
Hello! Im an artic!
Rena tidak akan mengira jika kakek Reyhan begitu cepat menyetujuinya, takut kakek Reyhan mengubah pikirannya, dengan segera Rena mengeluarkan kelima jarinya, dan tersenyum canggung kearah kakek Reyhan, “kakek Reyhan, coba anda lihat, apakah angka ini cocok dengan anda?”
“500 juta yuan, tidak masalah, tetapi mulai hari ini, anda dan cucu saya tidak memiliki hubungan apapun lagi! Mengerti?” kakek Reyhan menatap tajam Rena , “jika kamu masih tidak juga menghilang, jangankan uang, nyawamu saja tidak bisa terjamin!”
Hello! Im an artic!
500 juta? Rena merasa sangat terkejut! Awalnya dia hanya ingin meminta 50 juta, tetapi tidak disangka kakek Reyhan malah menawarkan uang 10 kali lipat lebih banyak!
Dengan cepat Rena menganggukan kepalanya, “Pasti! Anda tenang saja, aku akan menghilang. Cucu tercintamu, mulai hari ini tidak mempunyai hubungan apapun denganku!”
“Kakek, siapa orang ini?” dari belakangnya, terdengar suara Reyhan, dia sedang menggandeng tangan Ken dan berjalan menuju kearah kakeknya, Rena mendengar suaranya, tanpa keraguan ia menatap Reyhan.
Kakek Reyhan menatap Reyhan sekilas, lalu menatap Ken, hatinya merasa sangat marah, bagaimana bisa Ken yang lucu seperti ini, memiliki ibu yang seperti Rena.
Hello! Im an artic!
Takut Rena akan bicara dengan Ken, kakek Reyhan dengan cepat menyuruh kepala pelayan untuk membawa Ken masuk, lalu berbalik menghadap Reyhan, wajahnya meredup, “apa perlu aku menjelaskan padamu siapa wanita ini?”
Membahas soal hal ini, Kakek Reyhan merasa sangat marah, Reyhan ini baik dalam segala hal, hanya soal pernikahan saja yang selalu menjadi masalah. Pada awalnya, perempuan yang berada disisinya terus berganti, hingga akhirnya ia menetapkan hati dan menjalin hubungan serius dengan Tania, tetapi hasilnya, mereka bahkan masih belum juga menikah walau sudah menjalin kasih selama 3 tahun!
Untungnya masih ada Ken yang lucu ini, jika tidak, dia rasa ia akan benar-benar marah pada Reyhan.
Mendengar perkataan kakeknya, Reyhan terdiam sejenak, dengan serius kembali melihat Rena, tetapi dia sama sekali tidak bisa mengenalinya, sama sekali tidak memiliki memori tentangnya!
Rena yang menjumpai sosok tinggi dan gagah Reyhan, hatinya kembali merasa tergerak, Kenzie gadis kecil itu, sepertinya sudah mati sejak lama di Chicago. Rena memutuskan untuk melanjutkan sandiwaranya dengan menggunakan anak Kenzie dan mendekati Reyhan,bisa saja ia nantinya akan berhasil menjadi nyonya keluarga Reyhan.
Dengan berpura-pura lemah, dan menyedihkan, ia perlahan berjalan kearah Reyhan, “presiden Reyhan, apakah kamu sudah tidak mengingatku? Aku, aku adala….ibu kandung dari anakmu!”
__ADS_1
Ibu kandung dari Ken? Reyhan seperti tersambar petir, pada saat itu, kakek Reyhan menerima Ken begitu saja, dia bahkan sama sekali tidak berpikir untuk melakukan tes DNA, Reyhan berpikir bahwa waktu itu ia tak sengaja menanam benih pada seorang wanita, dan akhirnya wanita itu datang membawa Ken.
Tapi walau ia menatap Rena lama, ia tetap tidak memiliki memori apapun tentang wanita ini.
Rena yang melihat bahwa Reyhan sama sekali tidak bisa mengingatnya, dengan cepat menjelaskan, “Presiden Reyhan, malam itu…waktu itu, aku bahwa membawa kemejamu dan pergi mencarimu…apakah kamu sudah bisa mengingatnya?”
Kemeja…akhirnya Reyhan sudah bisa mengingatnya, alis matanya yang tebal mengerut, ia menatap Rena dari atas kebawah, semakin lama ia semakin merasa bahwa ini semua tidak mungkin.
Ia sama sekali tidak mirip dengan Ken, kelima indra ataupun bagian tubuh lainnya, tidak ada yang mirip dengan Ken, dan lagi melihat pakaiannya yang begitu terbuka, ia terlihat seperti bukan wanita baik-baik. Mau bagaimana pun,Reyhan tidak akan percaya jika wanita tersebut merupakan ibu kandung Ken!
Merasa diberikan tatapan tajam oleh Reyhan, Rena merasa sedikit takut, “presiden Reyhan, apakah kamu tidak percaya bahwa aku yang melahirkan anakmu? Bukankah pada saat itu kakekmu sudah melakukan pemeriksaan DNA? Ken benar-benar adalah anak kandungmu!”
Reyhan mengerutkan alisnya, baru ingin membuka suara, tiba-tiba Ken menarik tangannya dengan penuh kebahagiaan, “ayah! Cepat lihat, Tante Kenzie membelikanku pistol perang bintang!”
Ketika Rena mendengar kata-kata itu, tiba-tiba wajahnya berubah menjadi pucat pasi.
Jika Kenzie membeberkan semuanya, tamatlah riwayat Rena!
Memanfaatkan kesempatan saat kakek Reyhan dan Reyhan sedang melihat kearah Kenzie, Rena mengendap-endap, berusaha pergi, sekujur tubuhnya penuh dengan keringat, tanpa di sangka, Reyhan ternyata memergokinya dan dingin berkata, “pembicaraan kita masih belum selesai, silahkan tunggu disini terlebih dahulu!”
Kenzie juga melihat Rena , dengan tanpa keraguan melebarkan matanya dan memanggil, “kakak!”
Rena tidak sempat bersembunyi, ia hanya bisa memberikan senyuman canggung kepadanya, “Kenzie, tidak disangka kita bisa bertemu disini!”
Mendengar panggilan “kakak”, Reyhan terdiam tidak percaya. Wanita ini, ternyata adalah kakak Kenzie?
Anak Kenzie meninggal, dan dengan kebetulan kakak Kenzie muncul ke hadapan kakeknya dengan menggendong seorang anak, Kenzie juga sangat dekat dengan anak itu..Reyhan merasa otaknya penuh dengan pemikiran-pemikiran tidak jelas, pemikiran tersebut dipotong oleh suara Ken, “Tante Kenzie, apakah tante ini adalah kakakmu? Apakah aku juga harus memanggilnya tante besar dan memanggilmu tante kecil?”
Rena memberikan senyumannya, ia hanya bisa mengandalkan muka tebalnya dan terus berakting, berpura-pura sangat ramah dan memegang wajah Ken, “haha! Sayangku, kamu sangatlah lucu!”
__ADS_1
Kakek Reyhan dan Reyhan merasa ada yang tidak beres.
Pada saat Reyhan menggandeng Ken, Rena juga sudah melihatnya, tetapi dia tidak memberikan reaksi apapun terhadap Ken, tapi sekarang kenapa ia tiba-tiba berpura-pura akrab dengan anak itu, bisa dikatakan, dia tadi sama sekali tidak bisa mengenali Ken!
Seorang ibu, bagaimana bisa tidak mengenali anaknya sendiri?
Kakek Reyhan saling bertukar pandangan dengan Reyhan, pada saat ingin berbicara, Ken mengambil pistol dan memulai berkata, “kakek, ayah, kalian lihat, dengan menekan tombol ini, pistol ini akan mengeluarkan sinar…”
Setelah selesai berbicara, tangan kecilnya dengan bersemangat menekan tombol tersebut.
“Ah!” tiba-tiba terdengar jeritan melengking, Ken dengan cepat membuang pistolnya, tangannya menutupi matanya, dan tubuh kecil itu mulai bergetar!
“Ken!” semua orang merasa terkejut dan memanggil namanya.
Mengapa, pistol yang seharusnya mengeluarkan tembakan dari depan malah tiba-tiba menembakkan cahaya dari belakang pistol? Dan dengan tepat mengenai mata Ken? Dan lagi cahayanya terlihat sangat menyilaukan mata? Bahkan bisa membuat mata orang dewasa mengeluarkan air mata!
Kenzie dengan cepat pergi kearah Ken, air matanya sudah mengalir begitu deras, tenggorokannya sudah terasa sangat kering, “Ken, kamu kenapa? Anak baik, kamu kenapa? Jangan menakuti Tante Kenzie!”
Baru saja ia mengambil pistol tersebut keluar dari kotaknya, sudah muncul masalah seperti ini! Dan lagi itu merupakan pistol yang diberikan Kenzie kepada Ken! Bagaimana bisa rusak!
“Tante Kenzie, mataku sangat sakit, aku tidak bisa melihat!” Ken menangis dengan kencang, dengan sisa kekuatannya, iamasuk kedalam pelukan Kenzie, tangannya mengenggam erat gaun Kenzie, terlihat begitu tidak memiliki tenaga. Kenzie merasa hatinya hancur berkeping-keping, menangis memeluk sambil Ken.
Dan untungnya Reyhan masih bersikap tenang, dengan cepat menelepon mobil ambulans.
Suara teriakan Ken memuat terkejut para tamu undangan, mereka berdatangan mengelilingi Ken.
Tania yang sedang bersama dengan Nindi dan Ethan bergegas berjalan menghampiri. Melihat Ken yang memgangi kedua matanya, merasa kesakitan di dalam pelukan Kenzie, sudut bawah bibir Tania mengeluarkan senyuman dingin.
Sepertinya rencananya berhasil, tamatlah sudah riwayat Kenzie! Ken merupakan anak kesayangan Reyhan. Jika menyakiti Ken, akibat yang harus ditanggung akan lebih parah dibandingkan menyakiti Reyhan sendiri!
__ADS_1