CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 105 Jadilah Wanitaku


__ADS_3

Kenzie melihat Reyhan dengan waswas, kemudian ingin menarik selimut menutupi tubuhnya. Reyhan malah menahan selimut, tubuh yang besar itu hendak menghampiri Kenzie.


“Jangan sentuh aku!” Kenzie mendorongnya.


Dia malah memeluknya dengan erat: “Kamu dengarkan aku dulu!”


Kenzie merasakan seolah seluruh tulang di tubuhnya dipeluk erat oleh laki-laki itu, meski merasa tulang rusuknya dipeluk hingga kesakitan, dia tetap diam disana dan tidak bergerak, Reyhan bebas memeluknya. Dalam wajahnya terlihat ekspresi dingin sedingin es: “Reyhan, lepaskan aku!”


“Aku tidak mau!” Reyhan memeluknya semakin erat, seperti anak kecil yang sedang ingin dimanja.


Kenzie merasakan nafas hangat Reyhan menghembus di telinganya, dan Reyhan tidak melakukan apapun, hanya memeluknya, dan berkata pelan di telinganya: “Kenzie, jadilah wanitaku! Aku tahu kamu menyayangi Ken, maka tinggallah di sisi Ken dan anggap dia sebagai anakmu, mau kan?”


Kenzie mendengar kalimat ini, dalam hatinya malah timbul emosi, “Sekarang kamu menggunakan Ken sebagai alasan?”


“Bukan begitu!” Dia berkata dengan suara rendah


“Kalau bukan begitu lalu bagaimana?” Dia bertanya dengan suara berat, suhu suaranya sudah mencapai suhu es.


Akhirnya, Kenzie meronta, mendorongnya dengan sekuat tenaga. “Cepat lepaskan aku, aku benci kamu!”


Reyhan yang didorongnya, dan langung menangkapnya dengan tangan, malah menarik dan merobek sprei di ranjang, dan sprei itu pun terlepas dari ranjang.


Reyhan tiba-tiba berhenti, kemudian dengan sekuat tenaga menarik, akhirnya Kenzie terjatuh ke pelukannya, kemudian dia berbalik dan mendekap Kenzie ke ranjang.


Tatapan matanya mengagetkan Kenzie: “Malu? Bukan pertama kali dipeluk kan?”


Empat mata saling menatap, tiba-tiba wajah Kenzie menjadi merah, dan emosi meledak tiada batas, dia berupaya meronta tetapi sekujur tubuhnya tidak bertenaga, ia hanya mampu pasrah ditimpa Reyhan yang bertubuh besar, sedikitpun tidak dapat bergerak.


Reyhan melihatnya, dan suaranya terdengar berat dan sedikit serak, “Aku tidak sengaja melakukannya, kamu sendiri yang mau meronta. Kenzie, kamu yang memancing dan menggoda aku!”


“Reyhan!” Kenzie marah. “Kamu sungguh tidak tahu malu! Kapan aku menggoda kamu! Aku lebih memilih kamu enyah dari hadapan aku!”


Dia mengerutkan kening, tatapan mata terkunci pada Kenzie. “Sungguh kamu sebenci ini kepadaku? Tetapi bukannya dulu kamu bilang kamu memiliki perasaan terhadapku? Kamu memiliki perasaan terhadapku, walau hanya mengatakannya 1 kali tapi juga bisa dianggap kan?”


“Reyhan!” Mukanya merah dan menghentikan perkataannya.


“Aku masih ingat beberapa malam lalu, kamu sangat tertarik dengan aku!” Reyhan tertawa dengan licik, kata-kata diucapkan begitu saja. “Bukankah begitu?”


Kenzie dengan muka yang tadinya sudah merah, menjadi lebih merah lagi. Dia menjulurkan tangan, menutup mulut Reyhan, dan berkata dengan suara sedikit bergetar, “Kamu…Jangan mengatakan itu lagi!”


“Kenapa jangan?” Reyhan berkata dengan suara rendah, mukanya tersenyum sungguh licik, “Justru aku ingin mengatakannya, aku ingin terus mengatakannya!”


Kenzie merasakan hatinya seperti tertusuk jarum, Reyhan menundukkan kepala, mendorong Kenzie,kemudian ciuman Reyhan bagai air hujan, jatuh dengan sungguh cepat, Reyhan merangkulnya dalam pelukan, menahannya hingga tak bisa meronta lagi.


“Aaa! Tidakk!” Kenzie berteriak, air mata hangat mengalir hingga mengenai bibir Reyhan. Reyhan segera mengangkat kepala dan menatapnya, saat ini baru ia sadar bahwa wajah Kenzie sudah dibanjiri air mata.


Kenzie memalingkan wajahnya, tidak ingin melihat wajah Reyhan yang tampan itu, tetapi setetes demi setetes air mata tetap mengalir keluar dari dalam matanya, dia membenci dirinya, membencinya karena tidak mampu melawan serangan Reyhan, dan pada akhirnya menyerah, tenggelam di dalam penindasan Reyhan.


Kenzie meremehkan dirinya sendiri! Dia menggigit bibir, lalu merengek dengan suara rendah. “Aku bukan wanita murahan, jangan lakukan ini kepadaku!”

__ADS_1


Reyhan melihatnya menangis, dengan cepat membalikkan tubuh, lalu menggenggam tangan kecilnya, tidak bersuara, hanya mencium telapak tangannya dengan lembut. Kenzie kaget, dan langsung menarik kembali tangannya, Reyhan berkata dengan pelan: “Baiklah, aku tidak menyentuhmu lagi! Jangan menangis..


Kenzie malu, tubuhnya bergetar, lalu ia menarik selimut, ingin menutupi tubuhnya.


Reyhan membantunya menarik selimut, menutupi tubuhnya, memeluknya, dan melihat matanya, dalam matanya yang berlinang air mata Reyhan dapat melihat pantulan dirinya dengan jelas.


Reyhan tidak lagi berbicara, hanya menundukkan kepala, dengan lembut mencium telapak tangan Kenzie, setelah tak berapa lama, dia mengangkat kepala dan bertanya: “Kenzie, pikirkan lagi baik-baik, memangnya menjadi wanitaku adalah hal yang tidak baik?”


Kenzie ia menatapnya, dia tahu Reyhan adalah idaman semua perempuan, tapi mungkin, dia adalah satu-satunya wanita yang tidak merasa seperti itu.


Setelah mengalami banyak luka, bagaimana mungkin dia menerima Reyhan? Dia tidak mampu melakukannya.


Kenzie tidak mencintainya, sama sekali tidak pernah mencintainya.


Dia miskin, rendah, tetapi hatinya bukanlah barang dagangan. Bukan sesuatu yang bisa dibeli oleh siapa saja. Hanya ada seorang laki-laki yang bisa memasuki hatinya, dan itu adalah Steven. Selamanya, selamanya tidak akan ada yang namanya Reyhan!


Setiap memikirkan Steven, Kenzie pasti merasakan sakit hati yang mendalam! Awalnya, dia adalah seorang perempuan yang suci, dia bisa dengan bangga berdiri di depan Steven, dia bisa menjadi seorang perempuan yang bahagia. Tapi semua dihancurkan oleh Reyhan!


“Tidak! Aku tidak setuju!”


Mereka berdua saling menatap dengan dalam, tak berapa lama Reyhan menurunkan kepala, berkata di telinga Kenzie: “Meski bisa melihat Ken setiap hari, dapat merasakan kebahagiaan kasih Ibu, kamu tetap tidak mau?”


Nafas panas Reyhan menghembus di telinga Kenzie, membuatnya lagi-lagi merasa bergetar.


“Reyhan! Aku perinngatkan kamu, jangan menggunakan Ken untuk mengancam aku! Dia adalah putra kandung kamu! Bagaimana kamu tega menjadikannya umpan? Kamu sungguh tidak berperasaan!” Memikirkan si kecil, Kenzie merasa sakit di hati.


“Tapi aku bisa melihat bahwa kamu sangat menyayangi Ken! Rasa sayang yang timbul dari dalam hati! Putri kamu sudah meninggalkan kamu, kamu tinggal menganggap Ken sebagai anakmu, bukankah itu bagus?” Reyhan berkata dengen tegas dan meyakinkan!


Reyhan melihat Kenzie sedikit lebih rileks, lanjut berkata: “Aku tidak masalah jika dalam hatimu tidak ada aku. Karena aku tidak bisa memberimu status, aku juga tidak bisa menikahimu!” Reyhan berkata dengan nada rendah.


Kenzie mengangkat kepala dan melihat: “Seumur hidup aku tidak akan mendapatkan status, dan kamu akan pergi menikahi perempuan lain kan? Aku akan selamanya menjadi kekasih gelap, benar kan?”


Reyhan terkejut, melihat Kenzie. “Memangnya status itu sangat penting?”


Setidaknya Reyhan merasa status tidak terlalu penting!


Pertanyaan Reyhan seperti sebuah pisau yang menancap di dalam hatinya, terasa sakit hingga ia tidak bisa bernafas.


Kenzie menutup matanya dengan rapat, dan wajahnya sudah basah oleh air mata.


“Kenzie!” Reyhan hanya merasakan sakit yang menyayat hati, kemudian menunduk menatap Kenzie.


“Reyhan, kenapa kamu ingin sekali menjadikan aku wanitamu? Apa kamu mencintaiku?” Kenzie kembali bertanya.


Reyhan mulai panik..


Kenzie menertawakannya, daridulu dia tidak pernah mendambakan sebuah cinta, tetapi dia juga tidak ingin harga dirinya diinjak-injak.


Reyhan tetap cuek, dia tidak suka mendengar wanita itu membicarakan tentang cinta, matanya yang dalam itu, terus menatap wajah Kenzie, tetapi tidak sedikitpun menunjukkan kehangatan. Tatapan dinginnya, semakin lama semakin dalam. Tetapi kesepian di wajah pelan-pelan terbang dan menghilang.

__ADS_1


“Apa kamu mendambakan cintaku?”


“Reyhan, kamu tahu semua perempuan ingin dicintai, semua perempuan ingin mendapatkan status yang jelas, semua perempuan ingin dijaga, termasuk aku!”


Pada dasarnya, mereka bersama bukan karena cinta. Semuanya karena sama-sama mencari keuntungan!


“Reyhan, kamu tidak mencintaiku, aku juga tidak mencintaimu! Aku tidak akan menjadi wanitamu.” Kenzie menatapnya dengan yakin, sebenarnya dia tahu, laki-laki seperti Reyhan tidak mengenal cinta, bagaimana mungkin Reyhan mencintai dirinya? Lelaki liar tidak mengenal cinta, mereka hanya membutuhkan perempuan untuk memenuhi kebutuhan mereka!


“Aku juga tidak mencintaimu”, 4 kata itu diucapkan begitu saja, dengan sangat tajam menyakiti hati Reyhan. Reyhan tertawa dingin dan berkata: “Walau tidak ada status dan cinta, tetapi jika tidak mendapat persetujuan dari aku, kamu selamanya tidak akan bisa keluar dari rumah ini!”


“Kamu!” Air mata tidak henti-hentinya mengalir dari mata Kenzie. Kenzie memaksa senyum di tengah kesedihannya, menunjukkan senyum kesedihan: “Reyhan, kenapa kamu suka sekali menyulitkan aku? Banyak sekali perempuan muda dan cantik di luar sana jika kamu mau! Kenapa terus-terusan ingin menyiksa aku seperti ini?”


Setelah mengucapkan kata-kata itu,Kenzie menarik nafas panjang, mencoba menenangkan hatinya yang terluka, “Aku sudah kehilangan Ayah, juga kehilangan putriku, di dunia ini aku tidak punya apa-apa lagi. Kamu malah ingin aku menjadi wanitamu, sebenarnya apa yang kamu rencanakan?”


tubuh Reyhan bergetar sejenak: “Kamu tidak perlu mengurus apa rencanaku. Kamu hanya perlu setuju untuk menjadi wanitaku, itu sudah cukup.”


Tangan Kenzie mengepal kuat di samping tubuhnya. Tetapi, ia bisa merasakan semakin lama, tenaga yang ia gunakan untuk mengepal tangannya semakin melemah.


Bagaimana bisa menjadi begitu tidak bertenaga, bagaimana bisa ia tidak berdaya seperti ini!


“Kalau aku tidak setuju?” Kenzie mengigit bibir dan melihat Reyhan.


“Kalau kamu tidak setuju, rekaman semalam akan tersebar ke seluruh dunia. Kalau kamu tidak setuju, kamu akan selamanya terkunci di kamar ini, selangkahpun tidak bisa keluar. Kalau kamu tidak setuju, kamu akan terus terpengaruh oleh narkoba dan selalu menderita!” Reyhan berkata dengan pelan, tetapi dengan nada bicara meyakinkan!


“Kamu!” Otaknya mendengung, “Apa maksudmu?”


“Aku pasti melakukan apa yang aku katakan!” Ekspresinya suram. “Lebih baik kamu jangan menantangku!”


Kenzie tertawa di tengah sedih, memaksa menahan tangisnya, kemudian pelan-pelan berkata kepada Reyhan: “Kalau kamu berani melakukannya, aku akan membencimu seumur hidup!”


“Kalau memang begitu kenapa?” Dia tiba-tiba mencegatnya, menundukkan kepala dan menggigit telinganya, dia tahu Kenzie paling sensitif di bagian itu. “Kamu boleh mencobanya! Kita lihat saja apakah aku berbohong atau tidak!”


Suara Reyhan rendah dan terdengar serak, tetapi malah terkesan sejuk hingga menusuk tulang.


Kenzie bergetar sejenak.


Reyhan menunduk dan melihatnya, tangan besarnya mengangkat dagu Kenzie, “Benar, begini baru baik, jadilah anak yang patuh!”


Penglihatannya tertuju pada wajah Reyhan, mata yang hitam dengan tatapan dingin, alis mata yang tebal, dan kegagahan yang tak tertandingi.


Kenzie merasakan ada perasaan berdebar-debar dalam hatinya, apakah lelaki ini benar musuh abadinya?


Meskipun sekarang dia sungguh ingin melarikan diri, suasana hati pasti akan perlahan menjadi tenang, kebencian terbesar pun tidak akan mengalahkan ketakutan yang ada dalam hati, bukankah demikian?


“Sudah! Jika kamu patuh, aku akan menghapus video itu, dan kamu akan mendapatkan kebebasan penuh! Kamu bisa keluar kemana pun kamu mau, bisa pergi bekerja, bisa bergaul dengan teman, dan bisa bermain dengan Ken setiap hari.” Reyhan menjelaskan.


Rencana Reyhan mulai berhasil.


Kenzie diam tanpa kata, giginya bergetar. Reyhan lagi-lagi memeluknya.

__ADS_1


Dia gemetar, tetapi tetap tidak bersuara.


__ADS_2