
Jalan ini bukanlah jalan yang mudah dilewati, sepanjang jalannya penuh dengan lubang, ditambah Kenzie memakai sepatu hak tinggi, Kenzie sangat kesulitan.
“Orang-orang kaya ini bagaimana bisa begitu pelit! Mengapa tidak membuat jalan ini disemen, supaya lebih mudah untuk berjalan…” Kenzie berbisik memutari semak belukar.
Tiba-tiba, sebuah lengan besar dengan tenaga kuat menarik dirinya, Kenzie mengira kalau itu adalah Reyhan, “Bukankah kamu menyuruh aku pergi?!” Baru kata-kata ini meluncur, tiba-tiba ada tangan yang membekap mulutnya.
Tidak benar! Ini bukanlah Reyhan, Reyhan memiliki aroma yang wangi. Sedangkan pria disampingnya memiliki bau keringat yang menyengat. Sebenarnya siapa dia?!
Kenzie terkejut dan mengeluarkan jeritan melengking, mulutnya dibekap dengan erat, jeritan nya ditahan oleh seutas kain, dan suaranya berubah menjadi “Emm…emmm”.
“Jangan berteriak, atau aku akan menyakiti wajahmu!” Sebuah benda dingin yang tajam menempel dilehernya, Kenzie tidak perlu melihat juga sudah bisa mengetahui kalau itu merupakan pisau yang tajam.
Ditengah bekapan pria itu, Kenzie teringat ketika masa kuliah, dia pernah diajarkan cara perlindungan diri, ketika bertemu dengan penculik, jangan pernah membuat mereka marah, harus berpikir cerdas. Ini bisa dibilang hutan kecil yang jauh dari kerumunan orang, dan lawannya ini pasti tidak sendirian, dia berteriak juga tidak ada gunanya.
Penculik merasa puas melihat Kenzie yang tidak melawan. Pisau itu dimasukkannya kembali, tetapi setelah itu ia menggunakan sebuah tali untuk mengikat pergelangan tangan Kenzie, mulutnya ditutupi erat oleh lakban.
Otak kenzie sedang berpikir keras, dia bukankah hanya seorang simpanan, tidak punya hak apapun, mengapa mereka mau menculik Kenzie? Apakah untuk mengancam Reyhan?
Kenzie tertawa menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mungkin! Kenzie benar-benar naif, mana mungkin Reyhan peduli jika seseorang menyandranya?
Kenzie didorong memasuki sebuah mobil berwarna hitam, hutan ini mempunyai dua jalan, yang satu adalah jalan kecil, yang menuju jalan besar. Dan masih ada satu jalan lagi, yang mengarah ke bukit hijau di belakang vila.
Kenzie dilempar masuk kedalam bagasi, sama sekali tidak bisa melihat keadaan diluar. Dia berusaha menajamkan pendengarannya, berharap bisa mendengar suara mobil di jalanan dan suara orang lainnya.
Tetapi sangat disayangkan hal yang Kenzie bisa dengar hanyalah sebuah kesunyian, hanyalah suara dari mesin. Hati Kenzie merasa sangat takut, sepertinya mobil ini ingin membawanya ke bukit hijau. Bukit hijau merupakan tempat yang sangat terpencil, tidak ada siapapun disana!
Air mata Kenzie pun mulai berjatuhan. Bayinya, bayinya yang bahkan belum sempat melihat dunia ini, apakah akan meninggal bersama sang ibu saat ia masih dalam kandungan?
Kenzie merasakan hatinya tercabik cabik, rasa sakit yang luar biasa.
Steven sedari tadi berjalan di jalan kecil, sudah kehilangan jejak Kenzie begitu lama, matanya sempat melihat Kenzie berbelok, menghilang dibelakang pepohonan. Dibelakang hutan sudah merupakan jalan yang menuju jalan utama, sepertinya Kenzie sudah pergi dengan menggunakan taxi.
Steven berlari semakin cepat. Angin bertiup kencang telinganya, tidak tahu kenapa, Steven memiliki firasat yang buruk. Meskipun penjagaan disini tidak buruk, tetapi mau bagaimanapun Kenzie merupakan seorang wanita, tidak aman berjalan sendirian di malam hari
Setelah melewati hutan, Steven sudah bisa melihat jalan besar, Steven membuka mulut dan berteriak memanggil Kenzie, tetapi sama sekali tidak ada yang menjawab, bahkan sama sekali tidak melihat adanya bayangan Kenzie!
“Kenzie! Kenzie! Kenzie!” Steven dengan tergesa gesa berlari, hingga dahinya penuh keringat, “Kenzie pergi kemana! Kenapa aku tidak bisa menemukaan dia?!”
Teriakan steven bergema di udara, suasananya terasa sangat dingin.
Pandangan Steven melihat ke seluruh arah, berharap melihat Kenzie muncul dan tersenyum padanya. Berharap bahwa saat ini ia sedang bersembunyi dibelakang pohon, tidak lama kemudian, dia akan muncul dan tertawa sekencang kencangnya, “Kak Steven! Aku ada disini! ” seperti 3 tahun yang lalu.
__ADS_1
Tetapi, harapan Steven tidak terwujud sama sekali. Suaranya sudah hampir habis, tetapi Kenzie masih belum juga menampakkan dirinya!
Tiba tiba, pandanganya dia tertuju kepada suatu benda yang tersangkut! Dibawah sinar lampu, di jalan yang mengarah bukit hijau, terlihat sepasang hiasan bunga iris biru.
Steven menunduk, mengambil hiasan bunga itu. Di tanah ada bekas jejak kaki yang sangat berantakan, sepatu hak tinggi, dan masih ada jejak sepatu kulit pria dengan ukuran berbeda.
Ini tidak benar! Pasti terjadi sesuatu dengan Kenzie!
Steven mengendarai mobil pergi seperti orang gila…
Di bukit hijau, sebuah pisau tajam merobek lakban yang sedari tadi mengunci mulut Kenzie, pria itu tersenyum licik: “gadis kecil, kamu bisa mengatakan kata-kata terakhir mu, jika tidak kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk mengatakannya lagi!”
Kenzie berusaha menahan rasa takutnya, berusaha membuat suaranya terlihat stabil: “siapa yang menyuruh kalian melakukan ini?”
Pria yang mempunyai bekas sayatan pisau di wajahnya tertawa licik: “Siapa yang menyuruh kami, tidaklah penting, yang kamu perlu tahu kalau hari ini adalah hari kematianmu! ”
Penculik lainnya, yang bertubuh lebih kurus, menatap Kenzie dalam-dalam, menjulurkan tangannya dan meraba dada Kenzie, berkata kepada penculik yang memiliki luka sayatan pisau diwajahnya: “kakak kedua, lihatlah, walau tubuh gadis ini terlihat kurus, ditubuhnya masih ada hal bagus! Menurutku, sayang sekali, jika kita langsung membunuhnya, haruskah kita… he he…”
Kenzie merasa dirinya sudah dibasahi oleh keringat dingin, jika benar sampai Kenzie dilecehkan oleh mereka berdua, maka lebih baik dia mati saja!
Penculik yang memiliki bekas luka diwajahnya menggelengkan kepalanya: “Jangan bermimpi! Pelanggan kita sudah memberi perintah, kita harus membereskannya dengan sempurna, tidak boleh meninggalkan jejak apapun! ”
Penculik yang bertubuh kurus itu menggeleng gelengkan kepalanya: “Anak gadis yang masih begitu muda, dengan semudah ini hidupnya berakhir, sungguh sangat disayangkan! ”
“Kakak coba lihat perhiasan berharga yang saya pakai! Satu set perhiasan itu harganya sangat mahal, cincin ditangan saya saja bernilai puluhan juta. Semua perhiasan ini untuk kalian, bagaimana?”
Penculik yang memiliki bekas luka itu tertawa dengan lebar: “jika kamu mati, maka barang -barang ini secara otomatis akan menjadi milik kami.”
Kenzie merasa gagal, sepertinya penculik ini tidak akan melepasnya. Dia benar benar tidak tahu siapa orang jahat yang tiba-tiba menginginkan nyawanya.
“Bayiku, mama bersalah kepadamu, mama tidak bisa melindungimu dengan baik. Jika ada kehidupan selanjutnya, semoga kamu masih bisa menjadi anak ku, mama pasti akan baik baik menjaga mu, tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu lagi.” Kenzie berkata di dalam hati kepada anak yang ada didalam perutnya.
Tiba-tiba terdengar suara mobil yang mendekat, penculik yang bertubuh kurus melihat ke sekitar, lalu berkata kepada penculik yang memiliki bekas luka diwajahnya: “kakak kedua, sebaiknya kita cepat bertindak! Sepertinya ada sebuah mobil yang sedang menuju kemari!
Penculik yang memiliki bekas luka diwajahnya menggelengkan kepalanya: “sudah semalam ini, siapa yang akan mengurusi hal yang tidak berguna seperti ini! Biarkan gadis ini mengatakan kata-kata terakhirnya dulu. Kalau tidak, dia tidak akan tenang di alam sana, takutnya ia bisa berubah menjadi hantu, lalu menghantui kita. ”
Kenzie dengan teliti mendengar suara mobil itu, di dalam hati sudah ada suatu pemikiran. Membuat raut wajah seolah olah terlihat sangat ketakutan, dan dengan muka meminta belas kasihan, berkata: “kakak, sepertinya hari ini aku benar benar akan mati disini. Mati ya mati saja, mau bagaimanapun manusia juga akan meninggal suatu hari nanti. Tetapi aku harap setelah aku mati nanti, kalian bisa menguburkan saya dengan layak. ”
Penculik yang memiliki bekas luka di wajah tertawa: “kamu tidak memiliki hak untuk bernegosiasi dengan kami! ”
Kenzie memaksakan diri menunjukkan senyumannya: “Aku ada banyak uang asuransi di bank. Kemarilah, aku akan memberi tahu kan passwordnya. Uang ini, anggap saja sebagai biaya untuk pemakamanku.”
__ADS_1
Penculik bertubuh kurus menatap iri penculik yang memiliki bekas luka itu. Penculik yang memiliki bekas luka itu ketika mendengar harta kekayaan, matanya langsung berbinar binar. Dan dengan tergesa gesa berjalan menghampiri Kenzie, lalu melirik penculik kurus itu, mendesak Kenzie: “Katakanlah!”
Kenzie merendahkan suaranya: “kakak, kamu sepertinya memiliki hati yang baik, aku hanya ingin memberitahu kamu seorang. Dekatkan telingamu.”
Penculik yang memiliki bekas luka itu mendekatkan telinganya ke sebelah mulut Kenzie.
Mata Kenzie penuh dengan kemarahan, “anakku, akhirnya mama bisa membalaskan dendammu!”, dan dengan sekuat tenaga menggigit telinga penculik itu!
“Ah!….” penculik itu mengerang kesakitan, darah mengalir turun sampai ke lehernya, tetapi Kenzie tidak juga melepaskan telinganya, penculik itu tidak berani banyak bergerak, takut telinganya akan benar benar putus.
“Cepat! Lepaskan dia dariku! ” penculik yang memiliki bekas luka itu berteriak kepada penculik yang kurus.
Penculik kurus itu mengayunkan pisaunya kearah Kenzie. Dalam hitungan detik saja, Kenzie menutup matanya, ketakutan.
“Dor!” terdengar suara tembakan, penculik kurus itu jatuh ketanah. Penculik yang memiliki bekas luka itu tidak memiliki cukup waktu untuk memberi reaksi, kembali terdengar suara tembakan, tubuhnya juga terkena tembakan, terhampar jatuh ke tanah.
Kenzie dengan hati-hati membuka matanya, tidak percaya didepannya terlihat seorang pria yang sibuk berlari kehadapannya. Dia adalah Steven, kakak senior nya!
Steven melepaskan ikatan pada tubuh Kenzie, setelah berhasil terlepas, kaki Kenzie terasa sangat lemas, dan langsung terjatuh ke lantai, tetapi ditahan oleh pria yang menyelamatkannya dan dipeluk dengan erat.
Ketika sekali lagi membuka matanya, Kenzie sudah berbaring disebuah rumah yang asing.
Ini merupakan kamar yang memiliki aroma segar samar, aromanya sangat nyaman. 10 meter didepan ranjang ada sebuah meja bekerja, Steven sedang duduk membelakangi dia, sedang melakukan sesuatu didepan laptopnya.
Kenzie ingin berbicara, membuka mulutnya, tetapi yang keluar hanyalah suara seperti orang bisu: “eng…”
Suara lemah Kenzie masih bisa terdengar oleh Steven, dia berdiri berjalan mendekati Kenzie. Kemeja yang bersih, dengan dua kancing teratas yang dibuka, mantel coklat muda, suara yang hangat, sepasang mata coklat yang memancarkan kebahagiaan, bibir pucat dengan senyuman: “Kenzie, kamu sudah bangun. ”
Air mata Kenzie tiba tiba mengalir keluar.
Pada waktu yang sama pun, Steven menarik Kenzie masuk kedalam pelukannya.
Merasa takut, lemah, dan memikirkan ada anaknya yang bersih tidak bersalah, membuat air mata mengalir dengan deras, sama sekali tidak bisa berhenti.
Kontrak, Reyhan, wanita simpanan, semua pergi mati saja!
Pada saat itu yang dia membutuhkan hanyalah sebuah pelukan, yang bisa membuat dia menangis, meluapkan segala ketakutan dan kelemahannya.
Didalam pelukan Steven ia merasakan suatu kehangatan, seperti yang dia inginkan.
Kenzie meletakkan kepalanya diatas bahu Steven, menangis hingga puas, menangis begitu tersedu-sedu. Steven dengan lembut menepuk nepuk punggung Kenzie: “sudah sudah, jangan takut, jangan takut, ada aku disini, kamu tidak perlu takut lagi..”
__ADS_1
“Kakak Steven, apakah wajahku sekarang sangat menakutkan?” Kenzie merebahkan kepalanya diatas bahu Steven, karena tidak ingin memperlihatkan wajahnya setelah menangis.
“Tentu saja tidak, Kenzie kecil-ku selamanya adalah yang paling cantik…” suara Steven terdengar begitu lembut di telinganya, membawa rasa aman yang besar.