perbuatannya . Perlahan ia dekatkan lagi kepalanya untuk kembali mengecap bibir itu .
" bajingan ." Umpat Kinara saat sedikit lagi bibir Randi kembali menyentuh bibirnya .
Mendengar umpatan itu , Randi langsung menjauhkan tubuhnya dari Kinara .
" buka kuncinya hikksss .. gue mau turun " pinta Kinara di sertai isakan.
Randi membuka kunci nya lalu membiarkan Kinara turun . Tapi dia juga ikut turun karena merasa bersalah saat ini .
" Kin maafin kakak . Kakak hilaf ." Ucap Randi mencekal tangan Kinara .
" lepas kak .. hikkss ... gue benci lo kak."
Kinara menepis kasar tangan Randi . Lalu berjalan menyebrangi jalanan tanpa melihat kanan dan kiri karena dia terus menunduk dalam isakannya . Randi panik saat melihat sebuah mobil melaju dengan cepat mengarah ke Kinara .
" KINARA AWAAAAASSSS ! "
BRAKKK !!!
Bunyi suara dentuman yang begitu keras berhasil menarik perhatian warga sekitar menghampiri asal dari suara itu . Warga berbondong bondong menghampiri sebagian berusaha menghubungi ambulance agar korban segera mendapat pertolongan . Warga sangat panik karena melihat darah yang terus mengalir dari salah satu korban . Selang beberapa menit , ambulance datang dan langsung membawa korban ke rumah sakit agar di beri pertolongan dengan cepat .
Terdengar suara isakan dari dua ruangan yang berbeda setelah keluarga korban berdatangannya .
__ADS_1
----