CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 229 Begitu Kebetulan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Acara pertunangan tidak serumit acara pernikahan, acara pertunangan ini mengambil tema gabungan budaya China dan budaya barat, pembawa acara terlebih dulu bercanda dengan kedua pasangan yang akan bertunangan, dilanjutkan dengan acara bertukar cincin, kemudian ada kata sambutan dari orang tua Tania, setelah ini acara formalnya pun selesai.


Nindi duduk di atas kursi, “Kenzie, aku berani taruhan 10 juta yuan, pasti Reyhan menrencanakan sesuatu di pesta pertunangan ini, kamu lihat saja, orang tua di pihak wanitanya datang, tapi dari pihak pria, tidak ada satupun anggota keluarga yang datang! Hanya ada Reyhan seorang.”


Hello! Im an artic!


Kenzie menggelengkan kepala, “keluarga Reyhan memang aneh, kakeknya mungkin tidak datang karena sudah berumur, Ken juga belum sembuh. Tapi orang tua Reyhan masih ada, mengapa tidak satupun dari mereka yang datang?”


“Apa? Orang tua Reyhan masih hidup?” Nindi kaget, api gosip pun mulai terbakar, “Dari dulu aku tidak pernah mendengar bahwa orangtua Reyhan masih hidup. Ethan pun tidak tahu tentang hal ini!”


Kenzie menyesal, tidak seharusnya ia membicarakan hak ini dibelakang Reyhan. Reyhan jelas-jelas tidak mau orang lain mengetahui keadaan keluarganya. Kenzie pun langsung mengganti topik, “Aku juga hanya sekali mendengarnya mengatakan hal ini. Mungkin aku salah. Nindi, menurutmu Reyhan tidak akan membohongiku, dan tidak memberitahuku tentang keberadaan anakku kan?


“Seharusnya tidak. Ethan juga pernah mengatakan, Reyhan tidak pernah berbohong, apa yang ia katakan, pasti akan ia tepati . Jadi, ia tidak mungkin ingkar janji. Wah! Kenzie, saat anakku lahir nanti, ia akan langsung punya kakak! Nanti kita bisa jalan-jalan bersama sambil membawa anak-anak kita! Pasti akan sangat menyenangkan!” Nindi mulai membayangkan kehidupan bahagianya nanti.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Membicarakan tentang anak, suasana hati Kenzie pun membaik, “Nindi, setelah acara nanti, aku akan langsung bicara dengan Reyhan!”


Nindi pun menyemangati Kenzie. Mereka berdua saling tersenyum.


Acara formal selesai, pesta pun dimulai, para pelayan bersiap di meja bar di sudut-sudut ruangan.


Musik di ruangan diganti dengan suara piano yang lembut, semua tamu pun bersenang-senang sambil mengobrol.


Baru jalan sampai ke sebelah meja bar, dia mendengar suara yang tidak asing, “Pelayan, dimana letak kamar 3027 ?”


Kenzie pun melirik, ternyata Raphael yang menanyakan hal ini, nafasnya pun berhenti sebentar.


30 menit yang lalu, saat dia merapikan dandannya di toilet, kebetulan dia mendengar Lyra menanyakan pertanyaan yang sama kepada pelayan.

__ADS_1


3027, Lyra dan Raphael, keduanya hendak pergi ke kamar 3027. Ini sangat kebetulan!


Kenzie pura-pura merapikan gaunnya, mendengar percakapan mereka berdua.


Melihat bayangan Raphael pergi menjauh, hati Kenzie tergerak, ia menghindari keramaian, lalu mengikuti Raphael.


Desain hotel ini sedikit rumit, koridornya seperti labirin, Kenzie juga tidak berani mengikutinya terlalu dekat, beberapa kali, ia hampir saja tertinggal.


Lantai 3 sangat sunyi, sangat berbeda dengan lantai 1. Kesunyiannya ini membuat jantung orang berdebar-debar.


Saat itu, di ujung koridor, Raphael perlahan-lahan membuka pintu. Kenzie menahan nafasnya, diam-diam berjalan mengikuti Raphael, ia sangat gugup!


Pintu kamar itu ternyata tidak tertutup rapat!


Kenzie mendekati pintu itu dengan jantung berdebar.

__ADS_1


Saat Kenzie hendak mengintip, tiba-tiba ada yang menepuknya dari belakang, lalu membekap mulutnya dan menariknya mundur! Dia pun berada di pelukan seorang pria!


__ADS_2