CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 161 Menderita Tetapi Tidak Berani Bersuara


__ADS_3

Berkencan sekali setiap minggu? Pria ini benar benar tidak tahu diri!


Kenzie mengerutkan alisnya, ia hendak menolak, tapi melihat wajah kecil Ken, ia hanya bisa berkata, “Lihat saja nanti.”


Sesampainya di taman hiburan, Ken masih tertidur pulas, Reyhan melepaskan sabuk pengaman, membalikan badan dan menepuk wajah kecil Ken, “Bangun anakku!”


Kenzie segera menyingkirkan tangan Reyhan, menatapnya dan berkata, “Apa yang kamu lakukan?! Biarkan dia tidur sebentar lagi.”


Reyhan merasa tidak bersalah sambil menunjuk keluar jendela, “Kita sudah sampai.”


Kenzie benar-benar tidak mengerti lagi cara untuk berkomunikasi dengan mahkluk seperti ini. Pantas saja ada yang mengatakan, “lebih baik bersama ibu yang miskin daripada bersama dengan ayah yang seorang pejabat.”


Laki-laki, bagaimanapun tetap punya sifat tidak perhatian.


Anak kecil yang tertidur begitu pulas, jika dibangunkan pasti merasa kesal, hal seperti ini saja tidak dimengeri oleh Reyhan.


“Memang kenapa kalau membiarkannya tidur sebentar lagi? Bukankah alasan mengajak Ken keluar adalah untuk membuatnya dia senang? Sekarang ia ingin tidur, biarkan dia tidur pulas agar dia senang, kenapa kamu tidak bisa membiarkannya saja? Memangnya kenapa kalau masuk ke taman hiburan lebih siang? Jangan bilang kamu khawatir akan rugi karena mengorbankan sedikit waktu ini? Tuan besar Reyhan?”


Kenzie berbicara Panjang lebar sampai Reyhan tidak berdaya, melihat Kenzie melindungi Ken seperti induk ayam yang melindungi ayam kecil, Reyhan tersenyum dan menatap lembut Kenzie, membalikkan tubuhnya dan mengecup Kenzie, “Perempuan kecil ini, sudah berani meledekku sekarang!”


Kenzie tidak dapat menghindari kecupan Reyhan, berkata lembut dengan muka memerah, “Bisa-bisanya berprilaku tidak senonoh di depan anakmu sendiri, benar-benar kekanak-kanakan!”

__ADS_1


Kenzie menggendong Ken dipelukannya, ia terlihat menawan, pesona seorang wanita dewasa dan sifat keibuan, dua hal menakjubkan ini terpancar sangat jelas dari dirinya.


Reyhan merasa bahwa Kenzie sangat menakjubkan, membuatnya tergila-gila dan jatuh hati, hatinya terasa penuh, dunianya terasa sangat amat indah.


Untungnya tidak berapa lama kemudian, Ken bangun. Ia mengusap-usap matanya, menyadari dirinya sedang berada di dalam gendongan Kenzie, Ken langsung tersenyum lebar, dengan suara anak-anak yang lembut, ia memanggil, “Tante Kenzie!”


“Ken sudah bangun? Manisnya!” dengan sangat lembut Kenzie mendudukan Ken, sembari menggerakan tangannya yang sedari tadi sudah pegal.


Reyhan melihatnya dan berkata, “Pegal? Tadi aku sudah bilang, tidak perlu menggendongnya, kamu malah tidak mendengarkan nasihatku.”


Kenzie tertawa “Aku suka menggendongnya!”


Ken yang sedang duduk, melihat pintu masuk taman hiburan, ia dengan sangat gembira menunjuk dan berteriak, “Tante Kenzie! Kita sudah sampai di taman hiburan.”


Reyhan melihat mereka berdua dan dengan bersedih hati, ia menyadari bahwa Ken sedikitpun sudah tidak menyadari keberadaannya.


Sejak terbangun dari tidurnya, tidak sedikitpun melihat kearah ayahnya ini!


Dengan sedih berkata ia, “Ken, kamu bahkan belum memanggil ayah!”


Ken dengan asal bahkan tidak menengok untuk menatap ayahnya, memanggil “Ayah!”

__ADS_1


Dengan gembiranya menunjuk wahana di taman hiburan sambil tertawa dan berbicara dengan Kenzie.


Reyhan merasa sedih, tatapannya penuh dengan kecemburuan, menatap Kenzie, “Kenzie, kamu sangat pintar mengambil hati ya!”


Kenzie mengangkat alisnya “Bukankah kamu juga?”


Orang yang mengantri masuk taman hiburan sangat banyak, semuanya adalah para orangtua yang membawa anak-anaknya untuk bermain. Setiap orang tersenyum bahagia, membuat orang lain yang melihatnya merasa nyaman. Matahari pagi yang cerah diawal musim panas menyinari taman hiburan, pohon dengan dedaunan yang hijau dan wangi kue yang manis menyebar diudara.


Ken menggandeng Kenzie dengan satu tangan dan tangan lainnya menggandeng Reyhan, ia melompat dan tersenyum, gembira seperti burung yang baru lepas dari sangkar.


Setelah bermain beberapa wahana, Ken ingin menaiki roller coaster, ia menggandeng tangan Kenzie sambil tidak hentinya bermanja, “Tante Kenzie, temani aku naik itu ya?”


Kenzie dengan takut melihat roller coaster yang melaju naik turun dengan cepat, walaupun roller coaster untuk anak kecil tidak semengerikan roller coaster orang dewasa, tapi Kenzie masih merasa takut, dia sangat takut dengan permainan yang melaju naik turun dengan kecepatan tinggi.


Reyhan merasakan ketakutan Kenzie, menarik tangan Ken, “Ayah saja yang menemani kamu. Tante Kenzie sedang tidak enak badan, biarkan dia istirahat.”


Ken bersikeras menolak, ia menarik tangan Kenzie dan mulai menangis, “Tidak mau, aku ingin Tante Kenzie juga ikut menemani.”


Akhirnya Ken sudah berani bermanja seperti anak pada umumnya. Dalam hati Kenzie bahagia, baru akan menuruti Ken, Reyhan memukul kepala Ken lembut namun dengan nada tegas berkata, “Kenapa menangis? Anak laki-laki tak boleh menangis!”


Ken terdiam sejenak karena pukulan Reyhan. Dengan mata yang besar menatap Reyhan.

__ADS_1


Dua detik kemudian, Ken dengan air matanya yang masih mengalir, tidak berani memaksa Kenzie lagi. Namun malah bersembunyi di belakang tubuh Kenzie.


Sedih namun tidak berani mengeluarkan suara.


__ADS_2