
Hello! Im an artic!
Karena permainannya dengan Reyhan, Kenzie pun kelelahan dan tertidur pulas, saat subuh, KEnzie terbangun karena suara ketukan, “Ayah …”
Itu Ken! Kenzie langsung bangkit, dengan cepat mengguncang Reyhan, “Bangun dan cepat berpakaian, Ken di sini!”
Hello! Im an artic!
Reyhan yang masih mengantuk, membalikkan tubuhnya menghadap Kenzie, menarik Kenzie je pelukannya dan berteriak ke pintu, “Ken, kembali ke kamarmu dan tidur sebentar lagi ya? Ayah dan ibu masih belum bangun. ”
Ayah dan ibu… mengapa kata-kata itu terdengar sangat hangat? Kenzie seketika tersenyum dan perlahan mencium kening Reyhan.
Reyhan Merasa senang, ia menempelkan pipinya dengan pipi Kenzie.
Ken masih saja mengetuk pintu tanpa henti.
Hello! Im an artic!
Reyhan ingin anaknya itu kembali ke kamarnya agar ia bisa menikmati waktu berduaannya dengan Kenzie sebentar lagu, ia kemudian membujuk Ken, “Ken, ayah masih belum bangun, mengetuk pintu ayah pagi-pagi begini adalah sesuatu yang tidak sopan!”
Anak itu bicara dengan keras dari luar pintu, nada suaranya terdengar kecewa, “Aku bukan datang untuk mencari ayah! Aku datang untuk mencari ibuku!”
Melihat tampang Reyhan yang tertegun, Kenzie tertawa, anak yang pintar, sangat keren, pemberani!
Ia segera mendorong Reyhan, dengan terburu-buru, ia mengenakan jubah mandinya dan menatap Reyhan sambil tersenyum, “Kamu masih tidak mau mengenakan pakaianmu?! Aku akan membuka pintu!”
__ADS_1
Reyhan bergulung di dalam selimut, “Terserah!”
Kenzie menatapnya tak berdaya, “Jangan sampai Ken melihat hal tidak senonoh ini! Cepat kenakan pakaianmu!”
Reyhan membungkus dirinya dengan selimut, “Tidak senonoh?! Imut sekali!”
Hanya sekilas, Kenzie telah melihat sesuatu yang menonjol di balik selimut itu, wajahnya memerah, “Mesum!”
Reyhan menatapnya dengan sedikit menghina, “Wanita, tidak tahukah kamu, bahwa laki-laki normal memiliki ereksi pagi setiap pagi?”
Kenzie dengan kesal melemparkan bantal ke wajahnya, “Tidak tahu malu, jangan sembarangan bicara jika Ken masuk nanti!”
Ken berteriak memanggil ‘ibu’ dari luar pintu, terdengar dari suaranya yang sedamh menangis. Kenzie merasa kasihan, dia bergegas membuka pintu. Pria kecil itu berdiri di pintu, dengan penutup mata yang menutupi matanya, tetapi tidak bisa menutupi ekspresi kecewa di wajahnya.
Kenzie dengan hati yang lembut, berjongkok dan menggendong Ken, “Sayang, maaf, ibu terlalu lamban. Ken jangan marah ya?”
Kenzie melirik Reyhan di tempat tidur, terlihat ragu-ragu sebelum akhirnya mengangguk, “Baiklah, ibu akan menemani Ken tidur sebentar lagi.”
Ia meletakkan Ken di sisi lain tempat tidur, dia berbaring di tengah, memisahkan Ken dan Reyhan, Kenzie menendang-nendang pinggang Reyhan,mengisyaratkannya untuk segera mengenakan pakaiannya.
“Ibu !” Ken tidur di lengan Kenzie, wajahnya menoleh padanya, dan ia memanggil Kenzie.
“Iya, sayang?” Kenzie menciumnya.
“ibu !” Ken memanggil sekali lagi.
__ADS_1
Seketika Kenzie menyadari bahwa Ken tidak ingin mengatakan apa-apa padanya, dia hanya ingin memanggilnya dan merasakan kehadirannya.
Kelopak matanya sedikit basah, dan Kenzie menjawab dengan lembut, “sayangku…”
“Ibu !” Ken terus memanggil Kenzie. Setelah menerima tanggapan Kenzie lagi dan lagi, bibir merah mudanya kecil itu mulai tersenyum lebar dengan gigi putihnya,terlihat manis dan menghangatkan hati.
Reyhan berbaring di sebelahnya, ia juga tergerak oleh interaksi yang hangat antara ibu dan anak itu. Lengan panjangnya terulur dan memeluk ibu dan anak itu.
Ken mengguncang tubuhnya dan mendorong lengan Reyhan, “Ayah jelek! Aku hanya ingin ibuku!”
Mendekatkan dirinya dnegan Kenzie dan menghindari sentuhan Reyhan.
“Bocah nakal! Setelah kamu memiliki ibu, kamu meninggalkan ayahmu!” Reyhan mengulurkan tangan dan perlahan menepuk dahi Ken. Dia sangat tak berdaya dan sedih….
Kenzie tersenyum dan mendorong Reyhan pergi. Kenzie memelik Ken erat eperti induk ayam yang menjaga anaknya, “Reyhan, kamu telah diusir oleh kami, tidur di ruang tamu saja!”
“Apa?” Reyhan berseru dengan berlebihan, “Kenzie, apakah kamu juga akan berkhianat?”
“Tentu saja! Ken lebih imut darimu! Tubuhnya lebih harum darimu!” Kenzie menjawab Reyhan dengan malas sambil mencium aroma manis dari Ken, hati sangat puas.
Reyhan memulai akal busuknya, Ia menempelkan benda keras di antara kedua kakinya pada Kenzie dan mengancam, “Benarkah? Kenzie, Kamu yakin mau mengkhianatiku?”
Kenzie terkejut, Walau Ken saat ini masih nelum bisa melihat, tapi Reyhan tidak mungkin melakukan hal seperti ini di depan anak mereka kan?
Ia segera menggeser tubuhnya dan meminta ampun, “Yang mulia, aku salah! Aku tidak akan berani mengulanginya lagi! Aku akan selalu setia pada anda!”
__ADS_1
Reyhan awalnya hanya ingin menggoda Kenzie saja, tapi akhirnya, ia malah tak bisa menahan diri. Setelah mendengar omongan Kenzie, dia menggertak dan menempelkan bibirnya ke bibir Kenzie berkata, “Wanita kecil, sebegitu cepatnya kamu menyerah?”
Reyhan belum selesai berbicara, Ken telah melayangkan kepalan tangannya ke pundaknya, “Tidak boleh menggertak ibuku!”