CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 215 Noda Terbesar


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kenzie berlari keluar dari mobil Gunadi lalu masuk ke apartemennya. Ia langsung melepaskan celananya yang kotor, meminum dua obat penahan sakit dan mandi air panas, setelah itu, ia baru merasa lebih baik.


Baru naik ke ranjang mau tidur, ponselnya tiba-tiba berbunyi.


Hello! Im an artic!


Di layarnya tertera nama Reyhan. Kenzie menatap layar ponselnya, ragu sebentar, lalu mengangkat teleponnya.


Tapi tidak ada suara apapun yang terdengar dari telepon itu.


“Halo?” ucap Kenzie, Reyhan masih tidak bersuara.


Kenapa? Apa ia salah menelepon orang? Kenzie baru saja hendak mematikan teleponnya, tiba-tiba di terdengar suara nafas yang berat.


Hello! Im an artic!


Dia menempelkan ponselnya di telinga lebih erat, memang, dia tidak salah dengar, itu suara nafas Reyhan, sepertinya dia sedang tertekan.


Benar-benar gila, dia sekarang harusnya sedang menghabiskan waktu dengan Tania kan? Untuk apa meneleponnya? Apa ia ingin memamerkan kemersaannya dengan Tania?


Kenzie marah dan teriak, “Reyhan, kedepannya jangan ganggu aku lagi!”


Selesai bicara, tidak peduli apa respon Reyhan, Kenzie langsung memutuskan teleponnya, meletakkan ponselnya di meja, lalu tidur.


Dasar pria sampah, cinta sampah! Di hadapan uang, semuanya tak berarti!


Kenzie bangun di siang hari. 8 menit menuju jam 12 siang.


Ia bermalas-malasan sebelum akhirnya memutuskan untuk mandi, Kenzie menyalakan komputernya, dan mencoba untuk mengirimkan CVnya ke beberapa perusahaan.


Jika dia tidak mencari kerja, bahkan ia tidak akan bisa makan.

__ADS_1


Di informasi perekrutan, ada perusahaan bernama HSK yang sangat menarik perhatiannya. Ini adalah perusahaan top 3 di bidangnya, hanya sedikit di bawah Cavern Co..


Kenzie pun menyempurnakan CVnya, saat dia hendak menekan tombol kirim, tiba-tiba dia mengingat Gunadi pernah bahas perusahaan HSK, dia kenal dengan bos perusahaan ini.


Setelah berpikir sejenak, dia pun menelepon Gunadi, kalau Gunadi bisa merekomendasikan dirinya, hasilnya pasti bisa lebih meyakinkan!


“Halo!” suara Gunadi sedikit serak, sepertinya perasaan hatinya sedang tidak baik.


Kenzie pun menahan omongan yang ingin disampaikan, lalu bertanya dengan penuh perhatian, “Pak Gunadi, apa aku mengganggu waktumu? Apa kamu sedang sibuk?”


Gunadi tertawa, “Tidak menganggu. Aku tidak sibuk, sekarang aku sudah dipecat. Jadi dalam waktu dekat, aku tidak akan sibuk.”


Apa? Pak Gunadi dipecat dari Cavern Co.?


Kenzie kaget sampai mulutnya menganga, “Ini…kenapa Cavern Co. bisa memecat kamu?”


Performa Pak Gunadi sangat bagus, dia juga tangan kanan yang paling dibanggakan oleh wakil direktur Direktur Wibawa. Setiap tahun di daftar karyawan terbaik pasti ada namanya. Kenapa bisa ia dipecat?


Gunadi bicara sambil membereskan barangnya di meja, “Direktur Wibawa menjelaskan bahwa ada atasan yang memberikan tekanan agar Cavern Co. memecatku, kalau tidak, perusahaan akan mengalami kerugian besar.”


Gunadi menggelengkan kepalanya, “Harusnya tiak ada. Akhir-akhir ini perusahaan sangat tenang, aku tidak mungkin menyinggung orang lain.” dia menghela nafasnya sebentar, “kecuali, orang yang aku singgung, bukan orang di Cavern Co..”


Orang yang disinggung bukan dari Cavern Co., tapi bisa memaksa direktur Cavern Co. Untuk memecat seorang karyawannya yang luar biasa .


Siapa orang ini?


Jantung Kenzie melompat tak karuan, tiba-tiba pandangan Reyhan yang tajam terlintas di kepalanya.


Dia pun bergetar. Jangan-jangan orang itu adalah Reyhan?


Kemarin Gunadi dan Kenzie membuatnya marah, jadi dia menekan direktur Cavern Co. Untuk memecat Gunadi?


Kemarahannya pun perlahan-lahan muncul dari dalam hati Kenzie. Reyhan ini! Dia tidak menghargai keberadaan Kenzie, tapi orang lain juga tidak boleh dekat dengan Kenzie.

__ADS_1


Dia tidak bisa memberikan Kenzie cinta dan perhatian, tapi orang lain juga tidak boleh memberikan Kenzie cinta dan perhatian!


Di dunia ini apakah ada orang lain yang lebih egois darinya?!


Kenzie pun dengan marah menelepon Reyhan.


Tak menunggu lama, teleponnya di angkat oleh Reyhan. Reyhan sepertinya sedang rapat, suasana disana sangat berisik, juga ada suara pria lain yang sedang berbicara.


“Reyhan! apakah Gunadi dipecat karena dirimu?” Kenzie menanyakan hal ini tanpa basa-basi.


Reyhan keluar dari ruang rapat, “Benar, ia dipecat karenaku. Kenapa? Kamu ingin membantu dia?”


Kenzie pun marah sampai-sampai ia tak bisa mengontrol bicaranya, “Kamu benar-benar menjijikan! Selain menindas orang lain, apa lagi yang bisa kamu lakukan? Kamu pikir, karena kamu kaya, aku boleh seenaknya menindas orang lain? Hanya karena kamu kaya, kamu merasa kamu sangat hebat? Bukankah kamu hanya bisa memanfaatkan si keturunan pejabat itu?”


Kenzie semakin marah, “Aku membencimu! Setiap kali mengingat bahwa aku pernah mencintaimu, aku merasa sangat membenci diriku sendiri! Kesalahan terbesarku adalah pernah bersama denganmu!”


“Kenzie! Kamu cari mati!” Reyhan dengan marahnya mengucapkan kalimat itu.


Kenzie sedang marah besar, dari telepon tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras seperti ledakan.


Lalu, teleponnya pun terputus.


Dasar! Pasti marah sampai-sampai membanting ponselnya! Kenzie memikirkan ini dan sangat ingin tersenyum pada diri sendiri, tapi wajahnya sangat kaku, ia tidak bisa tersenyum sama sekali.


Di dalam ruang rapat, para petinggi dari Group Realtech itu mendengar suara keras dari luar itu.


Semua orang saling memandang satu sama lain. Reyhan yang sedang dalam perasaan berantakan itu masuk ke dalam. Wajahnya membiru, matanya seperti menyemburkan api, tampangnya pun ganas, seperti utusan dari neraka.


Reyhan mencoba mengontrol dirinya untuk tenang. Walaupun dia itu tegas dan sombong, tapi ia bisa mengontrol emosinya dengan sangat baik, para petinggi Group Realtech tidak pernah melihatnyz seperti ini, mereka pun sangat terkejut.


“Bubar!” Reyhan dengan wajahnya yang gelap itu memerintahkan para petinggi, tubuhnya yang besar itu tiba-tiba miring, dia pun hampir terjatuh.


“Presdir Reyhan, anda kenapa?” para petinggi semuanya kaget dan dengan cepat menopangnya.

__ADS_1


Reyhan menyeritkan alisnya, wajahnya datar, dia pun mengayunkan tangannya, “Hanya sakit perut, duduk sebentar juga akan baikan, semuanya keluar!”


__ADS_2