
Hello! Im an artic!
Setelah bangun dari tidur siang, Kenzie menemani Ken ke taman untuk jalan-jalan, disaat ia memegang tangannya dan bersiap untuk kembali, ia melihat mobil Reyhan dari kejauhan.
Dan saat itu juga, Reyhan menekan klakson dari dalam mobil dan mengulurkan tangannya dari jendela untuk melambai pada ibu dan anak itu.
Hello! Im an artic!
Ken segera menoleh dan melihat ke arah suara klakson mobil, “ibu , ayah sudah pulang!”
Kenzie menundukkan kepalanya dan menciumnya, “sayang, kamu benar! Ayah sudah pulang.”
Dia mengenggam tangan Ken dan berdiri di bawah pohon, menunggu Reyhan.
Reyhan memarkir mobilnya, saat melihat pemandangan seperti itu, dirinya sangat bahagia , di bawah matahari terbenam, seorang wanita yang tersenyum lembut menggendong anak yang patuh dan manis sedang berdiri di bawah pohon menunggunya.
Hello! Im an artic!
Angin musim panas yang hangat perlahan-lahan berhembus, membawa aroma bunga dan tanaman, udaranya segar, membuat orang yang merasakannya, merasa sangat bahagia.
__ADS_1
Hidung Reyhan tiba-tiba terasa tersumbat.
Ternyata, di saat kebahagiaan mencapai titik puncaknya, seseorang akan mengeluarkan tangis untuk menunjukkan betapa bahagia hatinya.
“Sayang, ayah sedang berjalan kemari. Apakah kamu mau pergi untuk menyambutnya?” Kenzie bertanya dengan suara lembut pada Ken.
“Mau!” Ken melepaskan genggaman tangan Kenzie, ia menggunakan instingnya untuk berlari kedepan, sambil berlari sambil berteriak, “Ayah! Ayah ! Ken disini! Kamu dimana?”
Reyhan melangkah cepat, menggendong Ken untuk duduk diatas pundaknya, “Ken, ayah sudah pulang!”
Reyhan memegang lengan Ken dengan satu tangan, tangan satunya lagi memegang pinggang Kenzie, “Apa kamu sudah lapar?”
Reyhan menghentikan langkah kakinya, “Kenzie, kakek ingin bertemu denganmu. Bagaimana jika malam ini kita pergi ke rumahnya dan menemaninyamakan malam?”
Kenzie tidak keberatan, ia menganggukkan kepala, “Baiklah! Mengapa kakek tidak tinggal bersamamu? Apakah ada anggota keluarga lain yang tinggal di rumah itu?”
Awalnya mereka hanya ngobrol biasa, tapi tiba-tiba tangan Reyhan tiba-tiba bergetar.
Kenzie memandangnya dengan aneh dan mendapati wajahnya pucat. Dia bertanya dengan khawatir, “Apa yang terjadi padamu? Apa kamu tidak enak badan?”
__ADS_1
Reyhan mengencangkan genggaman lengannya dan memeluk Kenzie dengan erat, “Tidak ada apa-apa. Ayo pergi!”
Reyhan memanggil Nayra, dan keempatnya pergi menuju kegarasi mobil keluarga Reyhan.
Untungnya karena ada Ken suasana di mobil menjadi tidak begitu canggung. Nayra dan Ken mengobrol dan tertawa, membuatnya melupakan rasa canggung antara dirinya dan Kenzie.
Ketika Kenzie sudah melupakan pertanyaan yang tidak dijawab Reyhan sebelumnya, Reyhan tiba-tiba mengatakan, “Masih ada anggota keluarga lain di rumah itu, tapi … kamu belum tentu berjumpa dengannya.”
“Ha?” Kenzie menoleh untuk menatap mata Reyhan dan menemukan bahwa Reyhan sedang menatap jalan di depan, tapi matanya tidak fokus, seperti ada yang sedang mengganggu pikirannya.
Kenzie sangat penasaran. Apakah Reyhan memiliki saudara lelaki atau perempuan yang ia sembunyikan? Mengapa ia terlihat sangat aneh?
Kenzie mulai memikirkan hal yang tidak-tidak.
Keluarga Reyhan benar-benar misterius. Dia sudah akan menjadi menantu perempuan dari keluarga Reyhan, dan dia bahkan belum pernah melihat calon mertuanya.
Bab selanjutnya Bab 243 Hantu Wanita Dalam Film Horor
Setelah menyetir selama satu jam, akhirnya mobil itu berhenti.
__ADS_1