
Hello! Im an artic!
Reyhan memutuskan teleponnya duluan? Ini sudah kedua kalinya.
Kenzie memelototi ponselnya dengan marah. Pria kurang ajar itu, apa ia pikir Kenzie masih mengingat alamat emailnya?
Hello! Im an artic!
Sudah lima tahun! Osama bin laden saja sudah meninggal , dunia saja sudah berubah banyak, dia pikir dia siapa sampai Kenzie harus mengingat alamat e-mailnya?
Meskipun Kenzie mungkin ingat…
Kenzie sangat marah hingga ia melemparkan ponselnya ke tempat sampah dan duduk di sofa sebentar sebelum dia berdiri dan pergi ke lemari es untuk mengambil minuman.
Dia benar-benar tidak mengerti lagi.
Hello! Im an artic!
Baru saja Kayden menggunakan kata-kata kasar dan memarahinya atas sesuatu yang tidak ia lakukan, ia tidak terlalu marah, tapi mengapa Reyhan yang cuma menutup telepon tanpa mengatakan sepatah kata pun bisa membuatnya kesal seperti ini?
Karena pria ini terlalu menyebalkan!Ia angkuh, sombong, kasar dan mesum!
Kenzie dipenuhi dengan rasa kesal yang disebabkan oleh Reyhan, ia mengambil beberapa anak panah dan membayangkan pintu di hadapannya tersebut adalah Reyhan dan dia melemparkan anak panah itu beberapa kali, dan perasaannya sedikit membaik
__ADS_1
Ponsel yang berada di tong sampah kembali berdering.
Kenzie dengan santai menikmati teh botolan yang tadi ia ambil dari lemari es, kakinya dengan nyaman bertengger di meja kopi di depan sofa,menghadap ke cahaya di jendela sambil menatap kakinya yang putih dan lembut.
Reyhan pasti kesal dia tidak menjawab telepon. Sekarang, dia pasti marah besar!
Kenzie menari-nari senang, ia bangkit dan bersiap untuk membuang botol minuman ke tempat sampah.
Ketika ia melihat foto background di layar ponselnya yang mengkilap, tiba-tba Kenzie panik, dan dia hanya merasa bersalah karena kesombongannya. Bagaimana bisa ia lupa bahwa Ken masih menunggu foto itu!
Kenzie dengan cepat mengambil ponsel dengan dari tempat sampah dan mengangkat, “Halo??”
“Mana fotonya? Aku tidak melihat pesan masuk di emailku. Apakah kamu sudah mengirimnya?” Suara Reyhan terdengar tenang tanpa emosi.
Reyhan terdiam sesaat sebelum berkata, “Alamat e-mailku adalah hofour2@xx.com.”
Kenzie tersenyum sendiri mendengar alamat emailnya. Dunia berputar setiap hari, tapi ada beberapa orang yang tidak pernah mengubah alamat e-mailnya. Benar-benar ketinggalan jaman…
Ketika Reyhan selesai mengucapkan alamat e-mailnya. Akhirnya Reyhan tidak bisa menahan diri dan berbicara dengan tenang, “Kamu bahkan tidak dapat mengingat alamat e-mailku. Kamu benar-benar bodoh. Bagaimana bisa di dunia ini ada orang yang tertarik pada wanita sebodoh dirimu? Aku benar-benar tidak mengerti…”
Uh? Kenapa topiknya perbincangan mereka bisa berubah ke arah ini?
Saat Kenzie hendak bertanya, tapi tiba-tiba sekali lagi! Teleponnya! Di! Putus!
__ADS_1
Ini ketiga kalinya! Ini ketiga kalinya Reyhan menutup teleponnya! Ini sudah keterlaluan!
Kemarahannya kembali muncul, jika saat ini Kenzie mengenakan topi, mungkin topi yang ia kenakan akan terbakar api kemarahannya!
Rasa marahnya sudah naik sampai ke kepala, dan Kenzie tiba-tiba tersadar!
Bukan hanya menutup teleponnya, tapi juga Reyhan menghina kepandaiannya! Wanita bodoh? Tidak ada yang tertarik padanya? Dan masih banyak lagi! Ada yang salah disini!
Apa yang membuat Reyhan pantas untuk memanggilnya seperti itu?
“Kekasihmu adalah orang kaya yang bahkan bisa menghancurkanku dalam sekejap!” tiba-tiba perkataan Kayden muncul di pikiran Kenzie.
Kenzie tiba-tiba tersadar! Dia akhirnya mengerti, mengerti siapa yang ada di balik semua ini! Siapa yang dengan sengaja menggunakan wewenangnya dan membuat Kayden kehilangan pekerjaannya!
Itu pasti Reyhan! Tidak mungkina ada orang lain selain dia!
Pasti ketika Ken tidak sengaja menceritakan bahwa di stasiun kereta ada seorang pemuda tampan yang menggodanya, dan Reyhan pasti menemukan pemuda ini dengan segala upaya dan kekuatannya dan membuatnya dipecat.
Ini membuat kemarahan Kenzie menjadi berkali-kali lipat.
Kenzie pun menelepon Reyhan, tapi Reyhan tidak mengangkat teleponnya.
Setelah menelepon sebanyak tiga kali, akhirnya teleponnya diangkat!
__ADS_1