
Wajah yang tertutup wig murahan, bedak yang tebal bercampuran dengan air kuah, membuat wajahnya berantakan tidak karuan lagi, ditambah lagi blush on yang dibentuk bulat di pipinya, dengan bulu mata yang panjangnya tidak normal, Kenzie kelihatan kotor dan mengerikan. Beraninya wanita ini keluar rumah dengan rupa seperti ini? Dan mengapa juga pelayan menginjinkan orang jelek ini masuk ke restoran? Sangat menjijikan.
Reyhan terkejut juga melihat wajahnya yang tidak karuan itu. Pada ekpresi wajahnya terlihat jelas dia merasa jijik dan muak.
Ekspresi wajah Ethan juga terlihat sama! Di pikirannya, wajah gadis berwig kuning ini menakutkan seperti monster!
Melihat respon mereka berdua. Kenzie yakin kali ini, ia sudah aman. Tidak ada yang mengenalinya, hore! Bisa keluar dengan aman.
“Berhenti!” suara Reyhan dengan nada memerintah.
Berbalik? Jangan berbalik? Berdiri? Lari? Beberapa pilihan berputar di otaknya!
Akhirnya, dia memilih untuk menurut.
Kenzie berbalik, menunduk, dia menghampiri Reyhan
“Presiden Reyhan, kamu ini seorang bos besar, tampan, kaya raya, buat apa kamu berseteru dengan seorang wanita yang tidak berarti ini? Aku mohon, biarkanlah aku pergi.” Kenzie berulang-ulang berdoa didalam hati.
Reyhan membuang muka, menghindar untuk melihat wajahnya dan dandananya. Dia terpaksa mendekati Kenzie, karena Kenzie masih berhutang sesuatu pada nya.
Tangannya menyentuh lehernya!
Kenzie kaget, sentuhan yang tak asing lagi baginya, dirinya terasa seperti disetrum!
“sret!” terasa sakit di lehernya, kalung di lehernya di tarik paksa oleh Reyhan!
Kenzie tidak berani mengangkat kepala nya, apalagi berbicara.Hanya bisa terus menunduk Ini hadiah dari ayah, dan barang paling berharga yang dia punya, tidak boleh di rampas dengan cara begitu!
Ethan tidak tega juga melihat wanita bisu ini di perlakukan seperti begitu. Kalung ini bisa jadi barang paling berharga baginya.
Ethan menepuk bahu Reyhan, “Reyhan, sudah lah, koleksi perhiasan kamu yang lebih berharga saja, tidak kamu kenakan. Untuk apa kamu mengambil kalung yang jelek ini?Kembalikan saja kalung ini padanya!”
Reyhan mengangkat alisnya dan menjawab dengan sinis,”Ia tidak pantas mengenakan kalung ini.”
Kenzie menunduk kaku di tempat. Dia tidak pantas pakai kalung ini? Iya, dia miskin, rendah, maka itu dia tidak boleh memiliki kalung? Sehingga kalung satu-satunya yang dia pakai juga harus dirampas dari lehernya?
__ADS_1
Dia juga dilahirkan sebagai anak kesayangan orang tuanya, dulu dia juga di manja, mengapa sekarang dia harus direndahkan dan diinjak-injak orang lain? siapa yang memberi mereka hak untuk menghina dan menghancurkan harga diri orang?
Kenzie mengepal dua tangannya, menahan emosi dan airmatanya. Berdiri tegak, tidak lagi memohon. Kalau kamu menginginkan kalung itu, ambil saja! Hari ini aku tidak bisa melindungi diriku sendiri, tapi pada suatu hari nanti, aku akan membuktikan kepadamu, aku juga mampu! Reyhan, tunggu tanggal mainnya!
Reyhan membuka dompetnya, dikeluarkannya setumpuk uang kertas. Uang setebal itu, bisa membeli ratusan kalung seperti itu.
“Ambil.Untuk mengganti kalungmu.” Nadanya dingin dan angkuh, seolah-olah memberi sedekah.
Kenzie teringat pertama kali dia bertemu Reyhan di malam yang hujan lebat itu. Mobilnya menabrak Kenzie hingga jatug. Reyhan menurunkan kaca mobil dan melemparkan setumpuk uang kertas.
Kejadian itu kembali terulang sekali lagi hari ini.
Sifatnya yang begitu angkuh, dan caranya menghina orang, semua sama, tidak ada bedanya.
“Pak!” Kenzie mengangkat tangan dan menjatuhkan uang itu sehingga berceceran di lantai.
Kenzie mengigit bibirnya untuk menahan agar airmatanya tidak keluar. Dia berbalik dengan tenang, lalu mengangkat kepalanya pelan-pelan hingga tegak lurus.
Airmata karena emosi tidak terbendung lagi. Di saat dia berbalik dan melangkah maju, airmatanya bercucuran tak tertahankan lagi.
“Wanita aneh!” Ethan bicara sendiri. Kalau wanita lain, walaupun kalungnya di ambil, tapi di ganti dengan uang sebanyak itu, pasti melompat kegirangan!
Reyhan tidak menghiraukan uangnya yang berjatuhan. Menatap ke pelayan dengan tenang, “uang itu untukmu.”
Pelayan tidak percaya ia akan mendapat rejeki seperti ini, dengan nada ragu-ragu, ia bertanya “Tuan, tadi tuan bilang, ini semua untuk ku?”
“Hm.” Jawab Reyhan yang masih tetap bersikap angkuh.
Uang itu baginya hanya seperti setumpuk kertas.
Pandangan matanya masih terpaku wanita jelek tadi, yang sekarang berada di ujung jalan. Angin kencang meniup rambut palsu yang tertutup di wajahnya, dia merapikan rambut yang berantakan dengan tangan, gerakan itu begitu anggun dan penuh pesona, tidak terlihat kampungan sama sekali!
taksi berhenti, dia menunduk dan naik taksi, merapikan rok nya. Gerak gerik, poster tubuhnya dan bentuk garis wajahnya. Semuanya kelihatan begitu tidak asing bagi Reyhan!
Kenzie! Kenzie!
__ADS_1
Nafas Reyhan terhenti sejenak! Ia mendorong kursi dan berlari keluar!
“Reyhan! Ada apa?!” Ethan dibuat kebingungan dengan sikap Reyhan yang mendadak berubah.
Ia buru-buru meninggalkan uang untuk membayar makanan, dan ikut berlari keluar mengejar Reyhan.
Waktu Reyhan mengejar keluar, taksi sudah melaju menjauh! Reyhan berusaha mengejar taksi itu.
Saat ia mengejar taksi itu, di sepanjang jalan dia manabrak orang-orang, tapi tidak dia hiraukan, apa lagi minta maaf. Orang-orang yang ditabrak menatap dia dengan marah sambil menggerutu, itu semua tidak penting bagi Reyhan, yang dia pikirkan hanyalah sebentar lagi taksi hilang di belokan.
Bahkan ia menerobos lampu penyeberangan yang menyala merah.
Untuk menghidari kecelakaan. Kendaraan-kendaraan di jalan itu, rem mendadak, sepanjang jalan menjadi kacau balau dan lalu lintas menjadi berantakan!
Polisi lalu lintas menghalang Reyhan.”Ada apa? mengapa menerobos lampu merah! Tidak takut mati?” Reyhan tidak menunggu polisi selesai bicara, polisi itu sudah di pukul sampai jatuh!
Setelah merobohkan polisi, Reyhan lanjut mengejar taksi. Ethan yang mengejar di belakang sudah kehabisan nafas. Stamina Reyhan kuat sekali, pantas saja para wanita begitu mengaguminya!
Tidak lama kemudian, Reyhan dan Ethan dikepung para polisi.
Reyhan menjatuhkan 2 orang polisi lag,i sebelum akhirnya dia di tangkap dan di borgol. Reyhan hanya bisa menyaksikan taksi itu melaju dan menghilang dari pandangannya.
Kenzie kabur di depan matanya! Reyhan sangat kesal sehingga dia ingin membenturkan kepalanya ke tembok.
Sayangnya, di depan mata tidak ada tembok yang dibentur, hanya ada rombongan polisi yang sedang menahan nya, karena itu, dia sudah seperti orang gila, menyerang dan menendang para polisi.
Kenzie yang duduk didalam taksi mendengar berita dari radio. Di beberapa jalan terjadi macat parah karena ada orang tidak waras yang menerobos lampu penyebrangan dan memukul para polisi. Dan orang tersebut sekarang sudah di bawa ke kantor polisi.
Supir taksi mengeluh,”Orang gila harusnya terkurung di rumah sakit jiwa, mengapa bisa sampai lepas di jalan umum, membuat onar dan menyebabkan kemacetan?”
Kenzie menjawab,”Iya! Orang gila dibiarkan berkeliaran di jalan raya, tentu saja bisa membuat onar!”
Diluar kantor polisi, Ethan bertanya,”Reyhan, tadi di restoran, mengapa kamu mendadak lari keluar? Memangnya ada apa?”
Reyhan mengepa.
__ADS_1