
Setelah Tania mengganti pakaiannya, Kenzie mengerti kenapa dia berkata seperti itu tadi.
Di payudara Tania, pinggul dan pahanya terdapat banyak tanda kemerah, dan tanda-tanda itu sangat jelas dan terlihat baru.
Pelayan tersenyum, “Nona Tania, semalam anda melewati malam yang indah bersama kekasih anda, bukan?”
Tania dengan cepat memakai jubahnya, dengan wajah memerah, “Aku sudah mau mati dibuatnya, setiap hari kami melakukannya berkali-kali. Kamu sering bertanya kenapa aku begitu kurus, bagaimana tidak kurus, berat badanku baru naik sedikit tapi sudah dibuat turun lagi olehnya.”
Kenzie sedang mengganti pakaiannya di ruang ganti, tapi dia mendengar semuanya dengan jelas.
Wajahnya mulai pucat, dan jubahnya juga tidak selesai-selesai di pasangnya.
Nindi terkejut, biasanya Tania begitu lemat lembut tapi sepertinya hari ini dia begitu berani, berani menunjukan kehidupan pribadinya sendiri, sangat aneh.
Setelah Kenzie selesai mandi,ia mendengar ponselnya berdering.
Ia melihat layar ponselnya, ternyata yang menelepon adalah Reyhan.
Menatap ponselnya, Kenzie membalikkan tubuhnya dari Tania.
“Kenzie, kenapa tidak mengangkat teleponnya?” Nindi bertanya sambil menikmati SPA nya.
“Eh…itu…salah sambung…” Kenzie menjawabn Nindi sambil mematikan telepon itu.
Perasaannya seperti pencuri yang tertangkap basah.
“Kamu tidak mengangkatnya, bagaimana kamu bisa tau kalau itu salah sambung?” Tania menjawabnya sambil tersenyum.
Kenzie merasa tidak enak, dan apakah Tania sudah tau? Atau ini hanya perasangkanya saja?
Kenzie kembali ke ranjangnya dan berbaring, tiba-tiba ponselnya kembali berdering.
Kenzie dengan gugup kembali mengambil ponselnya, dan ternyata Reyhan menelpon lagi, dan dia pun langusng menutup teleponya dan mematikan ponselnya.
Akhirnya dunia pun menjadi tenang.
__ADS_1
Kenzie kembali ke ranjangnya, dan mendengar Tania dan Nindi sedang membicarakan pernikahan.
“Reyhan mengatakan kita akan menikah diakhir tahun ini, aku belum memikirkannya matang-matang. Akhir tahun cuacanya sangat dingin, tidak mungkin bisa mengadakan ucapara pernikahan outdoor. Nindi, kamu beruntung, saat kamu menikah, keadaan cuaca akan sangat bagus dan nyaman.” kata Tania sambil melirik Kenzie.
Nindi terkejut, “Reyhan sudah melamarmu?”
Telinga Kenzie terasa panas saat mendengarkan percakapan mereka, dan dengan canggung menghela napas panjang.
“Sudah, tapi tidak begitu resmi, cuma menanyakan waktu pernikahan saja. Kalau ia melamarku dengan sembarangan, aku juga tidak akan mau menerimanya!” kata Tania menceritakan cintanya.
Pelayan pun ikut menjawabnya, “Nona Tania sangat beruntung, Presdir Reyhan begitu disukai banyak wanita, ia adalah laki-laki yang diidamkan banyak wanita! Waktu dia mengantarmu kesini dulu, aku melihatnya dari jauh, ia sangat tampan! Setelah melihatnya, aku merasa kekasihku sendiri seperti tidak memiliki apa-apa!”
Reyhan pernah mengantar Tania SPA…
Reyhan begitu perhatian pada Tania
Kenzie bangun dan berkata kepada pelayan yang sedang tertawa itu, “Aku merasa sedikit kepanasan, aku ingin mandi.”
Suaranya sedikit serak.
Saat Kenzie selesai mandi, Nindi sedang memakai bajunya, dan dengan berat hati berkata, “Kenzie, aku pergi dulu, mama Ethan memasakkan sup untukku, dan kakanya mengantar sup itu ke rumah, jadi aku harus segera pulang untuk mengambilnya.”
Mertuanya sangat perhatian, Kenzie juga ikut senang, dan segera menganggukkan kepalanya, “Ya sudah, cepat pulang, hati-hati dijalan ya.”
Setelah Nindi pergi, dua pelayan disana juga keluar untuk mengambil sesuatu yang dibutuhkan untuk spa, dan didalam ruangan itu hanya tersisa Kenzie dan Tania.
Suasana disana menjadi tegang, Kenzie pun mulai mencari alasan untuk pergi, tapi Tania tiba-tiba menoleh ke arahnya dan berkata, “Kenzie, aku ingin menelepon sebentar, tapi ponselku tidak ada baterai, boleh pinjam ponsel sebentar, tidak?”
Tania ingin minjam ponselnya? Kenzie sedikit tegang, bagaimana kalau Tania melihat panggilan tidak terjawab dari Reyhan?
Tapi, dia tidak mungkin sembarangan mengecek ponsel orang kan?
“Ok. Aku ambil dulu.” Kenzie menggangguk, berjalan ke lemari dan mengambil ponsel nya untuk Tania.
Tania memegang ponsel nya dan berkata, “Aku menelepon disana ya, aku tidak enak menganggu kamu SPA.”
__ADS_1
Setelah itu, dia langsung pergi sambil membawa ponsel nya Kenzie.
Kenzie khawtair, tapi tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia hanya berharap Tania cepat kembali dan tidak mengutak-atik ponselnya
Tania pergi ke teras, ia menutup pintu dengan rapat, membuka ponsel dan melihat apakah ada pesan tidak terbaca di ponsel Kenzie.
“Kenzie! Kenapa tidak mengangkat teleponku!”
“Kenzie, kamu dimana? Kenapa tidak mengangkat teleponku?”
“Hei, kamu berani-bearninya mematikan ponselmu!”
“Kamu memakan omonganmu sendiri, jangan salahkan aku kalau aku ingkar janji!”
“Kalau sudah membaca pesanku, cepat telepon aku kembali! kalau tidak, kamu liat saja nanti!”
Tania melihat Daftar panggilan masuknya, dan matanya terpaku pada nama Reyhan.
Tulisan hitam itu, seperti pisau tajam yang menusuk Tania, hatinya tertusuk hingga hancur!
Amarahnya muncul saat melihat layar ponsel itu. Mengapa Reyhan begitu antusias padanya?
Tapi terhadap Tania, Reyhan biasa-biasa saja.
Reyhan tidak pernah seperti ini padanya, mengirimkan pesan, menelepon berulang-ulang kali…
Tania menggigit bibitnya sampai berdarah.
Tangannya yang gemetaran, menekan beberapa angka di layar ponsel itu.
“Hallo, kita bertemu di restoran Cafey. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan.”
“Ok, mau aku membawa orangku?”
“Sementara jangan dulu.”
__ADS_1
Setelah menutup telpon, Tania kembali ke ruangan pijat dengan hati yang terluka, tapi wajahnya harus tetap tersenyum, dia pun membuka pintu dan masuk kedalam ruangan.