
Hello! Im an artic!
“Halo?” Reyhan mengangkat teleponnya.
Saat Kenzie mendengar suaranya, dia langsung mengeluarkan kekesalannya, “REYHAN, APA KAMU SUDAH GILA?! PAKAH KAMU YANG MEMBUAT PEGAWAI KERETA BAWAH TANAH,BERNAMA KAYDEN DIPECAT DAN KEHILANGAN PEKERJAAN??!”
Hello! Im an artic!
“Iya, itu aku. ” Reyhan mengakuinya tanpa sedikitpun rasa bersalah.
Kenzie hampir gila, “REYHAN, KALAU KAMU PUNYA MASALAH KEJIAWAAN SILAKAN MINUM OBAT! APAKAH DIA MENGHINAMU? BISA-BISANYA MEMBUAT ORANG DIPECAT? KAMU BENAR-BENAR TIDAK MASUK AKAL!”
“Bukankah dia suka menggoda wanita? Kalau ia dipecat, itu akan lebih baik untuknya, ada banyak wanita di jalanan, ia pilih saja sesukanya!” Reyhan berkata dengan tenang
Kenzie bisa membayangkan ekspresi wajah Reyhan, wajahnya yang sangat arogan dan penuh dengan kebencian.
Hello! Im an artic!
Kenzie langsung bersikap difensif dan membalas, “Ini tidak mungkin…Reyhan, apa kamu melakukan ini karena ia menggodaku?”
Reyhan terdiam selama beberapa detik dan akhirnya berkata, “Kenzie, jangan terlalu percaya diri. Aku juga menanam saham di perusahaan kereta bawah tanah kota C. Aku tidak mau membuang uangku untuk mempekerjakan pegawai yang mempunyai sifat buruk. Itu tidak ada hubungannya dengan dirimu, Ok?”
Dan setelah mendengar hal itu Kenzie memegang ponselnya dengan tangan bergetar, dia merasa tidak nyaman, tapi berusaha menguatkan diri dan berkata, “Baiklah, meski jika kamu pemegang saham, tapi jika kamu melakukan hal seperti ini, kamu akan membuatku salah sangka! Tolong, kedepannya Jangan ikut campur dengan apapun yang ada dikehidupan aku! Apapun! Siapapun!”
Reyhan terdiam.
Kenzie menunggu selama beberapa detik, dan akhirnya mengatakan hal yang tajam, “Presdir Reyhan, Anda masih belum lupa bukan? Beberapa hari yang lalu, anda mengatakannya sendiri, kita berpisah, menjalani kehidupan masing-masing, tidak memiliki hubungan apapun antara satu sama lain. Aku minta, anda mengingat kata-kata itu!”
Selesai berbicara, tanpa menunggu reaksi dari Reyhan, Kenzie menutup telepon dengan cepat dan tegas!
Asik! Akhirnya Kenzie dapat membalikkan keadaan!
Reyhan menutup teleponnya sebanyak tiga kali, dan Kenzie menutup teleponnya sekali.
Reyhan mengatainya, Kenzie juga memarahi dan mencibirnya.
Ini adil, keadaan mereka benar-benar seimbang!
Setelah dua detik merasakan kemenangan, Kenzie teringat bahwa ia masih harus mengirimkan foto Ken ke alamat e-mailnya…
Aduh! Mengapa sulit sekali untuk menyingkirkan Reyhan? Kenzie menepuk dahi.
__ADS_1
Kenzie akhirnya menyalin foto-foto itu dari kamera ke komputer. Ketika Kenzie melihat foto terakhir, Kenzie ragu-ragu. Kenzie tidak yakin apakah ia harus mengirimkan foto itu kepada Reyhan atau tidak.
Itu adalah foto dirinya dengan Ken. Kenzie tidak ingin Reyhan memiliki foto ini, tetapi foto ini lebih bagus dibandingkan dengan foto-foto yang lain!
Dibawah sinar matahari yang cerah, Ken berada didekatnya, tersenyum riang seperti malaikat, wajahnya penuh kebahagiaan dan kepuasan. Ini adalah foto yang paling indah, lucu dan terhangat dari semua foto Ken.
Kenzie tidak tahu mengapa, saat melihat foto Ken ini, ia selalu merasa bangga. Meskipun Ken bukan putranya, Kenzie ingin menunjukkannya kepada dunia lihat, betapa tampannya anak itu!
Setelah berpikir untuk waktu yang lama, akhirnya Kenzie memutuskan untuk mengirimkan foto itu kepada Reyhan.
Setelah foto dikirim, Kenzie segera melihat isi e-mailnya dan melihat tidak ada balasan dari Reyhan. Kenzie melihat ponselnya, tapi tetap tidak ada pesan teks masuk.
Tidak sopan! Tidak berpendidikan! Kenzie berpikiran seperti itu. Kenzie enggan bertanya kepada Reyhan apakah dirinya sudah menerima e-mail tersebut atau belum.
Kenzie berbaring di tempat tidur, ia merasa lelah, dan hampir saja ia terlelap.
Seperti kata orang, jangan terlalu mengharapkan orang lain! Sekarang, apa yang harus ia lakukan?
Setengah harinya di habiskan untuk memikirkan Ken dan Reyhan, ditambah tidak cukup tidur selama beberapa hari, membuat Kenzie pun lelah dan akhirnya tertidur.
Ditengah malam, Kenzie tiba-tiba mendengar dering telepon disamping tempat tidur, ia mengambil ponselnya tanpa menyalakan lampu.
Suara Reyhan terdengar, “Ini Reyhan. Foto itu sudah diterima, terima kasih telah mengambil begitu banyak foto Ken, foto-foto itu indah.”
Oh, akhirnya Reyhan ingin mengucapkan terima kasih. Kenzie awalnya ingin menertawakan Reyhan. Tapi Kenzie terlalu mengantuk.Dia hanya berkata, “Sama-sama, sudah seharusnya aku melakukannya.”
Setelah itu, Kenzie melepas ponselnya dan kembali tertidur.
Diujung telepon yang lain, terdengar suara Reyhan, “Apa-apaan itu “Sama-sama, sudah seharusnya aku melakukannya?” Mengapa aku merasa ucapanmu ini terdengar sangat kekanak-kanakkan dan konyol? Terdengar seperti kamu baru saja membantu nenek yang ingin menyebrang jalan.”
Setelah Reyhan selesai berbicara, dia menunggu sebentar, menunggu balasan dari Kenzie, pasti Kenzie akan membalasnya.
Hasilnya setelah satu detik, dua detik, tiga detik, dan tidak ada jawaban.
Apa-apaan ini?!
Reyhan meletakkan telepon lebih dekat lagi.
Suara nafas yang jelas terdengar dari telepon, ini menjelaskan bahwa Kenzie sudah tertidur.
Wanita bodoh…Reyhan tersenyum bodoh, dan menggelengkan kepalanya, Kenzie tidur selelap babi, Ken saja kalah darinya!
__ADS_1
Keesokkan harinya Kenzie bangun lebih awal untuk wawancara. Setelah bangun, Kenzie mengecek ponsel untuk memeriksa ramalan cuaca hari itu.
Mata Kenzie tercengang begitu mata Kenzie melihat layar!
Telepon Kenzie masih terhubung dengan orang lain! Dan orang itu adalah Reyhan.
Apa maksudnya ini? Kenapa ini bisa terjadi?!
Apakah ialupa menutup telepon tadi malam? Tapi walau Kenzie lupa, Reyhan seharusnya tidak lupa!
Kenapa Reyhan tidak menutup telepon? Meletakkan ponsel dengan telepon yang tersambung di atas bantal bisa menyebabkan kanker otak.
Apakah Reyhan bodoh ini tidak tahu?
Karena teleponnya belum ditutup, Kenzie meraih telepon dan berteriak, “Halo!”
Saat Kenzie masih sekolah, banyak teman-teman Kenzie memanggilnya singa, karena suaranya yang seperti singa.
Reyhan yang sedang tidur nyenyak dengan ponselnya yang ia letakkan di samping bantal. Raungan Kenzie membangunkan Reyhan sepenuhnya dari tidur nyenyaknya.
“Kenapa kamu berteriak sekencang itu pagi-pagi begini? Kenapa kamu begitu bersemangat?” Reyhan mengerutkan kening dan menjauhkan ponselnya.
“Reyhan! Apa yang terjadi? Kenapa teleponnya tersambung dari semalam?” Kenzie bersumpah dia akan mencari tahu apa yang terjadi.
Wajah Reyhan yang memerah, tetapi untungnya Kenzie tidak dapat melihatnya, “Bagaimana aku bisa tahu? Aku harus bangun, aku tutup dulu.”
Reyhan tergesa-gesa menutup teleponnya, Reyhan takut bahwa Kenzie akan tahu tentang apa yang terjadi semalam.
Reyhan duduk di tepi tempat tidurnya sebentar, dan merasa jengkel ketika melihat rambut yang berantakan.
Sepertinya Reyhan kerasukan, dengan naif-nya, ia meletakkan ponselnya di telinganya semalaman, mendengarkan nafas Kenzie hingga tertidur!
Mendengar nafas Kenzie membuatnya merasa seolah-olah Kenzie sedang tertidur sampingnya, berada dipelukkannya. Perasaan itu adalah perasaan yang bahagia tapi juga memilukan.
Reyhan menggelengkan kepala dan merasa dirinya pasti sudah gila!
Ia sudah susah payah putus dan berpura-pura tidak peduli pada Kenzie, dan sekarang urusannya dengan Tania belum selesai, bagaimana Reyhan bisa bertindak sembarangan?
Tania berada di balik kejadian aneh yang menimpa Kenzie belakangan ini, mulai pria yang di luar pintu kamar hotel Kenzie, sampai orang yang meracuni Kenzie, ini semua adalah suruhan Tania
TatapanReyhan menjadi dingin. Selama ini, bagi Reyhan, Tania adalah orang yang baik, lembut dan penuh perhatian, ia tidak pernah menyangka, di belakang itu semua, Tania adalah wnaita yang jahat dan licik.
__ADS_1