CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
41.


__ADS_3

Mel membuka matanya dan menyadari jika dirinya tertidur semalaman setelah terkena minyak di tangannya.


Rey sendiri terus menemani nya bahkan dia menggenggam tangan Mel agar tidak menyentuh atau bahkan menggaruk lukanya.


Wajah tampan juga damai Rey membuat Mel selalu terpesona, setiap pagi kini dia selalu memandang nya.


Dia pun menatap jam,


Akan beranjak namun Rey malah menahannya.


Mel mencoba melepaskan nya dengan hati hati untuk tidak membangunkan suaminya.


Cup,,


kecupan singkat Akhirnya Mel berikan di pipi Rey yang kembali terlelap.


Dia beranjak bangun dan membasuh wajahnya juga menggosok Gigi.


Mel berencana untuk menyiapkan Sarapan suaminya,,


" Selamat Pagi Pak Rotman " Sapa Mel berjalan turun.


" Pagi Nyonya"


Mel mendekat,,


" Maaf Nyonya Anda mau kemana ?"


" Dapur, "


" Sebaiknya Anda menunggu di sini, biar saya yang akan menyiapkan semuanya "


" Gapapa Pak, Lagian saya mau siapin Sarapan untuk suami saya."


" Tolong Nyonya,, Tuan akan sangat marah jika tau anda kembali ke dapur apalagi setelah kejadian semalam."


Mel terdiam,,


Rey memang Keterlaluan menyalahkan Pak Rotman,,


Mel kembali masuk ke dalam kamarnya,,


" Bee " Ucap Rey yang ternyata sudah terbangun.


Mel tidak menjawab dan hanya duduk tanpa menatap Rey, dia kesal di saat semangat belajar memasak namun malah suaminya melarang.


Rey menautkan kedua alisnya bingung, masih pagi dan kenapa istrinya sudah cemberut.


Dia pun berjalan menghampiri.


" Hei ada apa Hem "


Rey menatap Mel yang masih saja memajukan Bibirnya,,


" Bee,, " Ulang Rey karena Mel yang tidak merespon.


Mel menghela napasnya dan menatap Rey,,


" Kenapa sih Mas gak ijinin aku masak."


" Luka di tangan kamu saja belum sembuh Bee"


" Tapi ini hanya luka kecil, Dan kemarin karena cipratan minyak."


" Karena itu Bee, Mas gak mau jika kamu kembali terluka."


" Terus bagaimana aku bisa masak, kalau Mas melarang."


Rey menghela napasnya dan menangkup wajah Mel yang masih cemberut.


" Mas tidak peduli kamu bisa memasak atau tidak, Yang terpenting Buat Mas kamu selalu ada di samping Mas menemani Mas dan Tugas Mas hanya membahagiakan kamu Bee"


Mel menatap Rey,,

__ADS_1


tidak adil rasanya, Rey selalu membahagiakan nya dan memberikan apapun yang dia minta namun dirinya, hanya memasak saja tidak bisa terus apa gunanya dia menjadi seorang istri.


" Bee " Ucap Rey saat Melihat Mel menangis.


" Maaf,, Mas sudah berkata keras."


Mel menggeleng dan malah berhambur memeluknya,,


Rey kaget namun dia tetap membalas pelukan istrinya.


" Ini tidak adil Mas, Hanya memasak saja aku tidak bisa, Terus apa gunanya aku jadi istri."


" Sst,, kamu berlian dalam hidup Mas jangan pernah berpikir jika kamu tidak berguna."


Rey mengusap lembut rambut panjang Mel dan mengecup nya dalam.


Rey tidak butuh untuk Mel bisa memasak untuknya, dia hanya terus berpikir bagaimana dia bisa membahagiakan Mel dan terus membuatnya tersenyum.


" Sekarang kita bersiap,, Kamu ada Kuliah juga kan."


" Eum "


Rey mengusap wajah Mel dan membenarkan rambutnya,,


" Aku mandi dulu "


Rey mengangguk dan menatap Mel yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Dia pun menyambar ponselnya yang berdering.


" Selamat Pagi Tuan, Maaf Saya mengganggu " Ucap Andre di seberang.


" Ada Apa ?"


" Saya hanya mengingatkan jika Anda ada Janji dengan salah satu Investor hari ini jam 9 pagi."


Rey menatap jam di ponselnya,,


" Baik Tuan. "


Rey meletakan ponselnya,,


dia baru teringat jika ada janji dengan Kliennya, sudah beberapa Kali dia Cancel dan tidak mungkin jika hari ini dia kembali membatalkan nya.


_____


Rey juga Mel sudah berada di Meja makan, ,,


" Mas tidak bisa mengantar kamu hari ini, Gapapa kan ?"


Mel mengangguk dengan mulut yang masih mengunyah.


" Iya gapapa ,, Aku bisa berangkat bareng Abas."


Rey mengangguk dan beranjak.


" Mas Rey tunggu "


Mel berjalan mendekat dan membenarkan dasi,, Sedikit kesulitan karena dia harus berjinjit.


" Sudah "


Rey tersenyum.


" Makasih Bee "


" Mas hati hati,, sibuk lah hari ini "


" Kamu juga, jangan telat makan "


" Iya "


Setelah mencium kening Mel, Rey berjalan keluar.

__ADS_1


Hari ini memang cukup sibuk bagi Rey, beberapa janji bertemu dengan Klien yang tidak bisa dia tinggalkan.


Mel menyambar tasnya dan berjalan keluar.


" Selamat Pagi Nyonya " Sapa Abas membuka pintu Mobil.


" Pagi "


Abas berjalan memutar dan melajukan mobilnya.


Setelah hubungan kedua Bosnya semakin dekat, baru hari ini Abas kembali mengantar Mel kuliah karena Rey lah yang selalu mengantarnya.


Beberapa menit Mel sampai di Kampusnya,, Dia berjalan masuk namun seseorang memanggilnya.


" Imelda "


Mel menoleh terlihat Bilqis lah yang memanggilnya.


Bilqis sengaja menunggu Mel di kampus nya, karena dia tidak mungkin bisa menemui Mel di luar.


Rey memerintahkan Abas untuk menjaga Mel di saat dirinya tidak berada di sana.


" Bilqis,, Untuk apa Anda di kampus Ini "


Bilqis tersenyum dan berjalan menghampiri,,


" Saya sengaja menunggu kamu, Ada yang ingin Saya bicarakan. Kita bisa bicara sebentar.?"


" Kita Ke kantin saja "


Mel berjalan menuju Kantin, Kelasnya baru akan di mulai satu jam lagi.


" Apa yang ingin Anda katakan "


Bilqis tersenyum,,


Inilah saatnya dia membuat Mel menjauhi Rey, dia sudah menyusun rencana untuk membuat Mel membenci Rey.


" Saya lihat kamu sangat mencintai Reyhan,, "


Mel menggeleng,,


bagaimana mungkin Bilqis menanyakan hal seperti itu, sudah pasti sepasang suami istri sudah menikah tidak saling mencintai.


" Tapi apa kamu Yakin Reyhan mencintai kamu?"


" Saya percaya dengan Mas Rey,, Langsung saja apa yang ingin Anda katakan."


Bilqis memberikan ponselnya yang berisi sebuah foto dimana Dirinya bersama Reyhan saling memeluk dengan senyuman di wajah keduanya.


" Ini,-


" Dulu kita sangat dekat bahkan sudah menjalin sebuah hubungan, Saya Cinta Pertama Saya begitu pun Reyhan Cinta pertama Saya, Kami sering mengucap janji untuk menikah nantinya dan memiliki banyak anak, namun Reyhan harus kuliah di Luar Negeri, Tadinya kita masih terus menjalin hubungan jarak jauh, setiap hari setiap jam Rey selalu Vidio Call dan menanyakan kabar Saya, Sama Halnya dengan kamu Imelda, Rey memang tipe laki laki yang sangat posesif terhadap pasangan nya.


hampir setiap Laki laki tidak berani mendekati saya karena sikap Reyhan.


Dulu, karena Saya lelah dengan sikapnya akhirnya Saya memutuskan hubungan dengan Rey walau Rey sendiri tidak mau dan terus mengejar.


Hingga Akhirnya Saya merasa lelah dan menghilang, namun sekarang Kami di pertemukan kembali di sebuah Bisnis.


Saya sadar jika Ternyata Cinta itu masih melekat hingga sekarang, Rasa bersalah terus saya Rasakan,,


Imelda,, Kamu tau bukan apa yang dinamakan Cinta Pertama, Walau mereka sudah menikah namun Rasa Cinta itu masih tetap melekat di hatinya."


Bilqis terus bercerita,,


Mel hanya terdiam, Sesak rasanya mendengar cerita Bilqis apalagi terlihat bagaimana dulu mereka dekat.


" Bukan hanya itu,, kamu lihat foto foto ini "


Lagi lagi Bilqis kembali memperlihatkan foto foto dirinya bersama laki laki yang sangat mirip dengan Reyhan.


Mel menatap nya,, Napasnya terasa berat, seluruh tubuhnya seakan membeku mendengar semua kenyataan tentang suaminya.

__ADS_1


__ADS_2