CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 199 Dalam Hati Terasa Kosong


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tania melanjutkan isakannya, “Kenzie, kamu tahu bagamana penderitaanku, bukan? Mungkin kamu tidak pernah merasakan, bagaimana sakitnya kehilangan seorang anak, tetapi sebagai sesama perempuan, kamu pasti sangat mengerti bukan, betapa bahayanya aborsi untuk tubuh seorang wanita?”


Tangan Kenzie bergetar.


Hello! Im an artic!


Dia tentu saja mengetahui bagaimana sakitnya kehilangan seorang anak, dia mengetahuinya dengan sangat jelas.


Rasa sakitnya seperti masuk kedalam neraka, kehilangan cahaya, terkurung dalam kegelapan. Kenzie sangat mengerti.


“Tania…” Kenzie dengan ringan memanggil nama Tania, hendak menghiburnya.


“Kenzie, Reyhan sekarang bahkan tidak mau mengangkat teleponku. Aku mohon padamu, biarkan aku bertemu dengan Reyhan, aku tidak ingin putus dengannya, biarkan aku mencobanya sekali lagi! Aku harus mencobanya sekali lagi!


Hello! Im an artic!


“Tania, tidak ada gunanya, Reyhan dia… Sudah tidak akan kembali lagi.” Kenzie berbicara dengan susah payah, berkata dengan hati-hati dan mempertimbangkan perasaan Tania, takut bahwa dia menyakiti perasaan Tania.

__ADS_1


Tania menampilkan ekspresi marah di wajahnya, perempuan jahat! Ia pasti sengaja melarang Reyhan untuk bertemu dengannya!


Nada bicaranya berubah menjadi lebih menyedihkan, “Kenzie, jika aku memohon kepada Reyhan, dan dia masih tetap ingin meminta putus, maka aku akan mundur! Tetapi nyatanya, sekarang ahubungan kami tidak jelas, aku tidak bisa menahan perasaan ini!”


Nada bicara yang penuh rasa Kekecewaan dan tidak menerima, membuat hati Kenzie merasakan sakit. Kenzie mengeluarkan beberapa kata-kata, “aku akan membantumu untuk berbicara dengan Reyhan, aku akan mencoba membuatmu bertemu dengannya!”


Kenzie yakin, meskipun Reyhan pergi menemui Tania, Reyhan tidak akan semudah itu meninggalkan Kenzie dan kembali lagi bersama dengan Tania.


Dan dengan ini , dia juga bisa melihat, seberapa dalam cinta Reyhan terhadap dirinya!


Tapi ia berbeda jauh dengan Tania. Tania bisa memberikan masa depan cerah kepada grup Realtech. Sedangkan dia, dia tidak bisa memberikan apapun kepada Reyhan.


Apakah mungkin Reyhan akan melepaskan dirinya dan kembali pada Tania?


“Mengapa semalam ini masih belum tidur?” Reyahan keluar dari ruang rapat dan berjalan menuju jendel,a melihat langit di malam hari, mecoba membuat suaranya sendiri terdengar lebih ceria.


“Reyhan, barusan saja Tania meneleponku.” Kenzie berbicara dengan cepat, “dia ingin bertemu denganmu.”


Reyhan memutar kepalanya, melihat kearah ruang rapat, para bawahannya sedang menunggunya, alis matanya berkedut, “apa?”

__ADS_1


Kenzie mengatakannya sekali lagi, “kamu, maukah kamu bertemu dengannya sekali lagi? Dia benar-benar kasihan.”


Demi pria ini, Tania melakukan aborsi tiga kali, begitu pria ini mengatakan ingin berpisah, ia langsung ditinggalkan begitu saja. Kenzie merasa sangat kasihan padanya.


Pria ini, apakah dia merupakan binatang yang berhati dingin?


Reyhan tidak berani mempercayai apa yang didengarnya, lalu mengerutkan alisnya, “Kenzie, ini sudah sangat malam, kamu meneleponku, hanya untuk memintaku bertemu dengan Tania?”


Dia disini sibuk sampai kepalanya terasa akan meledak, jika dia tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini besok, maka ratusan juta investasi akan hilang begitu saja, dan Kenzie tiba-tiba menelepon, hanya untuk memintanya bertemu dengan Tania?


Wanita ini, apakah dia tidak mempunyai hati sama sekali? Apakah dia tidak merasa cemburu? Apakah dia sekarang sedang mengujinya? Apa dia tidak mempercayai Reyhan, makanya ia mengambil kesempatan ini untuk menguji Reyhan?


Menahan amarah yang sudah akan meledak, tanpa menunggu hingga Kenzie menjawab, Reyhan menghembuskan berat nafasnya, “Baiklah. Kenzie, aku akan menuruti permintaanmu.”


Setelah selesai berbicara, dia langsung mematikan teleponnya.


Mendengar suara telepon di putus, setengah jiwa Kenzie terasa hilang.


Apakah Reyhan marah?

__ADS_1


Kenzie binggung, tidak dia harus merasa kecewa atau bahagia.


Dia hanya berharap bahwa prianya itu lebih peduli kepada orang lain, dan tidak terlalu dingin, tetapi setelah Reyhan benar-benar setuju untuk bertemu dengan Tania, hatinya malah merasa hampa.


__ADS_2